OBSESS

OBSESS
OBSESS 47


__ADS_3

"pergi lah kau mengganggu aku sedang bekerja" usir Leanna datar


padahal hanya sedikit waktu untuk meminta maaf, tapi Leanna bilang mengganggu..ini sudah pasti hanya alasan Leanna agar diri nya pergi karena Leanna tak mau memaafkan nya


Cherry panik..


"Leanna..kau harus memaafkan ku..." paksa Cherry menghiba seraya hendak menyentuh tangan Leanna


Leanna menyeringai dan berkata


"harus??? Kau bilang aku harus memaafkan mu??meminta maaf saja kau masih begitu sombong" Leanna menepis tangan Cherry


"Tuan, kau boleh membawa nona ini pergi" pinta Leanna pada orang Adelio dengan sopan.


Pria berpakaian hitam yang sedari tadi berdiri mengawasi mengangguk dan mengerti, ia langsung menyeret Cherry agar pergi


Cherry takut bukan main, jika Leanna tidak memaafkan nya itu berarti mimpi buruk akan menjadi kenyataan dalam hidup nya.


"Leanna..Leanna.." Cherry berontak berusaha menyentuh Leanna tapi Leanna sama sekali tak peduli..


"maafkan aku..tolong, jika kau tak memaafkan ku Adelio tak akan mengampuni ku" pekik Cherry dengan panik.


Leanna menatap Cherry dengan miris, jika Cherry mengatakan itu jelas sekali permintaan maaf ini bukan keinginan Cherry tapi permintaan maaf di lakukan hanya karena Cherry takut pada Adelio, Cherry sedang berada dalam tekanan. iya kan..


Leanna tersenyum sinis


"bagaimana aku bisa menerima permintaan maaf seperti itu, kau takut pada Adelio maka nya kau datang kesini meminta maaf pada ku.." kata Leanna tanpa ekspresi


Cherry merasa ia sudah salah bicara, ia berkata demikian berharap Leanna mengasihani nya tapi ternyata apa yang ia katakan barusan malah makin memperburuk keadaan.


"ti-tidak...bu- bukan begitu, bukan..." Cherry buru-buru berkata tapi terlambat karena pria berpakaian serba hitam itu sudah menyeret nya pergi begitu saja...


"Leanna kau sangat jahat...!!!" pekik Cherry karena merasa Leanna tak juga memaafkan nya


Leanna hanya menatap Cherry datar, dalam hal ini si Cherry ini benar-benar tak tau diri, kalau Leanna jahat...lantas diri nya sendiri itu apa? Cherry benar-benar tak sadar diri.


"lihat saja aku akan membalas mu" teriak Cherry histeries..

__ADS_1


Leanna hanya tertawa..


"aku akan menunggu nya.." tantang Leanna


Cherry masih akan berteriak tapi saat irish mata nya menangkap mobil mewah milik keluarga Sanders di seberang jalan, ia langsung menciut seketika..jelas sekali di dalam nya adalah Adelio..itu artinya Adelio menyaksikan ia barusan mengancam Leanna.


Cherry sangat ketakutan, jadi saat pria berpakaian hitam itu mengangkat hendak menyeret nya keluar ia berontak sekuat tenaga lagi hingga membuat nya terjerembab di lantai...dengan posisi terlungkup..dada nya menghantam lantai. ia kesakitan tapi tak ia rasa, ia malah setengah merangkak menuju Leanna dan bersimpuh di kaki nya memohon..


"Leanna maafkan aku..!!!!" raung Cherry panik dan ketakutan, ia takut karena Adelio melihat nya..ia tak tau apa yang akan Adelio lakukan setelah melihat nya terang-terangan mengancam Leanna barusan..


Cherry terus meraung-raung tapi Leanna tak peduli tak menggubris Cherry sama sekali


"Leanna..." tangis Cherry terus meraung-raung membuat heboh beberapa rekan penjaga toko Leanna yang ikut keluar melihat nya.


"Tuan tolong bawa nona ini pergi sekarang, ini bisa mengganggu pengunjung nanti" pinta Leanna, beruntung nya saat ini hampir jam makan siang jadi pengunjung kebetulan tidak ramai seperti biasa.


tanpa menunggu lama pria itu mengangkat dan menyeret Cherry dengan paksa,, Cherry hanya bisa pasrah dan menangis seperti anak kecil..


Setelah mobil yang membawa Cherry pergi, mobil yang berada di seberang jalan membuka sedikit kaca bagian belakang, dari jauh Leanna bisa melihat sosok yang mempesona itu, Adelio..


tak lama ponsel Leanna bergetar, nama Adelio tertera di sana.., Leanna mengangkat nya


"ada apa?" tanya Leanna


"apakah perasaan mu lebih baikan sekarang?" tanya Adelio


"sama sekali tidak.." jawab Leanna..


Adelio tertawa..


"mengapa? apakah itu semua tadi belum cukup?" tanya Adelio lembut


"terimakasih..kau melakukan ini untuk ku, tapi tetap saja gadis gila itu berisik, aku tidak suka pada nya, mengganggu mood kerja ku saja" kata Leanna apa ada nya


"baik lah, lain kali akan ku lakukan lebih baik lagi..." sahut Adelio manis


Leanna diam beberapa detik

__ADS_1


"akan lebih baik kau serahkan saja dia langsung pada yang berwenang" komentar Leanna datar


"baik lah..nona, jika itu mau mu..aku akan lakukan apa pun yang kau suka, tapi tetap saja ia harus menerima sedikit ganjaran karena sudah berani mengganggu Leanna ku" balas Adelio


"sejak kapan aku menjadi Leanna mu.." sahut Leanna jutek


Adelio tersenyum di seberang sana, se-jutek apa pun Leanna pada nya..ia sangat suka.. Karena bagaimana pun ini lah Leanna


"pergilah...kau mengganggu ku bekerja saja" usir Leanna..seraya menatap mobil yang ada Adelio nya di seberang sana


"baik..aku akan pergi" balas Adelio lembut, tetap saja perkataan judes Leanna membuat nya berbunga-bunga.


Seumur hidup nya hanya Leanna yang berani mengusir Adelio, menolak nya berkali-kali tanpa alang-alang.., hanya di depan Leanna lah Adelio seperti tak ada harga nya sama sekali.


Leanna menutup telepon dan terus menatap mobil tersebut, raut muka Leanna jelas sekali seperti menyuruh pergi..


Adelio segera memberi perintah agar ajudan nya segera membawa nya pergi dari sana..


Saat mobil yang membawa Adelio pergi, Leanna berbalik masuk..tanpa sadar ia ingin tertawa tapi tidak jadi.., Leanna ini masih sendiri saja tetap jaga image..dasar cewek aneh.


Leanna kembali merapikan pekerjaan nya, beberapa teman nya mendekati dan salah satu nya bertanya


"kalau aku menebak, seperti nya gadis tadi yang terlibat dengan penyerangan mu malam itu?" hampir semua teman toko nya tau insiden malam itu karena jika tidak bagaimana mungkin mereka bisa bermurah hati menggantikan pekerjaan Leanna dalam beberapa waktu kan, apalagi saat Leanna masuk kerja saat di perhatikan lebih seksama wajah nya nampak memar dan itu pasti menimbulkan pertanyaan..


"begitulah.." jawab Leanna


"walau awut-awutan seperti tadi masih kelihatan dia gadis yang cantik tapi kenapa hati nya sangat jahat?" sela teman satu nya lagi


"dia anak orang kaya kan? sudah pasti karena terlalu di manjakan orangtua nya maka nya jadi jahat" tambah teman yang satu lagi


"eh kok jadi ngegosip sih.." tegur Leanna


teman-teman kerja Leanna langsung tergelak..


"lain kali kamu harus hati-hati Leanna, jika ada apa-apa seharus nya kau bercerita.." saran salah satu teman nya yang paling senior


"iya nih kamu sok misterius sih gak pernah berbagi kesusahan sama kita-kita di sini" kata teman satu lagi

__ADS_1


"iya terimakasih..kalian semua sudah mau memperhatikan aku" Leanna terharu, ada begitu banyak teman yang mempedulikan nya


Sebelum nya ia terlalu berprasangka buruk pada keadaan, karena sedari kecil selalu mendapat bullyan dan hinaan dari teman sebaya nya.., maka nya Leanna selalu memilih sendiri tak terlalu dekat pada siapa pun, ia tak menyangka teman-teman kerja nya cukup peduli pada nya.


__ADS_2