Oh, Love?

Oh, Love?
Rahasia yang dibocorkan


__ADS_3

Bagi Jane, kecemasannya dalam situasi ini tentu saja lebih menyiksanya, bagaimana tidak upaya kerasnya berada diposisi sekarang ini yang tak mudah, kemudian kembali diingatkan dengan fakta menyakitkan oleh sahabatnya. Jane heran, sejak kapan Viola berbicara menusuk seperti ini dan sejak kapan dia menjadi plin-plan? hari kemarin dia mendukung apapun yang Jane putuskan dan Viola mengungkapkan dia selalu berada di pihaknya. Viola hari itu juga mengungkapkan bahwa dia akan bahagia jika Jane bahagia. Jane mulai khawatir, bukan mengenai ungkapan tentang marahnya Viola dengannya atau cercaan tentang Ed. Tapi sikapnya yang berbeda dari yang Jane kenal. Viola bukanlah orang yang mudah berubah, dia tipe orang yang memegang teguh kalimat yang sempat dia lontarkan dan tidak biasanya dia mencerca kejelekan pria yang jelas Viola tahu pria itu suami dari Jane yang pantas juga dia hormati sebagaimana dia menghargai persahabatan mereka.


"Lalu, apa menurutmu janji dan komitmen itu akan terus ada seiring berjalannya waktu tanpa ada cinta?" ucap Viola memecah keheningan.


Dengan nada lebih tegas, Jane segera menjawab "Aku sudah merasa lebih baik karena berpikir begitu. Entahlah, benar atau salah telah berharap padanya dan berpikir akan baik-baik saja. Dan karena tak ada yang bersedih karena kesalahan ini nanti, kecuali aku sendiri. Konsekuensi apapun itu aku benar-benar sudah siap. Seperti pembicaraan waktu itu dan aku tak akan mengubah nya"


Jane tidak ingin berbicara menutup-nutupi tapi dia akan berbicara jujur "Oh, Viola seharusnya kau bisa menjaga ucapanmu! tidakkah kau menyadari kepedihan yang kurasakan gara-gara kau membicarakan persoalan perasaan diantara kami yang jelas kau tahu itu tidak mungkin. Tapi, aku tak akan bersedih. Ini akan hanya berlangsung sebentar. Aku akan berpura-pura tak pernah mendengar hal itu, dan kita kembali berbincang tanpa menyinggung hal semacam itu lagi"


"Nah, itu sebabnya Jane aku ingin kau lebih dalam mengetahui tentang perasaanmu. Benar aku tampak plin-plan dan terkesan ikut campur. Jujur saja aku tidak bisa melihatmu terus hidup dengan kepedihan atau angan-angan hidup tanpa cinta dan hanya mempertahankan pernikahan itu karena anakmu. Jane seandainya ada seorang pria yang menerimamu dengan tulus apa kau akan berubah pikiran?!" Viola menatap mata Jane lekat-lekat dan apapun yang Jane katakan Viola rasanya tak mendengarkannya.


Dahi Jane mengkerut amat bingung dengan yang Viola katakan, kemudian matanya membulat menatap marah sahabatnya "apa kau memberitahu seseorang mengenai masalahku, rahasia yang ku minta kau jaga?!"

__ADS_1


Viola membuang muka. Hal itu menegaskan bahwa Viola sungguh menceritakannya pada orang lain. Viola yang sungguh-sungguh Jane percaya bahwa dia akan menutup rapat cerita itu. Yang sangat dia percaya dia tak akan membocorkan nya.


"Kenapa kau tak memegang janjimu. Kau berkata dengan serius akan menjaga rahasiaku. Aku mempercayainya padamu tapi kau mengkhianati kepercayaanku!!" Jane mengguncang tubuh Viola dia meminta penjelasan padanya.


"Sebenarnya, hari itu karena melihat Ed pria yang kasar dan aku kurang mempercayai dirinya akan dirimu. Aku goyah pada keyakinan dirimu padanya dan berasumsi kau ditekan. Kau tahu karena hal itu aku telah memberi tahu mengenai rahasiamu. Aku hanya bermaksud dengan beberapa orang yang tau kau bisa dibantu-" Lirih Viola dia tampak menyesali bahwa dia telah memberi tahu orang lain mengenai rahasia Jane yang di percayakan padanya.


Jane tak habis pikir, dia marah kesal, juga kecewa secara bersamaan. Dia satu-satunya orang yang dipercaya nya, dia orang yang tak pernah sekalipun Jane ragukan.


"Siapa?-, siapa orang yang kau beritahu?!"


"Tidak" kata Jane, "kau berharap begitu bahkan tanpa memikirkan apakah aku juga setuju. Apa aku menyukainya lebih dari aku menghargai hidupku sekarang. Aku begitu berusaha mempercayai mu, tapi nyatanya tidak ada yang diuntungkan oleh kepercayaan seperti ini. Kau sungguh membuatku tak lagi mempercayai dirimu!!"

__ADS_1


Kemarahan yang ditunjukan padanya membuat Viola termenung, dia memikirkan kesalahannya yang memang benar "aku tidak bermaksud membuat situasi buruk atau membuat mu bersedih sekalipun, manusia tetap rentan dengan kesalahan, dan kemalangan lah akan mengikuti. Sikapku sembrono dengan keinginan membantumu dan berharap kau menuruti ku. Aku tidak bermaksud mempengaruhi mu, atau memiliki siasat buruk padamu." lirihnya.


Jane tersenyum sinis "Aku tidak percaya ini. Kau berkata seperti ini setelah kau membocorkan rahasiaku"


"Sejujurnya aku sangat heran kau begitu membelanya? kau begitu membela pria itu? kak Andre dia dengan tulus berkata pada ku bahwa dia akan menjaga mu. Bukankah dia benar-benar mencintaimu, jika dibandingkan dengan suamimu yang menikahi mu karena kecelakaan malam itu. Ku pikir lebih baik dan jelas jika kau memilih kak Andre. Apa suamimu selalu berkata mencintaimu?" jelas Viola yang benar-benar berada di pihak kak Andre.


"Dan sejujurnya aku juga heran denganmu bagaimana mungkin kau mempercayai kalimat itu dengan mudah? kau mengenal kak Andre lebih akrab? kau saja baru bertemu dengannya setelah sekian lama. Aku tau kau menghawatirkan ku, aku begitu berterimakasih amat sangat. Tapi ku rasa dalam masalah ini biarkan aku menyelesaikannya bersamaan dengan perasaanku!" Jane bersungguh-sungguh berharap sahabatnya tak akan menyinggung hal semacam ini. Apapun itu semuanya telah terjadi.


"Tapi-" kata Viola ragu.


Jane kemudian menyela "Kau meragukan ku. Suamiku memang tidak romantis, terlihat sombong, angkuh, picik, dan bodoh apa kau mengenalnya seperti halnya aku. Setidaknya dia menunjukan tanggung jawabnya setelah kejadian itu. Apa kau lebih berharap aku terus tersiksa lebih dalam? tanggung jawabnya yang ditunjukan itu cukup. Hanya ada sedikit orang yang benar-benar ku percayai, dan sekarang lebih sedikit lagi yang ku anggap orang baik. Semakin aku mengetahui banyak hal semakin banyak aku kecewa, dan setiap hari yang berlalu menegaskan keyakinanku, bahwa sifat manusia begitu mudah tergoyahkan, dan betapa sulit bagi ku untuk percaya pada kebaikan maupun akal sehat"

__ADS_1


Lalu Jane tak ingin merisaukan perasaan-perasaan seperti itu. Karena ini hanya akan membuatnya kembali terpuruk dengan kehancuran. Jane sadar dia tak punya cukup untuk menilai keadaan dan sifat seseorang.


Viola menatap Jane rasanya dia baru sadar, dia tengah menyinggung bagian sensitif yang tak seharusnya dia lakukan. Dan dia tak mengatakan apapun, semenjak hari itu Viola sekalipun tak pernah menyinggung perasaan Jane dengan mengungkit keburukan Ed ataupun tentang cinta diantara mereka. Melihat Jane sekarang dan keyakinannya jauh membuatnya percaya. Tapi dia cukup menyesali bahwa dia telah memberi tahu orang lain mengenai rahasia yang telah dipercayakan padanya. Dan setelah hari itu mereka mencoba kembali seperti dulu tanpa saling membenci.


__ADS_2