Oh, Love?

Oh, Love?
Pengakuannya dan kemarahan


__ADS_3

Sekarang Jane dipertemukan dengan kak Andre juga Yoga yang tengah menunggu. Entahlah, rasanya dalam wajah dua teman prianya memiliki kekhawatiran sendiri. Jane mengira Andre akan menghindari nya ternyata dia dengan senang hati menemuinya. Jane dan Viola kemudian bergabung dengan mereka.


Kak Andre tersenyum hangat menyapa Jane yang kembali dia jumpai setelah hari itu "ku harap kau selalu melalui hari dengan indah" katanya.


"kau juga" balas Jane.


"Mm" Yoga menatap Jane yang duduk didepannya dengan perasaan campur aduk, dia lalu melanjutkan "kau tahu aku saat menulis surat itu tak tahu alasan kau cuti. Jadi ku harap kau tak akan marah karena tiba-tiba aku menuliskan kalimat seperti itu"


"Oh, aku tidak marah sebaliknya terimakasih telah memberi tahu ku niatannya" jawab Jane.


"Hey, surat apa?" tanya Kak Andre yang kebingungan mengenai pembicaraan mereka.


"Kau mungkin akan marah Andre, saat kau menanyakan mengenai Jane dan kau yang memiliki perasaan padanya aku memberi tahunya. Maaf aku memberi tahu Jane mengenai ketertarikan mu tanpa persetujuan dari mu. Aku hanya berniat membantu awalnya. Aku sungguh tidak tau rupanya Jane sudah menikah dan lagi aku tidak bermaksud menyinggung atau menyakiti hati pihak manapun" kata Yoga dengan hati-hati.


Kak Andre tertawa sembari menatap Jane "tidak, aku bahkan tak tersinggung dengan kebaikanmu yang repot-repot memberi tahu Jane mengenai perasaanku"


Jane terpana dengan ketenangan yang diperlihatkan kak Andre dan sikapnya yang tak sembrono. Lalu mengenai surat itu rupanya ditulis oleh Yoga tanpa sepengetahuan kak Andre.

__ADS_1


Kemudian Andre melanjutkan "karena itu memang benar Jane" senyum hangat terlihat dari bibir Andre.


Mata Jane membulat dan benar-benar tak percaya kak Andre akan langsung mengungkapkannya. Dia tak berniat berkelit atau menolak perasaanya setelah mengetahui dirinya telah menikah. Perilaku itu mengagumkan.


"Ah!" seru Viola.


"Ini benar-benar pertemuan yang hangat. Nah, nah aku sepertinya memiliki keperluan penting bersama Yoga. Kalian bisa berbicara dan ya jika selesai panggil kami segera-" Viola menarik lengan Yoga cepat, dia bagai mengerti mereka berdua perlu berbicara berdua untuk menyelesai hal-hal yang perlu diselesaikan dengan cepat. Lalu mendengar mengenai penyampaian perasaan rasanya tak baik jika mereka juga ikut terlibat di dalamnya lebih jauh. Yoga hanya menuruti.


Jane ingin Viola tetap bersamanya bukan meninggalkan dirinya, oh sekarang bagaimana? tiba-tiba menjadi canggung.


Kemudian ditengah kecanggungan mereka pelayan datang dan meletakan beberapa makanan diatas meja yang rupanya telah dipesan oleh Andre. Jane merasa heran kebanyakan makanan yang dipesan adalah makanan kesukaan Jane, beberapa makanan manis dan pedas. Pria ini benar-benar memiliki hati yang tulus semakin membuat Jane tak enak hati.


Kak Andre menatap Jane, dengan tatapan penuh tanya.


"Aku-, aku sungguh minta maaf aku tak bisa membalas mengenai perasaanmu. Ku pikir kau sekarang akan marah atau bahkan membenciku karena aku tau kau ingat bahwa aku tak berniat menikah sampai aku lulus. Hanya saja ada kejadian diluar kehendak dan aku harus menikah" Jelas Jane dia tertunduk.


"Aku tak marah Jane! Aku hanya kecewa pada diri sendiri yang terlambat. Jika aku menyesali keterlambatan ku dalam bertindak itu benar, tapi hal itu tak bisa diulang lagi. Lalu jikapun aku mengatakan mengenai perasaanku apa mungkin kau akan menerimaku? ku pikir tidak. Tapi seandainya jika kau belum menikah saat ini aku akan membuatmu menyukaiku dengan benar-benar" Kak Andre menghela napas, dia tersenyum samar.

__ADS_1


"Aku tidak tau kenapa kau tiba-tiba saja menikah tanpa sepengetahuan orang-orang terdekat mu. Aku hanya berharap kau bahagia dengan pernikahanmu. Seandainya kau memiliki hal yang mungkin ingin di ceritakan mengenai alasan itu aku akan mendengar kannya dengan senang hati"


"Mengenai itu aku tidak bisa menceritakan nya. Aku terimakasih dengan kepedulian mu" Jane menunduk.


"Baiklah, itu bukan masalah" Andre dengan berani menyentuh tangan Jane sembari menatapnya dengan tatapan penasaran, hal apa yang membuat Jane wanita ceria mendadak lebih banyak diam. Sejujurnya dia tak suka melihat keadaan Jane seperti ini. Andre menjadi menebak-nebak mungkinkah pernikahan Jane tidak bahagia? Sayang sekali Jane tidak berniat menceritakan apapun padanya, padahal dia akan dengan senang hati membantu jika bantuannya dibutuhkan.


...…...


Ed tengah kebingungan pasalnya dia tak menemukan Jane di rumah. Di berbagai tempat dia telusuri benar-benar tidak ada. Ed menenangkan diri lebih dulu kemudian dia menganti jasnya dan mulai menghubungi orang-orang untuk membantu mencari keberadaan istrinya. Walaupun jantungnya berdetak hebat Ed tak menunjukan kepanikan berlebih.


Ed hanya berpikir bahwa Jane tengah pergi mungkin menemui Viola karena sejauh ini yang Ed tau Jane sangat dekat dengan Viola yang katanya sahabatnya. Maka dari itu dia tak berpikir macam-macam sampai dia menemukan surat didalam laci yang dalam keadaan terbuka. Ah, Ed ingat surat itu yang ada diatas menjadi hari itu. Terjadi beberapa hal yang membuatnya lupa untuk kembali menanyakan mengenai surat itu pada Jane.


Ed tau membaca surat milik orang lain bukan lah tindakan yang sopan tapi dia ingin tahu surat itu dari siapa, bagaimanapun dia juga memiliki hak untuk mengetahui hal-hal yang istrinya lakukan. Jika bukan hal yang perlu di masalahkan Ed tidak akan ikut campur tapi jika mungkin hal itu memerlukannya dia memilih untuk ikut campur sekalipun Jane marah akan tindakannya nanti.


Ed membaca keseluruhan, setelahnya raut wajahnya berubah marah yang coba dia tahan. Dia tampak sangat terkejut, surat pengakuan perasaan yang disampaikan oleh teman baik dan dia ingat betul nama yang tertera Andre, hari itu dia pernah bertemu dengan kakak tingkat Jane. Oh, berarti kecurigaannya akan kaka tingkat itu memiliki perasaan pada istrinya benar.


Ed menyender pada kursinya, dia mendongak dengan mengusap wajahnya kasar. Memang benar dia disini seperti merebut paksa seseorang yang mungkin telah memiliki tambatan hati. Jika ketiadaan Jane hari ini di rumah untuk menemui Andre dan memilih mengiyakan perasaan itu, bagaimana dengannya? Ed tidak pernah begitu gelisah dan begitu takut.

__ADS_1


Ed tampak tengelam dengan kebingungan perasaanya. Pantaskah dia marah dalam hal ini? apakah salah jika dia marah. Sial, dia benar-benar bingung dalam permasalahan hati.


Setelah tengelam dalam pikirannya sendiri, Ed bangkit dari duduknya. Dia menganti bajunya, dengan kemeja hitam berlengan panjang berpasangan dengan celana Jeans hitam. Kancing atasnya sengaja dia buka, sekarang dia akan menunjukan dirinya pada istrinya yang tak menurut. Sekarang dia adalah suaminya dan memiliki hak melarang istri jika itu tak menyangkut keharmonisan.


__ADS_2