
dan ternyata benar Devid memang menawarkan Leanna mengisi acara di suatu pesta. tapi Devid masih ingin meyakinkan lagi karena Leanna orang nya tak punya banyak waktu karena selalu sibuk dengan kerjaan nya.
Kebetulan sekali hari itu bertepatan dengan bu Saswo menutup rumah makan nya karena juga harus catering di acara keluarga. Leanna bernafas lega karena bisa menerima tawaran Devid yang bayaran nya tentu lumayan, ia bisa menambah penghasilan untuk membeli stock persediaan obat ibu nya.
Leanna ini memiliki suara yang indah, hanya saja ia tak seberuntung orang-orang. Jika agensi melirik nya tentu lah ia bisa memperbaiki perekonomian keluarga dengan menjadi selebritis. Namun Kita tau sendiri menjadi seorang artis bukan hanya talent saja namun juga keberuntungan.
di luaran sana bukan kah kita sering melihat orang yang suara nya biasa saja bahkan talent pun biasa saja tapi bisa menjadi artis karena keberuntungan nya. Leanna hanya kurang beruntung saja..
Saat selesai deal nya dengan Devid, Leanna segera berbalik bersiap untuk performance tapi tanpa sengaja ia melihat meja di belakang Devid, tempat tadi Devid berada..
di sana pria bernama Adelio itu sedang duduk dengan enjoi tanpa mempedulikan sekitar, ia asik dengan gawai di tangan nya, seperti nya pria itu asik bermain game dengan santai nya. Oh, ternyata Devid datang kesini bersama Adelio..lalu siapa pria satu lagi di sebelah nya dengan tampilan modis anakmuda masa kini itu? Leanna mengingat merasa mengenal pemuda itu..ah ya dia adalah pria yang kerap kali mengantar makan siang ke toko. pemuda itu tak lain adalah pengawal Adelio..,Nofa.
Leanna sudah lama tidak melihat Adelio, hari ini tau-tau pria ini muncul di rumah nya dengan membawa banyak oleh-oleh, lalu tau-tau juga muncul di kafe ini.., seperti nya pria ini memang tipikal yang sering datang dan pergi sesuka hati.
dalam hal ini Leanna terlalu banyak berfikir dan berburuk sangka karena pada dasar nya saat Adelio menghilang itu artinya pria ini sedang tidak ada di tanah air. pria bernama Adelio ini pergi untuk mengurus perusahaan milik nya di luar negara.bagaimana pun ia adalah Ceo sekaligus pemegang saham teratas di perusahaan nya. walau pun ia punya presiden dan direktur untuk mengurus segala sesuatu nya tapi tetap saja ia harus datang sesekali.
Kalau di fikir-fikir Adelio ini memang orang yang sibuk, selain mengurus kepemilikan perusahaan sendiri ia juga harus menyibukkan diri sebagai pewaris utama keluarga nya. Ia harus mengurus usaha keluarga Sanders yang kita tau begitu besar dan meluas.
selama Leanna performance menghibur para pengunjung dengan suara manis nya yang menawan, ia tak bisa tak diam-diam melirik pada sosok memikat di samping Devid. orang itu sudah pasti Adelio.
Leanna sebetul nya tak ingin, tapi pikiran nya lagi-lagi menghianati nya..ia seakan ingin sekali melihat pria bernama Adelio itu. apalagi semakin lama tak terlihat pria itu semakin mempesona. entah Leanna yang merasa diri nya lebai dan aneh tapi pada kenyataan nya sosok Adelio benar-benar semakin mempesona parah.
Leanna berusaha mati-matian melawan perasaan nya,pokok nya ia tak boleh tergoda pada pria bernama Adelio ini sampai kapan pun.
Devid, Adelio dan Nofa terlihat kerasan nongki di kafe hingga Leanna selesai performance..
Sebentar lagi kafe akan tutup, hanya instrumen yang terdengar mengalun lembut mengiringi para pengunjung di kafe.
__ADS_1
Devid memanggil Leanna mengajak gadis itu sekedar menghabis kan minuman.., Leanna agak ragu apalagi ia melihat sosok Adelio di sana.
Leanna duduk di antara orang-orang, Devid dan Nofa sengaja memberikan Leanna kursi di samping Adelio yang mau tak mau Leanna duduki juga walau pun penuh dengan keraguan.
entah sejak kapan ini berlaku atau kah sudah lama berlaku namun justru Leanna yang baru menyadari, ia merasa dugun-dugun parah saat di samping Adelio seperti sekarang ini.
Pria itu tak melihat nya hanya melirik sedikit dan tersenyum samar..
"hai.." sapa Adelio pelan
"..hai" balas Leanna hampir tak terdengar
lagi-lagi entah kenapa Leanna merasa aura Adelio sangat teduh dan menenangkan sehingga ia merasa nervous. entah mungkin saja memang Leanna yang baru menyadari nya..
Devid menuangkan minuman untuk Leanna
"ti-dak usah..aku bisa pulang sendiri" tolak Leanna halus
Devid menggeleng, ini sudah sangat malam..karena pengunjung terlampau ramai jadi nya Kafe di tutup lebih lama malam ini itu membuat Leanna harus lembur malam ini.
Jika di fikirkan para pria ini sangat baik, mereka malam ini rela menunggu karena memikirkan Leanna harus pulang sendiri malam-malam lewat dari waktu ia pulang biasa nya.
Devid membayar bill, Nofa sibuk dengan ponsel di tangan nya.., tinggal Leanna dan Adelio yang hanya diam membisu terasa canggung tak tau harus melakukan apa selanjut nya.
mengerahkan seluruh keberanian Leanna akhir nya berkata pada Adelio
"terimakasih..tadi sudah membawakan ibu ku hadiah..beliau sangat senang sekali" kata Leanna akhir nya..
__ADS_1
Adelio menoleh pada Leanna beberapa detik..lalu ia mengalihkan kembali pandangan nya ke depan
"ya.." jawab Adelio
"tapi Adelio..." Leanna berkata lagi
Adelio menoleh lagi pada Leanna
"hanya kali ini saja, lain kali aku mohon tidak usah..aku tak mau menerima budi yang terlalu banyak itu akan membuat ku terbebani" Leanna mengutarakan alasan nya..
Adelio menatap wajah cantik itu lekat, ia sebetul nya rindu sekali. gadis ini ada di depan nya..ingin sekali ia menciyum nya, mengec-up bibir nya.
"..ya" akhir nya hanya itu yang keluar dari bibir Adelio lagi dan lagi..
Leanna merasa malam ini Adelio berubah menjadi lebih kalem dari biasa nya
Karena Devid terus memaksa akhir nya Leanna ikut pulang bersama para pria ini, ia juga merasa ini terlalu larut dari biasa nya.
Saat mereka pulang Devid sengaja duduk di depan di samping Nofa yang menyetir.
Devid menyuruh Leanna duduk di samping Adelio ..
Sepanjang perjalanan tidak ada yang bersuara hanya Devid dan Nofa yang sesekali berkelakar ringan. Adelio lebih banyak diam apalagi ia tak fokus karena gadis yang ia cintai dan juga gadis yang sama yang seringkali memberi nya luka sekarang ini ada di samping nya.
Leanna juga tak tau harus berkata apa, kelihatan nya tadi saat ia mengajak Adelio berbicara pria ini hanya menjawab sesingkat nya saja.
"Adelio...aku.." Leanna baru akan berbicara dan Adelio langsung menoleh pada nya, tentu saja hal itu membuat kata-kata Leanna tercekat di tenggorokan..
__ADS_1