
Leanna kembali ke tanah air dan mendapati ibu nya baik-baik saja karena perawat yang di bayar orang-orang Adelio ini menjaga ibu nya dengan sangat baik.
Ibu nya Leanna juga mengatakan kalau ia kedatangan tamu saat Leanna tak ada, ia adalah Mommy nya Adelio.
"mommy Adelio sangat baik dan ramah" cerita Ibu Leanna
"kau beruntung..keluarga Adelio bukan tipikal keluarga kaya dan sombong.." kata ibu Leanna
Leanna hanya tersenyum, dalam hati ia juga lega, Kedua orangtua Adelio menerima nya dengan sangat baik..
"ibu..ayo kita masak sesuatu.." ajak Leanna
"kau baru sampai, apa kau tidak lelah? Keisha bilang nanti juga ia akan datang membawakan makanan.." ujar ibu
"tidak apa-apa, lebih banyak lebih bagus, nanti kita bisa makan bersama Keisha.." sahut Leanna
"lagipula kebetulan hari ini aku belum masuk kerja,bu..dan besok aku harus kembali bekerja.." kata Leanna seraya mulai memakai celemek.
Leanna melihat bahan di kulkas cukup lumayan karena ibu nya bilang Keisha yang belanja selama Leanna tak ada.
selanjut nya hari-hari pun berlalu seperti biasa nya, Leanna bekerja penuh semangat seperti biasa bahkan ini boleh di bilang lebih semangat lagi.
Sudah lebih dari satu minggu setelah Leanna kembali ke tanah air. hari ini sebuah helikopter turun dan mendarat di atas atap salah satu gedung pencakar langit milik Sanders group. Seorang pria tampan turun dari helikopter dan kemudian melangkah dengan elegant bersama pengawal di sisi nya.., memang nya siapa lagi pemilik tubuh tinggi jangkung nan mempesona itu..? sudah pasti Adelio bukan??
Siang hari saat Leanna baru saja pulang bekerja ia melihat mobil mewah berhenti di dekat nya, James turun dan menghampiri nya..awal nya Leanna kaget juga, ada apa lagi ini? Leanna trauma dengan kejadian saat James mengabarkan Adelio yang sedang sakit parah di luar negara seperti hari itu.
Tapi saat Leanna melihat raut wajah James kelihatan nya tidak ada hal darurat yang terjadi, semua nya nampak baik-baik saja.
James membawa Leanna ke villa pribadi Adelio biasa nya. Leanna turun dari mobil dan segera masuk sendiri ke dalam sesuai dengan apa yang James intruksi kan barusan.
Leanna terus berjalan dan sampai di ruangan tengah Villa, di sana ia melihat sosok jangkung nan mempesona itu sudah berdiri tegak menghadap jendela besar sedang membelakangi nya..
Leanna tahu betul sosok mempesona itu pastilah Adelio,tampak belakang nya saja yang begitu sangat menarik hati..tentu,Leanna sudah sangat mengenali nya..
Adelio merasa ada nya pergerakan langkah kaki di belakang nya, ia perlahan menoleh..
Leanna melihat sosok menawan dan wajah tampan Adelio di depan nya..begitu juga Adelio netra nya menangkap sosok cantik dan menawan Leanna sudah ada di sini..
__ADS_1
Mereka saling berhadapan dalam jarak beberapa meter sebelum akhir nya dua orang sama-sama tersenyum dan kemudian sama-sama melangkah mendekat, tidak tau siapa yang lebih dulu memulai tapi mereka langsung sama-sama saling memeluk melepas kan rindu satu sama lain..pelukan yang sangat erat dan begitu sangat menyesakkan dan juga sekaligus menyenangkan, saat mereka saling berpelukan begini terasa segala kekosongan di hati masing-masing itu terisi dengan sangat pas tak ada kekurangan sedikit pun.
Namun saat dua orang baru saja akan berci!-uman melepaskan rindu, saat jarak bibir mereka masih tinggal satu inci lagi.. tau-tau James masuk membawa map dokumen di tangan nya, begitu juga dengan Nofa yang sedang membawa beberapa jas yang baru selesai di laundry hendak membawa nya ke dalam, Zico juga sedang mengangkat sisa pakaian ganti dari bagasi mobil hendak membawa nya ke dalam juga. Mereka kaget harus lagi-lagi di kejutkan dengan adegan percintaan lagi. Namun beda nya adegan yang kali ini belum sepenuh nya terjadi.
Beberapa detik Adelio dan Leanna yang sedang bepelukan mematung menatap James, Nofa dan Zico yang juga berdiri mematung menatap mereka berdua, dalam sepersekian detik itu mereka hanya saling tatap-tatapan membeku seperti es batu.
Lalu Nofa dan Zico buru-buru meletakkan jas dan pakaian milik Adelio itu di atas meja dan berbalik, dan James juga buru-buru ikutan berbalik..
"maaf ketua..silahkan di teruskan.." kata James dan ketiga orang itu pun buru-buru pergi..
Zico masih sempat-sempat nya menoleh dengan kepo tapi Nofa buru-buru memutar kepala Zico dan cepat-cepat mendorong bahu Zico dan menarik nya pergi..
Saat orang-orang menghilang dan suara langkah kaki pun telah menghilang, Adelio makin merapatkan kembali tubuh nya kepada Leanna..
Adelio memberikan kecu-pan lembut di bibir Leanna.., Leanna yang sangat kecil dan sangat jauh perbedaan tinggi badan dengan nya, membuat Adelio harus menunduk lebih condong lagi.., ia akhir nya mengangkat Leanna dalam pelukan nya..dua orang saling memberikan kecu-pan dan sesapan dengan sangat memburu dan penuh emosi, seakan cinta mereka yang selama ini terasa menyiksa sekarang baru terbuka ikatan nya..sekarang perasaan ini baru bisa berada pada tempat yang seharus nya..
Ciu-man yang terjadi memang sangat lah dahsyat bukti nya saat ini posisi mereka yang awal nya dari berdiri hingga sekarang sampai bergulingan di sofa besar ruangan.
dua orang menghentikan aksi nya, saat ini posisi Adelio sedang menghimpit Leanna di atas sofa..
"kau belum cukuran..?" tanya Leanna saat melihat dan meraba ada kumis halus yang tumbuh di atas bibir Adelio
"Leanna..apa kau cinta pada ku..?" tanya Adelio
"sangat..aku sangat mencintai mu.." jawab Leanna tanpa gengsi lagi seraya membelai pucuk kepala Adelio yang ada di atas kepala nya, Leanna mengakui cinta dan perasaan nya karena ia sadar cinta nya pada Adelio memang sangat lah besar.
"Leanna.." bisik Adelio merayu
"apa?" sahut Leanna
"aku tak sabar.." bisik Adelio
"hm.." Leanna tak mengerti
"aku akan langsung memasukkan nya di sini.."bisik Adelio lagi dengan menggoda
"apa..?" Leanna makin tak mengerti, memang nya Adelio mau memasukkan apa?
__ADS_1
Adelio meraih tangan halus Leanna, dan meraba cincin di saku celana nya lalu memakaikan nya ke jari manis Leanna dengan romantis..
Hampir saja Leanna negative thinking tentang kata-kata 'memasukkan' yang Adelio ucapkan barusan..Adelio tersenyum jahil...
"akhir nya cewek sombong gengsian ini bersedia juga jadi istri ku.." kata Adelio setelah menyemat kan cincin di jari manis Leanna dan yang ukuran nya itu sangat lah pas...
"kau meledek ku" Leanna merajuk karena Adelio mengatai nya cewek sombong gengsian
Adelio hanya tersenyum dan menyerah kan sebuah cincin pria yang entah kapan ada di tangan nya
"pakai kan untuk ku.." pinta Adelio
"baik lah.." Leanna langsung mengambil cincin pria itu dan menyematkan nya di jari Adelio
"hhh..ternyata cowok gatal dan naf5uan ini bakal jadi suami ku juga" balas Leanna meledek Adelio. tentu saja hal ini membuat Adelio tergelak, sejak kapan ia menjadi karakter gatal dan naf5uan seperti kata Leanna..?
"aku hanya gatal dan naf5uan pada mu seorang saja Lea.." kata Adelio kemudian..
"Adelio.." lirih Leanna
"uhmm.." sahut Adelio
"kau sangat berat.." keluh Leanna, karena saat ini posisi Adelio masih terus menindih nya di sofa..
"oh ya.." balas Adelio
Kemudian Adelio berkata lagi..
"baru segini saja kau sudah tak tahan..nanti aku malah akan menindih dan menghimpit mu lebih parah dari pada ini.." goda Adelio dengan smirk nya yang menawan..
"dasar cabuul.." ledek Leanna..
Adelio melotot karena baru saja di bilang gatal dan naf-suan sekarang malah di bilang cabuul..!!?
"Leanna..kau lihat bagaimana aku membalas mu" kata Adelio..
Leanna memekik, menggelepar dan menggelin-jang di bawah tubuh Adelio karena Adelio terus menggelitiki berkali-kali leher jenjang Leanna menggunakan hidung mancung dan bibir sen-sual nya..apa lagi di tambah kumis tipis Adelio yang belum di cukur itu pastilah menimbulkan sensasi geli-geli tak karuan
__ADS_1