OBSESS

OBSESS
OBSESS 41


__ADS_3

sore hari Adelio datang ke kafe tepat waktu, ia tak mau di janji pertama nya dengan Leanna malah ngaret, lagi pula ia orang nya disiplin waktu sejak dulu..


Saat Adelio tiba, Leanna juga sedang menunggu nya di depan kafe. Ketika dua orang berhadap-hadapan mereka masing-masing mulai salah tingkah dan nervous tak karuan. Sampai tak tau harus berbicara apa hanya kedua nya sama-sama bersikap canggung satu sama lain nya..


"hai.." sapa Adelio akhir nya


"..hai" balas Leanna tercekat


"ayo-masuk..." ajak Leanna sedikit terbata mulai mempersilahkan Adelio masuk ke dalam kafe


Adelio hanya mengangguk pelan, ia juga benar-benar nervous parah, dag dig dug tak menentu dan merasa telapak tangan nya mulai berkeringat..gugup sekali


Adelio mengikuti langkah Leanna ke dalam kafe, dan Leanna menuju ke salah satu nomor kursi paling dekat dengan jendela depan, Adelio tetap ikut saja.


mereka pun saat ini sudah saling duduk berhadap-hadapan bersebrangan di antara meja..., kedua nya diam selama beberapa menit


"jam berapa kau performance?" tanya Adelio memulai percakapan mencari topik yang bagus


"masih lama..masih ada dua jam sebelum performance di mulai, aku sengaja datang lebih awal agar bisa membuat janji dengan mu" jawab Leanna jujur


mendengar itu, hati Adelio rasa nya langsung berbunga-bunga dengan indah nya..


"Adelio.." kata Leanna pelan


"..ya" jawab Adelio cepat


"terimakasih.." kata Leanna tulus


Adelio hanya mengangguk meski ia tak tau detail nya Leanna berterimakasih untuk apa tapi sudah pasti perihal malam saat Leanna di serang delapan preman itu lah yang saat ini sedang Leanna bahas.

__ADS_1


"aku kesulitan membalas mu, boleh kah untuk hari ini aku mntraktir mu makan? Kau boleh memesan apa pun di sini..aku akan membayar untuk mu.." kata Leanna dengan begitu sangat bersunguh-sungguh


Adelio merasa suprise, Leanna mau membayar nya..? Ia senang sekali mendapat perhatian khusus dari Leanna seperti hari ini.


"Leanna..kau tidak perlu.." Adelio berkata pelan tapi Leanna sudah memotong kalimat nya..


"jika kau tak menerima nya aku tidak enak hati" kata Leanna dengan wajah kecewa


"baiklah..aku akan memesan sesuai keinginan mu" kata Adelio akhir nya mengalah..lebih tepat nya selalu mengalah, mengalah dalam segala hal pada ratu cantik di hati nya ini..


Adelio pun akhir nya memesan, ia hanya memesan sepiring frenc fries dan satu cup cola dingin.., ia sebetul nya tidak lapar tapi ia harus menghargai ketulusan Leanna.


dan lagi Adelio merasa ini moment terindah, ini kali pertama Leanna memperlakukan nya dengan istimewa begini.


Saat pesanan Adelio datang, Leanna melihat ini sedikit sekali


"kenapa kau hanya memesan ini? apa kau kasihan pada ku dan merasa aku tak ada uang membayar mu?" Selidik Leanna penasaran karena yang pelayan antar hanya sepiring frenc fries dan satu cup cola dingin saja


Lebih tepat nya iya sih, Adelio juga tak mau menyusahkan Leanna dan memang Adelio bukan tipe pria yang suka makan banyak. Ia kalau makan selalu hanya sekedar saja untuk mengisi perut agar tidak sakit, begitu saja. Adelio bahkan jarang makan di luar kalau pun makan di luar bersama teman sesekali atau bertemu klien maka Adelio hanya memesan sekedar nya saja. Karena sejak dulu makanan Adelio memang terjaga dengan baik, ia bahkan punya koki pribadi untuk mengurus makanan nya. masih ingat kan bagaimana kedua orangtua nya menjaga asupan Adelio dengan segala sesuatu yang berkualitas karena mereka takut Adelio jatuh sakit seperti ia waktu kecil dulu karena terlalu di bebaskan segala macam makanan. Karena sedari Adelio kecil walau mereka hidup dalam kemewahan, kedua orangtua Adelio suka akan kesederhanaan dan mengizinkan anak-anak nya menikmati makanan seperti anak-anak lain nya yang bebas jajan, ternyata anak perempuan yang lain kakak-kakak nya Adelio itu bisa beradaptasi dengan bagus akan hal itu tapi tenyata Adelio tidak. Ia malah jatuh sakit dan itu menyebabkan kedua orang tua Adelio trauma dan akhir nya sejak saat itu Adelio selalu di atur makanan nya, hingga kini Adelio menjadi tipikal orang yang tak terlalu menyukai makanan apalagi camilan.


Adelio melahap pelan french fries di meja di hadapan nya..dan menyesap minuman cola dengan perlahan, Leanna memperhatikan nya..


Jujur Leanna merasa kenapa hanya makan kentang goreng saja Adelio sangat menawan, bahkan kentang goreng nya menjadi sangat berkelas saat di makan Adelio..ha ha..


"terimakasih..Lea.." kata Adelio


"hah..?" Leanna tergagap, ia kaget dari lamunan nya yang membuyar saat mendengar Adelio bicara pada nya


"terimakasih atas makanan nya" kata Adelio lagi

__ADS_1


"oh...oke" balas Leanna saat otak nya mulai nyambung lagi


sesaat kedua nya diam, masih tetap di mode rada-rada canggung gitu lah


"tapi Lea..kenapa kau harus menjamu ku seperti ini? Bukan kah pertolongan ku saat ini tetap tak sebanding dengan apa yang sudah ku lakukan pada mu waktu itu.., bukan kah sudah jelas kalau aku juga jahat nya tak jauh beda dengan para preman itu" kata Adelio merasa sadar diri.., Adelio masih tetap menyadari kesalahan nya hingga kini..hingga saat ini.


Leanna diam menatap Adelio, di tatap manik indah Leanna seperti itu jujur Adelio gugup apalagi ia memang punya salah pada Leanna dan ia masih takut kalau-kalau Leanna tak mau memaafkan nya seumur hidup...


Leanna menarik nafas perlahan dan berkata


"walau ini memang pahit untuk ku tapi ini juga bukan sepenuh nya salah mu.." ujar Leanna


Adelio menangkap Leanna sudah tau semua nya, ia menebak pasti Devid yang sudah memberi tahu Leanna tentang jebakan Cherry. dengan begini Adelio cukup lega kesalahfahaman ini terurai satu persatu.


Leanna melanjutkan kalimat nya lagi


"yah walau pun begitu, kau juga tak harus langsung menghukum ku seperti malam itu..,sekarang aku sudah kehilangan seluruh harga diri ku sebagai seorang gadis..aku bahkan tak pantas menyebut ku seorang gadis.." lirih Leanna enteng, seperti ia sudah kehilangan beban nya akan hal ini..


dua-dua nya terdiam, Adelio merasa sangat bersalah besar pada Leanna


belum sempat Adelio berkata, Leanna sudah lebih dulu tersenyum dengan tulus dan berkata


"sudah lah...anggap kita impas. mungkin jika tak ada kau aku pasti sudah akan mati di bunuh dan di gilir oleh para preman itu beramai-ramai..dan aku sama sekali tak tau entah bagaimana nasib ibu ku jika aku mati malam itu..." kata Leanna seraya mengingat bagaimana para preman itu menyiksa nya dan mencoba memperko5a nya, sangat mengerikan sekali..., Leanna tak sanggup membayangkan nya.


Adelio menatap Leanna sendu dan dalam...


"Leanna..." lirih nya


"..ya?" sahut Leanna pelan

__ADS_1


"menikah lah dengan ku..." pinta Adelio tulus..


__ADS_2