
Adelio menggandeng Leanna hingga di depan teras luas kediaman Sanders yang teras luas yang menghadap ke pekarangan super luas pula juga di hiasi air terjun buatan yang sangat besar pula di depan nya itu.
Dua orang hampir tidak menyadari posisi tangan yang seperti sekarang ini.., Leanna sejenak berfikir bagaimana pun Adelio ini terlihat bersungguh-sungguh dengan cara diri nya yang rela membela Leanna di depan kedua orangtua nya seperti barusan tadi.
"Adelio.." panggil Leanna pelan saat langkah kedua nya berhenti di teras mansion besar ini
"uhmm" jawab Adelio, ia juga melepas gandengan nya pada pergelangan Leanna
Adelio sadar barusan tadi ia terbawa suasana hingga lupa kalau diri nya sejak tadi menggandeng Leanna...
"maaf kan aku" kata Adelio
"tidak.., tidak apa.." balas Leanna cepat, bagaimana pun Adelio tadi membela nya...masa' iya di gandeng Adelio secara spontan saja ia mesti protes? tidak kan?
"maaf kan juga atas tindakan kedua orang tua ku" kata Adelio lagi, ia tak enak hati jika sampai ada perkataan kedua orangtua nya yang telah menyinggung Leanna
"tapi..Adelio orangtua mu tidak bersalah apa pun pada ku, mereka tidak melakukan apa-apa" kata Leanna apa ada nya
Adelio menautkan alis nya, benarkah yang di katakan Leanna?
"Nofa bilang mereka menyuruh orang membawa mu menemui mereka.." kata Adelio tapi Leanna buru-buru melanjutkan ucapan nya..
"iya, tapi mereka hanya meminta ku duduk untuk bertanya tentang hubungan mu dan aku tapi kau sudah keburu datang dan berkata seperti tadi lalu kau menarik ku pergi dari sana.." Leanna berkata apa yang terjadi sesungguh nya
Adelio terdiam...
"oh ya?" Adelio merasa ia tadi pastilah terlihat sangat aneh tiba-tiba datang berkata seperti itu di depan kedua orangtua nya, di mana sebelum nya ia bahkan tak pernah sebegitu nya dengan wanita selain Leanna.
__ADS_1
Suasana canggung, tidak ada yang berbicara lagi di antara kedua nya..
"Leanna.." Adelio kemudian memecahkan kesunyian,, mencairkan kecanggungan yang sedang berlangsung sekarang ini
"ya.." Leanna menjawab cepat seperti murid yang patuh pada guru nya, hingga wajah cantik Leanna terlihat makin sangat lucu
"kau..." Adelio hendak menanyakan sesuatu tapi kalimat nya terhenti di awal..
"maksud ku, kau akan menjawab apa tadi..saat kedua orangtua ku menanyakan hubungan kita?" tanya Adelio akhir nya..
Leanna menatap Adelio dengan ekspersi bengong, cantik sekali..mata nya yang bulat itu mengerjap-ngerjap dengan bingung karena sebetul nya tadi saat kedua orangtua Adelio bertanya ia pun sebetul nya sama sekali tidak tau harus menjawab apa..
"aku..." Leanna masih mencoba merangkai kalimat di otak nya yang ia sendiri pun tak tau apa yang harus ia katakan
Adelio menatap Leanna serius dan itu makin membuat Leanna tak tau mesti berkata apa..pria tampan satu ini kenapa sangat menjengkel kan..selalu bisa membuat pikiran orang menjadi kacau.. batin Leanna ..
beberapa saat seorang pria rapi turun dari arah depan kemudi yang bisa di pastikan itu adalah supir pribadi sang empu nya mobil.
pintu mobil belakang terbuka dan sesosok wanita paruh baya cantik turun dari sana, Nyonya Bagaskara.
sejak awal Adelio sudah cukup mengenal mobil yang sering di pakai Nyonya Bagaskara itu, hanya saja ia mengira itu hal biasa karena Nyonya Bagaskara mungkin ada keperluan dengan kedua orangtua nya.
tapi ternyata Nyonya Bagaskara melangkah ke arah mereka berdua..
"selamat siang Adelio..." sapa Nyonya Bagaskara ramah seperti biasa, hanya saja nampak jika di perhatikan mata dan wajah nya sedikit sembab. ya jelas saja akhir-akhir ini Nyonya Besar satu ini memikirkan Cherry sang puteri kesayangan nya yang berada di bui.
"selamat siang juga Tante.." balas Adelio sopan
__ADS_1
"silahkan kedua orangtua ku ada di dalam" lanjut Adelio lagi dengan senyuman sopan khas nya...
"tidak..tidak., tante sengaja datang kesini ingin bertemu dengan mu, tante bukan ingin bertemu Mommy dan Daddy mu" ralat Nyonya Bagaskara cepat..
Ternyata Nyonya Bagaskara nekat ingin bernegosiasi secara langsung dengan Adelio, ia kenal Adelio anak baik dan sopan sejak dulu, Adelio bukan lah orang jahat dan kejam..Adelio hanya akan sangat menakutkan jika ada sesuatu yang memicu kemarahan nya, itu saja.
demi Cherry, Nyonya Bagaskara rela melakukan hal ini..meskipun ia tak yakin apakah Adelio tidak akan terus menghalangi diri nya untuk menjamin Cherry. Nyonya Bagaskara berharap Adelio bisa menarik tuntutan kuasa nya dan tak lagi berdiri dengan kuasa besar nya untuk menghalangi Nyonya Bagaskara dalam menolong Cherry.
"Tante mohon, bisakah kau tarik mandat kuasa mu di sana..agar tante bisa membebaskan Cherry.." Nyonya Bagaskara memohon..wajah nya memelas dengan sungguh-sungguh, tidak ada kesombongan sama sekali
Adelio sudah bisa menebak sejak awal jika Nyonya Bagaskara ingin bicara pada nya sudah pasti mengenai hal ini.., memang nya mengenai apa lagi selain hal ini?
"Tante..puteri anda bersalah..ia pantas mendapatkan hukuman saat ini..itu layak untuk kejahatan nya" ujar Adelio datar seraya melirik Leanna di samping nya
"Adelio..Tante berjanji jika kau mengizinkan untuk tante menjamin nya..ke depan nya Cherry tak akan berani bertingkah lagi, tante akan mengurus nya. tante akui ini semua memang salah tante..jadi ke depan nya tante akan mengurus Cherry lebih tegas lagi.." Nyonya Bagaskara benar-benar memohon dan mulai menitikkan airmata kesedihan nya..
"tante gak sanggup melihat Cherry susah di dalam bui sana.." isak Nyonya Bagaskara
Leanna menatap sosok ibu yang menangis untuk seorang puteri nya begini, ia menjadi ingat ibu nya di rumah... Leanna tau ini tentulah mama nya Cherry. Sesaat sebelum nya tadi Leanna merasa mama nya Cherry ini terkesan egois karena tak membiarkan anak nya menebus kejahatan yang telah di perbuat anak nya, tapi setelah melihat kata demi kata nya begini lah cinta seorang ibu yang terkadang terkesan tak masuk akal..ada rasa iba saat Leanna melihat seorang wanita paruh baya memohon pada orang yang lebih muda demi anak nya, ia mengesampingkan harga diri nya yang sebetul nya berusia lebih tua.
Nyonya Bagaskara memang kaya tapi berhadapan dengan Adelio tampak nyata Nyonya ini tak berkutik seperti orang yang tak punya kuasa apa-apa seperti kenyataan nya. Leanna merasa ini sama seperti ibu nya yang miskin saat berhadapan dengan orang yang kaya.. yang pada kenyataan nya ibu nya memang tak punya apa-apa untuk di andalkan.
Nyonya Bagaskara melirik juga pada gadis di samping Adelio..gadis ini begitu menawan..oh tuhan ini kah Leanna..Nyonya Bagaskara langsung menebak kalau ini sosok Leanna Mei..karena gadis ini terlihat mengenakan pakaian biasa yang bukan brand ternama sama sekali dan siapa pun sudah tau kalau teman-teman Adelio kesemua nya adalah dari kalangan atas.. , jadi sudah pasti kalau gadis dengan penampilan biasa ini pastilah Leanna.
Kenapa Nyonya Adelio bisa menebak begitu yakin, karena gadis ini walau hanya mengenakan celana jeans hitam dan atasan rajut biasa yang pasti di beli di pasar biasa pula..tapi gadis ini sangat menarik,menawan dan sangat mempersona.., ada sesuatu yang membuat nya sangat memikat..dan tentu lah jika Adelio menyukai gadis dari kalangan biasa pastilah sosok gadis nya sudah pasti sangat cantik dan luar biasa seperti gadis di hadapan nya ini..
"kamu...Leanna..?" tanya Nyonya Bagaskara pada Leanna..dengan intonasi pelan dan hati-hati..
__ADS_1