
Adelio akhir nya memilih berdiri tak jauh dari pintu keluar club, ia bersandar di tembok seraya menyesap vape di tangan nya...
Sementara itu Leanna baru saja keluar dari pintu toilet, tadi setelah menenggak obat Leanna pun segera berganti pakaian agar bisa langsung pulang setelah nya..
Leanna berlari kecil di koridor dan menuju arah pintu keluar, tak lama ia pun sudah sampai di pintu keluar..
Leanna segera buru-buru meninggalkan area club tersebut, tapi tiba-tiba sebuah tangan menahan nya..menarik nya..Leanna kaget
"Adelio?" kata Leanna reflek saat melihat sosok memikat yang menarik nya secara kasar ini.
Leanna fikir ada apa lagi? Kenapa pria ini berwajah muram dan marah seperti itu? bukan kah akhir-akhir ini interaksi mereka baik-baik saja sebagai teman..
Wajah Adelio terlihat horor..
"sudah puas?" kata Adelio sinis
Leanna tak mengerti, Adelio berkata tentang apa memang nya?
"aku tak menyangka kalau begini kelakuan mu" kata Adelio lagi
"apa.." Leanna tak mengerti
"jangan pura-pura bodoh, Leanna..! Kamu jual diri kan? aku tawarkan kebahagiaan yang terhormat untuk mu tapi kau malah lebih senang seperti ini.." tuding Adelio
Leanna makin tak mengerti, mana pernah dia jual diri? Kehormatan yang ia miliki hanyalah harta dan harga diri yang satu-satu nya ia punya, mana mungkin ia lepaskan hanya demi uang. Semiskin apa pun, sesusah apa pun...ia tetap akan mempertahankan kehormatan nya.
"Adelio..aku tidak..." Leanna mencoba membela diri nya tapi Adelio memotong nya
__ADS_1
"berapa nominal uang yang kau dapatkan malam ini? berapa?? aku akan membayar nya berapa kali lipat pun asalkan kau tidak melakukan nya lagi, oke?" kata Adelio cepat..
Leanna mencium aroma alkohol yang kuat dari pria bernama Adelio ini, mengapa ia minum begitu banyak? Pantas saja ia berkata yang tidak-tidak ternyata sedang mabuk berat.
"pulang lah, kau mabuk..." kata Leanna seraya melerai tangan nya dari Adelio..dan berbalik bersiap pergi..
tapi baru dua kali Leanna melangkah, suara Adelio terdengar di belakang nya..
"padahal kau tau aku sangat mencintai mu, tapi mengapa kau terus menolakku dan malah tetap memilih menjual tubuh mu pada pria-pria lain Leanna.." apa yang Adelio katakan entah mengapa Leanna mendengar nya seperti sebuah tuduhan tak mendasar, karena Leanna tak pernah merasa jual diri sekali pun..hingga saat ini diri nya masih suci. lalu Kenapa Adelio begitu berani menuduh nya?
awal nya Leanna ingin mengatakan pada Adelio kalau ia tak pernah jual diri, tapi kelihatan nya itu tak perlu ia lakukan..memang nya siapa ia dan Adelio? mereka berdua bahkan tak ada hubungan khusus yang mengharuskan nya membela diri.
Leanna pun menoleh dan berkata
"ya..aku memang lebih suka jual tubuh ku dari pada punya hubungan yang serius dengan mu, aku hanya ingin kebebasan..karena jika aku menjalin hubungan dengan mu sudah pasti aku tak punya lagi yang nama nya kebebasan.., bagi ku menjual diri adalah pilihan terbaik untuk mendapatkan uang yang banyak.." ujar Leanna akhir nya..
Bagi Leanna jika Adelio menganggap nya seperti itu maka biarlah seperti itu.., bukan kah ini lebih baik? dengan begitu Adelio akan membenci nya dan menjauhi nya juga, hal yang Leanna inginkan selama ini..
Leanna langsung melangkah pergi tanpa menoleh-menoleh lagi, Adelio melihat punggung Leanna yang bergerak menjauh hati nya sakit bukan main...sakit sekali seperti di tusuk-tusuk ribuan benda tajam..
reflek Adelio dengan cepat menyusul langkah Leanna, dan dengan penuh emosi ia mencekal tangan Leanna dan menyeret nya
"Adelio lepaskan.." kata Leanna yang merasa tubuh nya tak kuasa menahan kekuatan Adelio yang menarik nya dengan kasar
Adelio tak bergeming, wajah nya seperti patung batu..tanpa ekspresi, ia terus menyeret Leanna menuju arah parkiran..
merasa Leanna terus berontak, dengan kedua lengan kokoh nya Adelio mengangkat tubuh mungil Leanna begitu saja seperti sedang mengangkat dan menenteng barang hingga Leanna hanya bisa meronta dan menendang-nendang kaki ke sembarang arah...Leanna tidak sempat memekik karena mulut nya di tutup oleh telapak tangan Adelio yang besar dan lebar.
__ADS_1
Sampai di mobil milik nya Adelio mendorong Leanna ke kursi penumpang di samping kemudi, kepala Leanna pusing..baru saja ia menyadarkan diri tau-tau Adelio sudah duduk di kursi kemudi dan mengunci pintu lalu membawa nya melesat begitu saja...
Sepanjang perjalanan Leanna hanya bisa panik dan bingung seraya menatap wajah Adelio yang muram dan menakutkan dan juga jalanan di depan yang tampak juga sama mengerikan karena Adelio mengemudi dengan kecepatan tinggi.
Leanna hanya bisa ketakukan menatap Adelio dan jalanan secara bergantian.., kelihatan sekali pria bernama Adelio ini benar-benar marah besar.
Leanna tak begitu tau kemana arah Adelio membawa nya hanya saja ia melihat Adelio masuk gerbang yang di buka security..Leanna ingin teriak meminta tolong pada security tapi kelihatan nya tidak ada yang mendengar nya, deru mobil sport milik Adelio ini telah memakan suara teriakan nya..pun kalau mereka mendengar mana berani mereka ikut campur urusan pribadi majikan nya, mereka hanya di gaji untuk menjaga gerbang, di luar dari itu bukan lah urusan mereka.
mobil Adelio melesat ke dalam dan berhenti di depan sebuah villa yang sangat mewah, Leanna bisa menebak ini adalah kediaman Adelio.
Lagi-lagi Adelio setelah turun dari mobil dan membuka pintu langsung menarik Leanna dengan kasar..
Leanna hanya bisa ikut tertarik keluar karena bobot tubuh imut nya ini mana lah mungkin bisa melawan kekuatan dengan bobot tubuh sebesar Adelio.
tidak mau berlama-lama lagi-lagi Leanna di angkat seperti barang oleh Adelio..
teriakan Leanna tak ada guna nya, Villa mewah Adelio ini kedap suara..
setelah membawa Leanna masuk ke villa, Adelio membawa tubuh Leanna yang terus meronta naik ke lantai atas menuju kamar nya, lalu setelah nya Adelio melemparkan begitu saja tubuh Leanna di atas kasur.
Leanna merasa mual, tubuh nya di ubek-ubek sejak tadi apalagi ia tadi baru saja minum obat karena tidak enak badan sejak siang hari...
"Adelio..." lirih Leanna seraya memegang kepala nya yang terasa pusing..
"kenapa Leanna..kenapa kau menjadi gadis yang begini kejam..!!??" Adelio emosi, ia membuka jaket kulit yang di kenakan nya dan melemparkan nya dengan kasar ke lantai
Leanna kaget, ia tak tau mengapa Adelio bisa semarah ini hanya karena permasalahan diri nya yang di anggap jual diri, Leanna tak mengerti mengapa Adelio se emosi ini?
__ADS_1
tubuh jangkung Adelio terlihat gelisah, meraup wajah nya melangkah kesana kemari di hadapan Leanna yang masih merasa pusing di atas kasur
"Leanna..aku mencintai mu..sangat mencintai mu..tapi bukan hanya kau menolak ku tapi kau juga tega menusukkan hati ku..kau menusuk hati ku yang begini tulus pada mu.., jahat kamu Leanna.." kata Adelio dengan mata memerah, penuh emosi dan rasa sedih yang mendalam..