OBSESS

OBSESS
OBSESS 38


__ADS_3

Setelah minum obat Leanna merasa ngantuk dan ia tertidur hingga hampir waktu tengah hari. saat Leanna kembali terbangun sosok James asisten pribadi Adelio masuk ke ruangan rawat nya.


James mengangguk pada Leanna dengan sopan


"nona Leanna ini baju ganti anda.." James meletakkan pakaian ber-merk yang terbungkus rapi tersebut di atas nakas


Leanna melihat sekilas, jelas sekali itu bukanah pakaian nya..itu adalah pakaian yang baru di beli. James ini sudah pasti Adelio yang menyuruh nya.


"tidak usah repot-repot, aku akan ganti dengan pakaian ku sendiri nanti" tolak Leanna halus, ia tau saat ini masih memakai setelan piyama khusus Klinik pribadi Sanders.


mata Leanna mencari-cari keberadaan pakaian milik nya di mana.


Seperti nya James mengerti dengan bahasa tubuh Leanna, ia segera mengambil pakaian milik Leanna di dalam laci besar nakas di sudut ruangan


"ini pakaian anda Nona, sudah sangat rusak" James menunjukkan pakaian Leanna yang rusak dan robek di beberapa bagian karena ulah para preman gila tadi malam.


Leanna memperhatikan pakaian yang di tunjuk James, jika sudah begini mau tidak mau terpaksa ia harus menerima pakaian yang di bawa James untuk nya itu..


"ini semua ketua sendiri yang memilihkan" kata James memaksud kan tumpukan pakaian yang tebungkus dan tersusun rapih yang ia bawa barusan dan sekarang berada di atas nakas itu.


Leanna tak tau harus berkata apa, ia hanya balas tersenyum samar saja.


"ini ponsel anda yang baru, karena ponsel anda sudah pecah dan rusak juga masih di perbaiki. sembari menunggu masa perbaikan selesai jadi anda bisa memakai ponsel ini.." James menyerah kan ponsel yang di bawa nya ke tangan Leanna


"ti-tidak..aku tidak bisa menerima nya.. aku bisa menunggu ponsel ku selesai di perbaiki saja, tidak apa-apa ini bisa kau simpan kembali James" Leanna buru-buru menolak dengan halus


"ini dari ketua Adelio, anda harus menerima nya jika tidak mungkin ketua kami akan tersinggung" kata James lagi


"bukan begitu, katakan pada ketua kalian aku tidak apa-apa untuk sementara tidak pakai ponsel..aku bisa bersabar menunggu hingga ponsel ku membaik" jawab Leanna hati-hati

__ADS_1


"ketua kami bilang kalau anda tidak menggunakan ponsel maka anda akan kesusahan nanti nya, bukan kah anda harus bekerja dan menghubungi orang-orang. Bagaimana kalau tempat anda bekerja ingin menghubungi anda tapi tidak bisa.., anda akan kesulitan nanti nya" papar James lagi, ia memang pandai berbicara


mendengar itu, Leanna akhir nya manut juga karena perkataan James memang ada benar nya. Ia tak bisa tanpa ponsel di saat ia padat pekerjaan setiap hari nya.. ia setiap hari nya tentu membutuhkan pekerjaan.


akhir nya Leanna menerima ponsel dari tangan James tersebut, jelas sekali ini adalah ponsel mahal dan juga keluaran terbaru. Leanna makin tak enak hati..


James kembali bersuara..


"saya sudah memindahkan seluruh data dan kontak, dan juga card dari ponsel yang lama ke ponsel ini..jadi nona Leanna bisa langsung menggunakan nya seperti biasa" terang James saat ponsel sudah berpindah ke tangan Leanna


"ya, terimakasih.." kata Leanna pelan


James mengangguk sopan


"kalau begitu saya permisi dulu.." kata James segera berbalik pergi..


"James.." panggil Leanna cepat


James menoleh lagi dengan patuh, menunggu apa yang akan Leanna katakan selanjut nya


"katakan pada Ketua kalian...umh...maksud ku Adelio.., katakan pada Adelio aku berterimakasih pada nya..untuk...semua nya" kata Leanna dengan agak terbata..ia jadi susah merangkai kalimat jika itu untuk Adelio, entah kenapa? dan ini selalu saja terjadi kata-kata nya sering kali tersangkut di tenggorokan kalau itu menyangkut Adelio.., aneh bukan?


James mengangguk sopan dan tersenyum samar mendengar yang Leanna katakan


"baik nona.." sahut James


Lalu ia kembali berbalik dan memutar kenop pintu kemudian keluar dari ruangan rawat inap tersebut..


Selanjut nya Leanna hanya terdiam dalam sendiri nya samar-samar mendengar suara langkah kaki James di koridor dengan sepatu pantofel mahal nya sang asisten itu yang terdengar kian makin menjauh dan akhir nya menghilang...

__ADS_1


💚💚💚💚


Adelio baru kembali dari luar kota keesokan hari nya pagi-pagi sekali, dan ia sudah mendapat kan laporan sebelum nya dari asisten dan para pengawal nya kalau Leanna sudah pulang keluar dari klinik tadi pagi juga, Leanna beralasan kalau ia tak ingin terlalu lama menghilang di rawat..,takut ibu nya khawatir dan menjadi makin tak sehat nanti nya..


Ternyata walau pun Leanna tak pulang kerumah, Adelio sudah menyuruh Zico untuk membawa perawat sementara menjaga nya, semua begitu perfect. dan para pengawal ini juga selalu bilang Leanna baik-baik saja dengan memberikan video Leanna di klinik yang memang terlihat sudah lebih membaik. di layar sosok Leanna yang hanya bersandar di ranjang rawat dengan piyama klinik yang bersih seraya sibuk memainkan ponsel di tangan nya, Leanna memang terlihat tidak mengkhawatirkan..,cukup baik.


Memang Leanna terlihat tidak parah, hanya saja wajah dan tubuh nya yang sakit dan terasa ngilu karena ulah kekerasan para preman bayaran itu. dengan begitu melihat rekaman video yang di berikan Zico tersebut ibu Leanna bisa lumayan lebih tenang.. Jika saja ia tak se-lemah ini sudah pasti ia ingin menjenguk puteri nya di klinik yang di maksud.


Adelio tidak bisa memaksa Leanna untuk tetap di klinik sampai sembuh total, ia hanya bisa ikut saja kemauan wanita tercinta nya itu. Sejak awal ia memang akui begitu sangat kesulitan memaksa dan mengatur seorang Leanna.


Ia tetap menyuruh para pengawal nya mengantar Leanna sampai ke rumah, Adelio juga tak sempat melihat nya ke klinik karena Leanna yang keburu pergi. Lagi pula entah mengapa Adelio merasa tak punya keberanian menemui Leanna di saat-saat ini..karena mungkin saja Leanna masih beranggapan kalau ia Adelio tak ada beda nya dengan si para preman gila itu.


Saat Leanna sampai di rumah ia lega ibu nya terlihat baik karena ada yang merawat nya, setelah Leanna kembali perawat yang menjaga Ibu Leanna itu pun segera pamit pulang.


Sore hari nya Keisya tergesa-gesa menemui Leanna, kemarin ia mendapat kabar dari ibu Leanna kalau Leanna terjatuh. Ia kuatir dan mendial ponsel Leanna yang tidak aktif..ia sampai tak konsen bekerja.


Sore hari Leanna baru menggunakan ponsel yang di berikan Keisya dan ketika itu baru lah Keisya bisa menghubungi nya. Keisya baru bisa lega setelah tau kabar Leanna


Ia duduk di kamar Leanna dan memeriksa wajah dan tubuh Leanna, ia tahu firasat nya benar sesuatu yang buruk telah terjadi pada Leanna.. jadi ia hanya bisa bertanya perlahan takut di dengar ibu Leanna. Untung nya ibu masih tertidur lelap di kamar nya sendiri setelah minum obat beberapa saat tadi.


"Lea..kau tidak punya musuh..pasti ada orang yang diam-diam tak suka pada mu"


"begitulah..dan belum lama ini seperti nya aku memang punya musuh.." ujar Leanna


"hah? maksud nya?" Keisya tak mengerti


Leanna pun menceritakan secara detail pertemuan dengan seorang gadis kaya bernama Cherry, menceritakan semua nya tanpa ada yang tertinggal..sekarang Keisya mengerti mengapa sampai Leanna berakhir seperti ini.


satu kata bagi Keisya, gadis kaya bernama Cherry itu begitu egois dan jahat. Keisya yakin pasti para preman ini adalah bayaran nya si Cherry itu juga.

__ADS_1


__ADS_2