
Leanna merasa kesal mendengar apa yang Adelio katakan.., pria ini seolah-olah sedang mengatur hidup nya..memang nya dia siapa?
"stop Adelio..!" seru Leanna frustasi
"kita berdua tak punya hubungan apa pun, jadi kau tak berhak terus melarang ku..!" protes Leanna kesal, sekesal-kesal nya
"kita punya.." potong Adelio meralat apa yang Leanna katakan barusan.
"aku yang mengambil kesucian mu...,jadi sejak malam itu kau hanya milikku,kau tanggung jawab ku Lea..." kata Adelio menekan kan
Leanna tak tau harus menjawab apa, perasaan hati nya di liputi campur aduk
"Leanna..sejak awal aku ingin bertanggungjawab atas semua nya akan tetapi kau tak pernah mengizinkan nya..kau tak pernah mau tau" lirih Adelio, ia juga sebetul nya sama seperti Leanna..Adelio juga merasa begitu sangat frustasi.
Leanna menatap Adelio sinis
"maaf saja tuan, aku sama sekali tak butuh tanggung jawab mu" sahut Leanna pedas dan kejam.. Ia harus bersikap sombong di hadapan Adelio agar pria ini tak beranggapan bahwa diri nya hancur lebur setelah di perko5a malam itu.
"Lea..aku tak suka kau di sentuh pria lain" nada Adelio mulai meninggi, ia emosi juga mendengar seakan Leanna benar-benar jijik dan benci pada nya. Siapa yang tidak sakit hati saat orang yang kita cintai dan sayangi ternyata begitu jijik dan benci pada kita, ternyata orang yang kita kasihi begitu tak sudi pada kita. dalam hal ini Adelio yang begitu terbanggakan di mana pun berada seperti merasa terhina di hadapan wanita yang satu ini.
"apa hak mu melarang ku harus di sentuh oleh siapa?" cibir Leanna, ia merasa Adelio pantas mendapatkan kata-kata jahat nya...karena Adelio sudah begitu kejam merenggut harta ter-berharga nya sebagai wanita yaitu sebuah kehormatan, sebuah kesucian.
"aku menyayangi mu Leanna, aku tentu punya hak atas mu. bagaimana pun aku lah yang berkewajiban bertanggungjawab dan melindungi mu, apa aku tak mengerti juga tentang kejadian malam itu? mana mungkin aku membiarkan wanita ku bersama pria lain?" kata Adelio berusaha meredam emosi nya..mengesampingkan amarah nya.
bukan hanya Leanna, malam itu ia juga tidur pertama kali nya dengan wanita, jadi secara teknis Leanna adalah wanita pertama nya. Adelio juga masih perjaka sebelum malam itu. Jadi mana mungkin ia membiarkan Leanna dengan pria lain? Leanna sangat ia cintai...
Leanna terkekeh
__ADS_1
"kau berkata seakan-akan yang paling menjaga ku?" Lagi-lagi Leanna mencibir, setau Leanna sejak kejadian malam itu pria ini malah menghilang kok ! Kenapa sekarang berlagak sok paling menjaga? baru sekarang sok-sok an? lalu akhir-akhir ini kemana? Iya kan???
Adelio tau arah pembicaraan Leanna
"aku selalu menjaga mu Lea..pengawal ku selalu mengikuti mu..aku selalu menjamin keselamatan mu, percayalah aku sangat sayang pada mu..," lagi-lagi Adelio mengemis cinta Leanna
Leanna tersentak mendengar perkataan Adelio, jadi pria ini...menyuruh pengawal menguntit nya? Keterlaluan sekali..!
"berani sekali kau !!!" Leanna marah dengan intonasi yang meninggi
"jadi kau menyuruh orang menguntit ku? Apa kau tak merasa keterlaluan tuan Adelio? aku tak suka cara mu yang melewati batasan privasi orang lain" wajah Leanna merah padam, ia begitu kesal. bagi Leanna Adelio betul-betul sudah mengganggu kenyamanan ruang gerak dan kebebasan nya.
"ya..kau milikku jadi apa salah nya pengawal ku menjaga mu. aku selalu tau apa yang sudah kau lakukan bahkan tentang pria brengsek yang selalu mendekati mu akhir-akhir ini, aku sangat kesal dan bertanya-tanya siapa pria itu? aku begitu kesal kalau memikir kan pria itu yang adalah pacar atau gebetan mu, aku tidak suka wanita ku bersama pria mana pun" papar Adelio juga mulai mau marah lagi saat mengingat sosok Afgan yang begitu terlihat percaya diri mendekati Leanna-nya akhir-akhir ini.
"egois kamu Adelio..! maaf pria itu punya nama..nama nya Afgan" balas Leanna
Sebetul nya Leanna bukan berdiri di pihak Afgan, hanya saja ia tak setuju pria sebaik Afgan tapi Adelio menyebut nya dengan embel-embel brengsek..
"kamu membela pria lain di depan ku?" seringai Adelio menyeramkan
"iya, apa peduli mu" balas Leanna enteng
"kau tau itu tidak boleh kan?" mata Adelio memerah, ia benar-benar di bakar api cemburu, ia menerka apa Leanna mulai suka dengan pria bernama Afgan itu? mana boleh
"apa urusan mu? boleh atau tidak itu hak ku" Leanna tidak gentar
"itu tidak boleh Leanna..,kau tak boleh menaruh simpati mu pada pria mana pun selain aku.." Adelio menatap Leanna tajam
__ADS_1
Leanna tertawa mengejek
"apa yang mau tertawakan?" tanya Adelio
Ia mulai menarik Leanna mendekat pada nya, mencengkram kedua lengan dan bahu Leanna menghadap pada nya
"lepaskan aku Adelio..!!" Leanna berontak
tapi Adelio malah membungkam mulut Leanna dengan bibir nya, ia menc!--um Leanna dengam kuat dan kasar...
"hmphh...." Leanna berusaha minta di lepaskan tapi Adelio makin merapatkan Leanna ke tubuh nya ke tengah-tengah dada lebar dan bidang milik nya, Leanna ia dekap sekuat-kuat nya seraya bibir mereka yang terus bertemu..Adelio terus melum-mat bibir Leanna dengan menggila..
Leanna terus berontak, tangan nya yang tak begitu bebas tak henti terus berusaha memukul dada, bahu dan lengan Adelio.
Adelio terus menyerang bibir Leanna dengan nafas memburu dan di satu kesempatan PLAAKK..!!! Leanna menampar Adelio sekuat tenaga..
aktivitas Kedua nya terhenti, wajah Adelio terdorong ke samping...nafas Leanna naik turun lagi-lagi ia ketakutan Adelio memaksa nya seperti ini, Leanna trauma. Kejadian malam itu terputar lagi di otak nya..menyisakan luka.
Leanna mendorong Adelio dan melepaskan diri. Leanna mundur..lalu mencari-cari tombol pembuka kunci pintu mobil.
Sebelum Leanna keluar dari mobil, Leanna menyeka air mata yang tiba-tiba jatuh di sudut mata nya sendiri
"tuan Adelio yang terhormat..jangan pernah muncul lagi di hadapan ku" Leanna berkata seraya menggertakkan gigi nya menahan tangis dan rasa emosi yang menjalar kuat di dada nya.
Leanna segera pergi dari sana dengan tergesa-gesa, Adelio hanya bisa membatu.., barusan ia benar-benar lepas kontrol..Leanna membuat nya gila.
Adelio tak bisa apa-apa, hati nya juga luka. dengan sebuah c!-uman barusan yang tulus dari hati nya, Leanna begitu sangat terganggu. Adelio merasa sakit ia selalu di tolak oleh Leanna...apapun yang Adelio lakukan selalu salah di mata Leanna tak pernah ada baik nya sedikit pun juga.
__ADS_1
Leanna pergi terus melangkah mempercepat langkah kaki nya, hati nya begitu kecewa lagi dan lagi, entah mengapa Adelio selalu berhasil membuat nya kecewa lagi dan lagi...terus berulang kali...