
"tapi kenapa kau balik lagi kemari? apa kau baru sadar kalau kau sama sekali belum menyapa orangtua mu?" sindir Nyonya Sanders pada putera nya ini
Adelio hanya balas meringis, ia tahu mommy nya pasti mempermasalahkan diri nya yang jarang menampakkan batang hidung ke kediaman utama Sanders ini, tapi saat tadi Leanna di bawa kemari ia malah langsung melesat seperti kilat.
tapi selain ingin membahas dan ingin memberi pengertian pada orangtua nya perihal Leanna dengan orangtua nya ternyata Adelio juga punya kepentingan sendiri.
Ia baru saja berjanji pada Tuan Bagaskara di sini, jadi ia ingin menunggu sang paman itu terkait urusan nya dengan Cherry.
Cukup lama Adelio dan mommy nya berbincang mengenai Leanna, sampai pada di titik di mana hal yang membuat sang mommy penasaran
"Mommy penasaran dengan ayah Leanna yang kata nya dari keluarga kaya itu, apa kau tidak penasaran Adelio? Bagaimana kalau kau suruh orang-orang terbaik mu untuk mencari tuntas perihal ini.." saran sang Mommy..
"sebenci apa pun ia pada ayah nya, Leanna pasti punya rasa penasaran yang besar juga di balik masa lalu nya ini..,iya kan..?" kata mommy lagi
Adelio mengangguk...ia langsung mengerti apa yang mommy nya maksud kan.
Saat mereka sedang membahas hal ini, Tuan Bagaskara masuk dan tak sengaja mendengar penggalan cerita mereka..
Seorang pria kaya yang meninggalkan kekasih nya yang sedang hamil muda.., kekasih nya adalah dari kalangan orang tak berada..
Tuan Bagaskara sedikit linglung mengapa semua ini hampir mirip dengan cerita seseorang yang ia kenal?? apalagi kejadian nya sama persis di dua puluh tahunan yang lalu.., itu sama seperti kisah sahabat nya yang memiliki pacar miskin lalu terpaksa meninggalkan sang pacar karena di tentang orangtua dan keluarga besar nya.
__ADS_1
"maaf..aku tidak sengaja mendengar nya.." kata Tuan Bagaskara mengejutkan Adelio dan mommy nya.
Sesaat Tuan Bagaskara bergabung bersama orang-orang dan memegang batang hidung nya dengan bingung..
Adelio dan mommy nya masih tak mengerti dengan apa yang Tuan Bagaskara maksud kan
"Adelio..siapa perempuan yang kamu maksud, apakah dia ibu nya Leanna...? gadis yang di aniaya Cherry..?" cecar Tuan Bagaskara
Adelio langsung menangkap ada sesuatu..tapi ia tak mungkin menceritakan rahasia Leanna ini pada Tuan Bagaskara..
Namun saat Tuan Bagaskara berkata..
Adelio dan mommy saling pandang satu sama lain..
Tuan Bagaskara menghela nafas dengan berat..ia berkata pada mommy Adelio yang saat ini berada di samping nya
"wanita ini sulit di temukan, aku sudah mencari nya kemana-mana..ke pelosok mana pun alu berusaha mencari..tapi ia seperti bersembunyi, beberapa tahun setelah nya aku dan istri ku pernah membayar orang tapi foto ini kesulitan mencari dengan yang asli nya karena..mungkin saja ia sudah berubah renta tak mirip seperti di foto lagi.." lirih Tuan Bagaskara bingung
Adelio meraih foto usang di tangan Tuan Bagaskara..ia menelisik wajah di foto dan mengingat-ingat wajah ibu nya Leanna..sesaat ia berfikir saat sedang di rumah Leanna ia pernah menemukan foto tua yang terselip di salah satu majalah lama di ruang tamu..wajah di foto tua itu sangat mirip dengan wajah wanita di foto ini..dan saat itu ibu Leanna berkata bilang kalau itu foto lama nya di masa muda..sekarang ia sudah kehilangan wajah cantik di masa muda nya itu.
ya, penyakit dan hidup susah benar-benar menggerogoti kecantikan yang sang ibu miliki, ia benar-benar menjadi terlihat sangat kurus dan keriput bahkan ia terlihat lebih tua dari usia ia seharus nya. Jika tidak di teliti dengan baik, maka tak akan ada yang tau kalau sang ibu dengan sosok di foto adalah orang yang sama.
__ADS_1
"paman..benar sekali..ini adalah ibu nya Leanna.." jawab Adelio yakin..
Tuan Bagaskara meraup wajah nya sendiri, ia menyesali kebodohan nya yang bahkan tak bisa menemukan wanita yang di amanat kan oleh sahabat terbaik nya sendiri itu. padahal ia punya kekuasaan dan kekuatan yang cukup untuk sekedar menemukan satu orang saja.. tapi ternyata Tuhan berkehendak lain lagi..ia malah baru menemukan wanita yang sangat di cintai sahabat nya ini setelah kurun waktu yang sangat lama seperti ini..
Di tambah lagi, puteri sahabat nya..di aniaya oleh puteri nya sendiri..sangat miris sekali bukan?
"aku harus bertemu dengan wanita itu" gumam Tuan Bagaskara
"Adelio katakan pada paman di mana alamat mereka, paman ingin menemui mereka..".pinta Tuan Bagaskara bersungguh-sungguh..
💚💚💚💚💚💚
Tanpa menunda waktu lagi..Nyonya Bagaskara menjamin Cherry, Nyonya Bagaskara rela membayar dengan nominal uang yang tidak sedikit..benar-benar sangat besar jumlah nya.
hukuman Cherry memang di ringankan dengan jaminan besar dan surat perjanjian khusus itu, Cherry Mozza Bagaskara ini hanya cukup mendekam di dalam kurungan selama kurang lebih dua bulan..setelah itu ia di bebaskan dari kurungan namun tetap dengan syarat ia harus lah tetap wajib lapor setiap waktu yang di tentukan..istilah nya Cherry ini adalah tahanan luar...ia juga ke depan nya tidak bisa lagi bertindak semau nya seperti yang sudah-sudah. Setelah ini prilaku nya harus di perhatikan lagi karena sudah ada tanda tangan pada berkas perjanjian yang di lakukan secara hukum.
Cherry juga tentu tak bisa berlaku seenak nya karena Nyonya Bagaskara akan memantau nya, ia tentu tak mau jika puteri bungsu nya kembali terlibat hal seperti ini karena kesalahan nya sendiri sebagai sosok orang tua yang tidak tegas sebelum nya. bahkan ia terlampau pilih kasih juga kepada dua anak yang lain nya
Cherry keluar dengan raut kusut, wajah nya terdapat beberapa cakaran..ia benar-benar tak tearah dan selalu songong di lingkungan penjara, ia juga kesal dan tak tau terimakasih pada sang mama saat ia masih harus menjalani kurungan dua bulan sebelum di keluarkan dari kurungan ke-parat ini
"apa guna nya kekayaan dan kekuasaan yang kalian punya.., jika melindungi anak sendiri saja kalian tidak bisa " sinis Cherry penuh protes
__ADS_1