Oh, Love?

Oh, Love?
Berbohong! Baik-baik saja?


__ADS_3

Ting!!


Sebuah pesan masuk. Ed merogoh ponselnya, dia tahu pastinya itu pesan dari orangnya.


"Saya telah memeriksa cctv keamanan, bahwa dengan sengaja seseorang mendorong istri anda. Kami tengah menyelidiki dan dengan segera akan menangkap pelakunya" tertera pesan itu dikirim oleh OU.


Amarah Ed semakin terbakar, sorot matanya tajam rasanya dia tidak akan memberi ampun orang yang berani menyentuh istrinya "Lihat saja, selama hidupmu kau tak akan merasakan ketenangan!!" kepalan tangan Ed kian kuat.


Lily dan Viola datang bersamaan, mereka tampak berlarian dari kejauhan mendatangi Ed yang tampak tertunduk.


"Bagaimana keadaan Jane? dia baik-baik saja bukan?" tanya Viola dia langsung melontarkan pertanyaan, dengan kekhawatirannya.


Ed mendongak "Dia sudah ditangani dan sekarang dia baik-baik saja hanya menunggu dia tersadar" ucap Ed tak bersemangat, sedetik kemudian dia melanjutkan "tapi, kami kehilangan anak kami" Ed mengepal kuat jemarinya.


Lily tampak menganga, terkejut bukan main "kau serius kak, oh ya ampun Jane pasti akan sangat terguncang" ucap Lily raut wajahnya begitu panik.


"Kau tidak becus Ed. Benar dari awal kau memang tak bisa dipercaya, menjaga Jane saja kau tak mampu. Segala hidupnya sedikit demi sedikit hancur. Apa kau tau anaknya itulah penyemangat nya. Dan karena itu pula dia bersedia menikah denganmu" ucap Viola nadanya terdengar tinggi, kalimat nya berisi kekecewaan yang amat besar.


"Eh, kau siapa berani berkata demikian. Apa kau tau kecelakaan tak bisa dicegah, jika pun bisa aku yakin kakak akan langsung menghentikannya" Jawab Lily membela Ed.


"Bisa saja jika sejak awal mereka tak pernah bertemu dan Ed tak pernah kembali ke kota ini dan menemui Jane maka hidup sahabatku akan normal!!" tekan Viola, dia benar-benar sedih untuk sahabatnya itu.


"keceriaan, bahagianya, sifat hangatnya, perlahan itu berubah. Sahabat ku lebih pendiam, apa kau tau bagaimana aku sangat menghawatirkan dirinya. Amat sangat!!" Viola lantas duduk di kursi yang jauh dari Ed. Menyender dengan pilu, dia juga tampak kebingungan.


Suasana menjadi hening Ed pun tak berniat membela diri. Ucapan Viola berisi kebenaran. Lalu karena memang benar baginya ini keteledoran yang sangat fatal. Harusnya dia membiarkan beberapa orang menemani Jane bukan membiarkan nya sendiri dan semuanya telah terjadi.


Ed mengusap wajahnya kasar, dengan pikiran mulai kalut. Dia juga sedih kehilangan anaknya dan Jane harus mengalami kecelakaan semacam ini "Tolong masuklah dan temani Jane" pinta Ed.


"tangan mu berdarah kak" Lily terkejut saat menyadari darah Ed yang menetes di lantai.


"Jangan pedulikan aku" ucap tegas Ed.


"Kenapa kau tak masuk? kau suaminya. Harusnya disaat semacam ini kau lebih dulu memperlihatkan diri" Viola mengamati gerik Ed.

__ADS_1


"Tolong temani Jane" Ed tak berniat menjawab pertanyaan dari Viola.


Viola menyipitkan matanya. Lalu dia dan Lily, mereka berdua tampak tak cocok satu sama lain. Mereka baru saling bertemu hari ini, dan langsung beradu argumen. Mereka saling menatap tajam sebelum akhirnya masuk kedalam.


Di sana Jane masih berbaring dan dia belum sadarkan diri. Tangannya juga terbalut dengan perban semakin membuat Viola dan Lily khawatir.


"Jane, ku harap kau segera bangun" Viola mengusap lengan sahabat nya lembut.


Lily menatap Viola sinis, dia juga mengelus tangan kiri Jane dengan lembut "segera bangun Jane" ucapnya tulus.


Mata Viola menyipit, dia kesal Lily mengikuti dirinya.


"Kau siapa Jane. Ku beritahu aku teman barunya yang sangat akrab" katanya menyombongkan kedekatan dirinya dengan Jane.


Viola terkekeh "Aku sahabat karibnya. Kami kenal lama dan saling menyayangi" jawabnya puas.


"Dih--" Lily menaiki sudut bibir kananya kesal. Lalu kemudian tidak mempedulikan Viola, karena orang lama lah yang lebih mengenal Jane.


"Oh, Ed" Bella baru saja datang dan langsung duduk disebelahnya.


"Berisik!!" ketus Ed.


"Aku tau kau sedang kacau. Tapi kenapa kasar seperti ini dengan ku. Tenangkan dirimu dulu" Bella mengelus punggung Ed.


"Enyah lah Bella!!" Ed menatap Bella tajam.


"Aku tak pernah lembut padamu. Jangan mengada-ada, menjauh lah karena istriku tak menyukai keberadaan dirimu" tekan Ed.


"Aku--, aku hanya berniat baik. Aku juga berkunjung lihat aku membawa buah untuk diberikan pada istrimu" mata Bella berkaca-kaca dia hendak menangis.


Tapi itu tak membuat Ed iba, dia menjadi lebih kesal.


"Baiklah. Aku minta maaf karena sempat lancang. Tapi, aku sungguh tak bermaksud buruk karena sebagai teman aku merindukan dirimu" katanya, lalu Bella bangun dari duduknya dia membuka pintu, sebelum masuk dia menatap Ed yang tampak kacau lalu terukir senyum jahat di bibirnya.

__ADS_1


Bella terkejut saat mendapati dua orang didalam dengan suasana yang canggung antar keduanya. Perhatian Lily dan Viola teralih pada Bella yang baru saja masuk.


Senyum Bella tadi dengan cepat berubah datar "Kau pasti temannya ya" katanya ramah pada Viola.


Viola hanya mengangguk.


"Bella, kenapa kau ada disini?" tanya Lily, dia tampak tak menyukai kedatangan wanita itu.


"Aku hanya mengunjungi istri teman ku tersayang, dia sedang tidak baik-baik saja" Bella meletakan bingkisan buah yang dia bawa keatas meja.


Lily tampak awas.


"Jane segera lah bangun" bisik Bella didekat telinga Jane.


"Aku sangat menghawatirkan Jane. Yeah, tapi karena disini sudah ada kalian maka aku akan keluar menemani Ed. Dia juga butuh penenangan bukan? " ucapnya tersenyum sembari berjalan keluar.


"Hey kau" Lily memanggil Viola.


"Aku?"


"Benar kau"


"Aku punya nama, Viola"


"Oh, aku Lily. Dengar, wanita itu aku tahu dia dan aku amat membenci dirinya. Dia wanita yang suka Ed. Sekalipun Ed menolak dia tetap gigih. Aku sempat bertemu saat di Bali, itu sudah sangat lama. Ya, saat dia tahu aku sempat menyukai Ed sebagai sepupu Ed. Dia mengancam ku dengan kasar penuh penekanan. Dia wanita jahat" Jelas Lily.


"Kau, pernah menyukai Ed?" lirih Viola.


"Ah, itu hanya perasaan lewat dan aku sudah menyadari bahwa aku tidak sungguh menyukai Ed. Itu sudah lalu, Jane pula yang menyadari ku" jelasnya lagi.


Viola mengernyit agak bingung, sepupu? menyukai? wanita jahat? Itu membuat kepalanya berdenyut rupanya banyak hal yang menganggu Jane di sekeliling nya. Viola berpikir Jane baik-baik saja, sesuai dengan apa yang Jane katakan terakhir kali. Tapi, dia rupanya berbohong.


"Nah, aku titip Jane sebentar padamu. Kau bilang kau sahabat nya kan. Aku mempercayai mu, dan aku akan keluar tak mau si wanita macam dia mengusik kakak ku, karena Jane berharga untukku. Sebenarnya aku tau bahwa kak Ed tak akan terganggu, hanya saja aku tak suka dia mengacau. Dengan tingkah menjijikkan!!" ucap Lily tampaknya dia juga memiliki dendam pada wanita bernama Bella.

__ADS_1


Viola mengangguk dan tak berniat ikut campur, dia hanya menghawatirkan sahabat nya yang selama ini tak pernah sekalipun menceritakan masalahnya. Setelah menikah banyak hal yang dia sembunyikan.


__ADS_2