
Hari-hari berlanjut seperti biasa nya, Leanna memang tidak pernah melihat Adelio muncul lagi di hadapan nya semenjak hari itu. tapi Leanna tetap merasa kesal Adelio masih saja egois dan terlihat tak mengindahkan ucapan nya.
Leanna tau kalau beberapa hari ini pengawal Adelio masih saja mengikuti nya. Leanna mengenal pria muda berpenampilan cute bernama Nofa itu..karena beberapa kali pria itu lah yang mendatangi nya ke toko membawa kan makan siang spesial dari Adelio waktu itu..
bagaimana mungkin Leanna lupa. Leanna merutuki diri nya sendiri mengapa baru sadar sekarang kalau selama ini pengawal Adelio bernama Nofa ini terus mengikuti nya.
Hingga hari ini kesabaran Leanna sudah di ambang batas, ia segera berbelok ke tempat yang agak sepi lalu membuka video call di ponsel nya mulai menghubungi kontak Adelio.
Adelio yang sedang mengurus kerjaan nya merasa kaget juga karena tiba-tiba ia mendapat panggilan video dari Leanna untuk pertama kali nya, tanpa berfikir panjang Adelio pun buru-buru mengangkat panggilan nya..
saat tombol hijau Adelio tekan nampak terlihat lah wajah cantik Leanna yang sangat ia rindukan terpampang di sana di layar ponsel nya...wajah cantik dengan bentuk wajah yang imut dan mungil itu terlihat menunjukkan ekspresi yang tidak bersahabat pada nya.
Leanna menatap sengit pada tampilan wajah Adelio di layar ponsel nya, wajah tampan Adelio dengan garis rahang tegas itu tampak pasrah dengan pelototan yang di arah kan Leanna tajam tepat ke arah nya...
"Adelio..,cepat suruh pengawal mu pergi..berhenti mengikuti ku" titah Leanna kesal pada Adelio...
Adelio diam sesaat, ia hanya melakukan nya demi keselamatan Leanna..ia takut wanita nya kenapa-kenapa, seperti yang kita tahu bagi Adelio semenjak kejadian malam itu Leanna hanya lah milik nya. Jika ada yang mengawal Leanna seperti ini maka dengan begitu baru lah Adelio bisa bekerja dengan lebih tenang.
Yah andai saja Leanna lebih bisa mengerti dan mau menerima nya sebagai suami sejak awal sejak kini, semua tak akan serumit ini. Jika Leanna sudah menjadi istri nya maka Leanna hanya perlu duduk manis di rumah seperti seorang ratu, Adelio hanya perlu menyelesaikan pekerjaan dan urusan nya sementara Leanna aman di dalam istana nya. tapi begitu lah...sejak awal Leanna selalu tak sesuai harapan nya. Wanita ini selalu keras hati nya...
"Leanna..." suara berat Adelio terdengar dari balik panggilan video...
Adelio hendak beralasan tapi Leanna dengan kesal berkata
"kau suruh orang mu pergi sekarang juga atau kau mau melihat aku mati di sini, di depan mu?" ancam Leanna
__ADS_1
"Leanna jangan bertingkah aneh" Adelio menciut, bagaimana pun ia jauh dari wanita ini..di tambah Leanna memang rada-rada nekat juga
"aku hitung mundur dari sekarang segera suruh orang mu pergi...atau aku benar-benar bunuh diri di hadapan mu sekarang...di sini..?" Leanna berkata dengan lantang dan raut yang mulai mengerikan
"Lea..." Adelio mulai bingung mau bagaimana ia mengambil sikap..
Leanna tertawa samar...
"kau fikir aku tak berani melakukan nya?" tekan Leanna lagi, dan tangan satu nya mulai merogoh tas nya sendiri mencari-cari sesuatu...ia menemukan aksesoris bros pakaian milik nya yang kebetulan tusukan nya lumayan tajam..
belum sempat Adelio mengerti apa yang Leanna akan lakukan, Leanna malah dengan sigap menusuk kan aksesoris itu ke pergelangan nya dengan sangat kuat
"tiga...dua...satu..." kata Leanna....
dan Craakkk...!!! Leanna memberikan sayatan pada pergelangan putih mulus nya tepat di area nadi..
"Leanna..." Adelio panik
tapi wanita ini tak peduli, ia menyeringai dan makin menekan luka nya sendiri...Leanna rasakan perih memang tapi ia sudah tak peduli lagi apa pun sakit nya. ego nya telah mengalah kan rasa sakit nya. Kenapa tidak? Jika Adelio bisa bertingkah egois dari waktu ke waktu maka ia juga bisa lebih egois lagi mulai hari ini.
Adelio buru-buru mengambil ponsel yang biasa ia pakai untuk menghubungi Nofa...
"Nofa mundur sekarang...jangan ikuti Leanna lagi" titah Adelio panik
Nofa melihat Leanna dari jarak beberapa meter, ia tahu Leanna menghubungi seseorang di belokan gang..ia mengira Leanna masih akan ke toilet atau bagaimana jadi ia menunggu di sisi jalan dengan siaga.., saat Nofa mendengar titah Adelio ia mulai mengerti kalau saat Leanna menghilang di sisi gang itu ada hubungan nya dengan bos nya Adelio..
__ADS_1
Leanna mendengar lewat layar ponsel nya saat Adelio menghubungi Nofa, setelah nya Leanna mundur ke bibir gang dan melihat sosok Nofa yang mulai berjalan menjauh pergi...
Leanna tersenyum penuh kemenangan...
"terimakasih...Tuan Adelio..." seringai Leanna seraya menutup ponsel nya dengan puas.
Adelio belum sempat berkata-kata tapi wajah Leanna sudah menghilang dari layar ponsel nya berganti tampilan layar yang mulai menggelap.
Adelio melempar ponsel nya dengan sembarangan dan penuh amarah...lagi-lagi Leanna selalu tak sesuai dengan harapan nya, lagi dan lagi selalu terjadi dan itu terulang berkali-kali...
mengapa? mengapa selalu begini? Bahkan hampir segala sesuatu nya bisa ia kendalikan tapi seorang Leanna selalu sulit ia kendali kan, wanita yang di cintai nya ini selalu bertindak di luar nalar. Adelio meremas kepala nya sendiri dengan frustasi...
"Leanna.." lirih Adelio kesal..
Sementara itu Leanna yang setelah menutup ponsel nya, ia berusaha mencari sesuatu di tas dan saku pakaian nya untuk menutup luka nya, ada saputangan bersih milik nya di dalam tas..buru-buru Leanna menjadikan saputangan itu sebagai perban luka di pergelangan nya. Ia meringis menahan perih.. Ia hanya perlu ke apotik membeli pembersih luka agar pergelangan nya tidak ter-infeksi nanti nya.
Leanna meninggal kan tempat itu seraya memegang pergelangan nya, rasa perih baru makin terasa sekarang akibat dari efek luka di pergelangan nya yang ternganga.. Leanna segera menuju apotik untuk membeli cairan pembersih luka sekalian obat merah.
Kadang semua nya terasa Konyol memang, konyol dan di luar kendali. Leanna pun merasa ia sulit mengendalikan diri di depan Adelio sampai harus melukai diri nya sendiri seperti ini. Gila bukan?
Harus nya Leanna juga menyadari, kekecewaan dan kemarahan yang ia rasa pada Adelio bukan kah itu sebetul nya karena ia berharap lebih pada Adelio? Jika ia memang tak peduli pada Adelio harus nya ia tak perlu sekecewa ini pada pria itu.
Lalu mengapa ada banyak sekali kekecewaan pada Adelio di hati Leanna? apakah sebetul nya sosok pria bernama Adelio itu sejak awal memang ada tempat khusus di hati Leanna hanya saja Leanna yang terus berusaha mengetepikan nya karena sejak awal semua pria kaya sudah masuk daftar blacklist di hidup Leanna.
sebetul nya baik Adelio maupun Leanna...mereka berdua ini saling cinta...ya kan?
__ADS_1