
Cherry kaget bukan kepalang, ia reflek memegang hidung nya yang terasa sakit luar biasa akibat bogeman mentah yang di berikan Leanna barusan
"pela-cur kurang ajar !!!" teriak Cherry seraya reflek mengangkat tangan nya hendak menampar Leanna lagi tapi belum sempat ia lakukan yang ada satu bogeman mentah lagi dari Leanna malah mendarat di pipi kiri nya.
Buaaghh!!
tidak ada ampun lagi, kali ini Cherry pun benar-benar jatuh terduduk..
"aku tidak akan membiarkan satu orang pun di dunia ini yang berani mengejek ibu ku" kata Leanna tajam
"siapapun orang nya yang berani mengejek ibu ku, aku pastikan akan berhadapan langsung dengan ku" lanjut Leanna lagi dengan intonasi penuh amarah
Semua nya terjadi begitu cepat, teman-teman Cherry baru siap beraksi hendak mengeroyok Leanna, tapi dengan sigap Leanna mundur dan mengambil sebatang pipa besi yang kebetulan tergeletak tak jauh dari sana.
Leanna mengacung kan pipa besi tersebut mengarahkan kepada para gadis kaya ini
"ayo siapa yang berani maju?" tantang Leanna
teman-teman Cherry tentu saja agak mundur jika Leanna sudah memegang tongkat pemukul seperti itu. Apalagi ujung pipa besi nya terlihat kotor,berkarat dan tajam bekas pecahan..mereka yang cantik dan molek-molek ini tentu tak ingin mengambil resiko
"pengecut lepaskan dulu pipa itu jika kau memang berani melawan kami" kata salah satu teman Cherry
Leanna tersenyum samar
__ADS_1
"apa beda nya dengan kalian? Kalian juga pengecut kan berani nya main keroyokan" balas Leanna sengit..
melihat tak ada pergerakan dari gadis-gadis ini, Leanna pun segera berbalik dan bergegas pergi dari sana tanpa melepas kan pipa di tangan nya.
gadis-gadis ini pun hanya bisa pasrah melihat kepergian Leanna..,
setelah Leanna menghilang mereka buru-buru segera membantu Cherry yang masih terduduk di bawah karena di serang Leanna beberapa saat yang lalu..
Cherry bangkit di bantu teman-teman nya, ia kesal sekali hidung nya sampai sedikit mimisan gara-gara pukulan dari Leanna, sakit sekali.
"gadis miskin kurang ajar, tidak tau malu" umpat nya dengan gumaman karena menahan nyeri di bagian pipi dan hidung nya. Cherry benar-benar tak menyangka kalau Leanna akan membalas nya dengan tonjokan ala laki-laki seperti tadi.
mungkin Cherry tak menyadari nya kalau Leanna adalah sosok gadis yang sedari belia nya selalu bertarung melawan dunia, bekerja keras, dan selalu penuh semangat. tak akan pernah ada dalam kamus hidup seorang Leanna menjadi sosok wanita yang menye-menye. kondisi hidup telah memaksa nya untuk memiliki karakter yang kuat dan menjadikan nya sosok gadis yang cukup keras pula.
"tunggu saja akan ku balas dia" kata Cherry seraya menggertakkan gigi nya dengan geram.
yang lain nya tampak mengangguk setuju..tapi Cherry malah menggeleng
"tidak, tidak bisa" ujar Cherry
teman-teman nya heran..
"kalau aku laporkan pasti aku juga kena, bukan kah barusan aku menampar nya berkali-kali, wajah nya pasti juga ada bukti memar" kata Cherry
__ADS_1
"lho, dia kan cuma gadis miskin, cher..dia gak akan menang melawan mu meski dia punya bukti juga, kamu itu anak orang kaya sama seperti kita yang sudah pasti punya lawyer sendiri" kata teman Cherry yang satu nya lagi
"kalian ini seperti gak kenal papa aku aja.." kesal Cherry, teman-teman nya terdiam saat masing-masing baru teringat seberapa disiplin nya papa Cherry si Tuan besar Bagaskara itu.
Ya meskipun Cherry puteri kandung nya ini terluka ia pasti akan melihat dan menyelidiki inti persoalan nya dulu, jika anak nya yang salah ia akan meminta maaf pada pihak yang di rugikan dan menawarkan perdamaian serta memberikan uang ganti rugi yang sepadan tapi itu balik lagi kepada yang di rugikan mau melaporkan atau tidak, Tuan Bagaskara tak akan memaksa namun sebisa mungkin ia menjamin kan perdamaian karena ia juga harus menjaga reputasi keluarga nya jika sampai puteri nya sendiri lah yang melakukan kesalahan. Tuan Bagaskara tak sembarang asal lapor, bila ternyata orang nya terbukti yang bersalah barulah ia melaporkan orang tersebut ke yang berwenang dengan menempuh jalur hukum.
Tuan Bagaskara ini orang nya teliti, disiplin dan jujur,juga sangat baik hati. Ia tak akan sembarang membawa perkara langsung pidanakan begitu saja sebelum tau dulu detil nya. Jadi jika Cherry berani melapor sudah pasti ia akan kena dan Tuan Bagaskara akan memarahi nya karena sudah berani mencoreng nama nya dengan masalah pribadi Cherry yang tak masuk akal.
Cherry ini terlalu manja, kelakukan nya jadi tidak masuk akal begini di karenakan mama nya lah yang selalu memanjakan. sejak kecil jika Cherry melakukan kesalahan apa pun mama nya selalu membela dengan embel-embel puteri kesayangan satu-satu nya.
"kamu buat saja si gadis miskin itu kehilangan pekerjaan nya, lalu buat dia tidak bisa bekerja di mana pun" usul salah satu teman Cherry
"tidak itu tidak akan berpengaruh" sahut Cherry dengan malas.. tidak tertarik
teman-teman nya merasa penasaran dengan maksud perkataan Cherry
Cherry kemudian berkata kembali seraya tersenyum dengan sinis..
"kalau dia aku buat gak bisa kerja di mana pun, Adelio pasti makin bantu dia dong..mereka pasti makin dekat.." kata Cherry mengemukakan alasan nya, teman-teman nya mulai mengerti
"aku akan balas dia dengan cara ku.." seringai Cherry, saat ini rencana jahat mulai berjalan dengan lancar di otak nya
"lihat saja, aku akan buat dia sengsara dan sekaligus Adelio akan menjauhi nya juga.., tujuan utama nya aku hanya harus membuat Adelio membenci nya dahulu..karena kalau Adelio sudah membenci nya maka aku akan dengan sangat mudah menghancurkan nya, setelah itu aku akan membuat nya benar-benar tidak bisa bekerja di mana pun juga...hhh tentu saja hal ini akan lebih sakit dan lebih sengsara ketimbang mendekam di dalam penjara bukan !?" Cherry memaparkan keinginan nya dengan nada yang jahat dan sangat kejam pula
__ADS_1
Semua teman-teman Cherry ini sama jahat nya dengan Cherry...sama sekali tidak jauh berbeda.
Mendengar apa yang barusan di katakan Cherry mereka pun ikut tersenyum seakan mendukung apa pun nanti nya yang akan di lakukan Cherry mozza Bagaskara ini pada gadis miskin bernama Leanna itu.