OBSESS

OBSESS
OBSESS 48


__ADS_3

Seperti yang kita tahu sejak Cherry memberi tahu pada Mommy Adelio tentang Leanna hari itu, kedua orang tua Adelio jadi nya mengetahui Adelio yang sedang dekat dengan seorang gadis dari kalangan biasa, pada dasar nya Adelio sejak tak pernah dekat-dekat dengan wanita secara spesial, ia hanya dekat dengan wanita sebatas teman-teman nya saja. tentu saja jika Adelio dekat dengan seorang wanita dengan istimewa begini pasti lah membuat kedua orang tua nya merasa penasaran bukan..


mommy dan Daddy Adelio tiba di tanah air sore hari, dan langsung di jemput ajudan pribadi menuju ke kediaman utama Sanders.


Sementara itu Cherry akhir nya di jeblos kan ke dalam bui sesuai dengan perbuatan yang di lakukan nya, ia yang jelas-jelas sudah terbukti dengan nyata menjadi otak suatu rencana kejahatan yang mengancam dan membahayakan nyawa orang lain.


Dalam hal ini mama nya Cherry menjadi orang yang paling kebakaran jenggot, bagaimana pun sedari kecil ia tak pernah kecolongan dalam melindungi Cherry dari tempat seperti ini.


memang harus nya..pada kenyataan nya jika kesalahan Cherry yang lama di buka lagi ia memang sudah bisa di kurung dalam penjara ini sejak lama.. hanya saja ia beruntung karena mama nya yang selalu memainkan peran menggunakan uang dan kuasa yang mereka punya.


Kadang kala mama Cherry ini pernah memindah kan kesalahan Cherry pada orang lain, istilah nya orang itu di bayar mahal untuk menanggung perbuatan nya Cherry dan menggantikan Cherry dalam menjalani prosedur hukum yang seharus nya. Ini akan sangat mudah bila ada seseorang yang membutuhkan uang jumlah besar dalam waktu singkat. Mama Cherry dengan mudah bisa mencari orang miskin yang membutuh kan uang dengan cara cepat. Separah itu kelakuan ibu dan anak yang kaya ini...


Sekarang ia malah tak bisa apa-apa saat melihat Cherry menangis meraung-raung seperti orang gila di seret sipir penjara.


"pah..kenapa papa diam saja Cherry masuk ke dalam neraka itu?" keluh mama Cherry pada suami nya malam itu di kediaman Bagaskara


"biarkan saja dia, dia bersalah..itu sudah seharus nya ia jalani" kata Tuan Bagaskara, papa nya Cherry ini dengan tegas


"tapi pa..itu puteri bungsu kita.." belum selesai mama Cherry ini berkata, Tuan Bagaskara sudah memotong nya

__ADS_1


"puteri yang mana pun, putera yang mana pun..mereka harus di hukum sesuai dengan sanksi apa yang telah mereka perbuat" kata Tuan Bagaskara..


"tapi..pa..mama gak tega.." mama Cherry mulai menangis..


Tuan Bagaskara memandang istri nya dengan tatapan penuh cemo'ohan..


"mama tau ini lah hasil dari didikan mama selama ini, mama terlalu memanjakan nya, selalu saja kerap kali menyembunyikan menutup-nutupi kesalahan nya sedari dulu..mama lihat dia sekarang tumbuh menjadi orang yang sombong, congkak,jahat dan semau nya..dia jadi tak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah..." kata Tuan Bagaskara dengan geram


Nyonya Bagaskara, mama nya Cherry ini hanya bisa menangis


"lihat..sekarang mama juga menjadi seperti ini kan? mama kehilangan anak kesayangan mama sampai masuk ke penjara itu adalah akibat dari semua yang mama tanam..ini adalah hasil dari perbuatan mama sendiri.., semua adalah salah mama sendiri. Seandai nya mama lebih keras dan tegas pada nya, semua tak akan jadi seperti ini..mama tau kalau mama hanya kehilangan anak kesayangan mama saja..tapi papa harus kehilangan muka di depan para klien papa.., kedua kakak nya juga harus menanggung malu karena perbuatan nya.., jadi biarkan saja dia mendekam di penjara" papar papa Cherry,Tuan Bagaskara ini dengan emosi


"tidak..,papa gak akan melakukan apa-apa..biarkan saja dia, bukan nya selama ini mama bisa mengatasi sendiri tanpa mendengarkan perkataan papa sedikit pun" balas sang papa dengan sengit


mama Cherry terdiam..lalu mulai berkata lagi


"mama juga gak akan minta bantuan sama papa jika mama bisa sendiri mengurus nya,pa.. masalah nya mama gak akan bisa menghadapi Adelio.." kata mama Cherry dengan airmata dan raut yang suram..


Tuan Bagaskara hanya diam dengan wajah membatu tak mau menjawab perkataan istri nya sama sekali..

__ADS_1


mama Cherry gak habis kata, ia terus memelas...memohon pada suami nya agar mau membantu dan berubah fikiran.


"pa..papa gak kasihan sama Cherry, dia puteri kita pa..harapan kita..., kalau dia masuk penjara, gimana dengan masa depan nya pa..." mama Cherry masih terus menangis dan berderai air mata sejadi-jadi nya


Tuan Bagaskara menjawab dengan nada acuh tak acuh


"papa memang sejak dulu gak pernah punya harapan apa-apa sama anak pembuat onar itu, mama saja yang selalu memanjakan nya dan membeda-bedakan anak satu dengan anak yang lain" sungut Tuan Bagaskara, ia tak peduli istri nya terus menangis meratap-ratap


Tuan Bagaskara menarik nafas dan berkata...


"Dulu papa ini selalu sedih melihat mama yang selalu terlihat timpang menyanyangi anak tidak sama rata, kakak nya Wulan dan Robert selalu kamu kesampingkan dan hanya memanjakan Cherry seorang saja..! Hanya karena Cherry mama anggap memiliki fisik dan visual yang sangat cantik ketimbang Wulan, dan mama juga tak pernah peduli pada anak kedua mama Robert yang selalu mama anggap dia tak se-tampan putera-putera teman mama..iya kan? tapi sekarang papa bersyukur anak yang mama manjakan itu benar-benar tak ada guna nya. dan papa bisa lebih tenang karena Wulan dan Robert sejak kecil tak pernah bikin masalah dan malah sekarang selalu rajin membantu usaha keluarga bukan nya sibuk menghabiskan uang seperti Cherry puteri kesayangan mama itu..jadi papa nggak peduli mau Cherry gak punya masa depan mau di penjara sampai kapan pun papa gak peduli, toh papa masih punya satu putera dan puteri lagi yang bisa di andal kan.., Papa masih punya Wulan dan Robert" kata Tuan Bagaskara seraya meninggalkan mama Cherry yang masih sesegukan dalam tangis nya.


Ia tak menyangka prilaku nya selama ini berdampak buruk untuk anak-anak nya. Yah efek nya bukan hanya Cherry yang jadi tak terarah tapi kedua anak nya yang sulung dan yang tengah tak pernah dekat dengan nya. Sejak kecil ia selalu memberikan kepengurusan Wulan dan Robert pada pengasuh, ia selalu sibuk sendiri..namun setelah Cherry lahir ia memberikan seluruh perhatian dan cinta hanya pada Cherry yang cantik dan semakin mengesampingkan Wulan dan Robert.


Nyonya Bagaskara bukan tanpa alasan tapi alasan nya terlalu sakit jiwa. Sebetul nya Wulan dan Robert sangat mirip dengan nya, Nyonya Bagaskara ini memang asli nya berwajah pas-pasan tapi dengan uang ia melakukan berkali-kali operasi di masa muda hingga menjadi sangat cantik, lahir nya Wulan dan Robert yang mirip dengan nya membuat nya shock dan ingat masa lalu. Jadi saat Cherry lahir begitu sangat cantik, ia sangat mirip Tuan Bagaskara yang memang asli nya sangat tampan..


Nyonya Bagaskara masih sangat ingat Cherry waktu bayi sangat mengemaskan dan cantik.. kulit nya putih,pipi nya memerah,hidung nya mancung dan tinggi, dagu nya lancip seperti boneka, bibir nya merah membentuk gemas ngemut-ngemut seperti sedang ingin menyusu...


Tapi sekarang jatuh cinta Nyonya Bagaskara pada puteri bungsu yang terlalu besar telah membuat nya membentuk seorang bayi lucu menjadi sosok monster

__ADS_1


__ADS_2