
Ed cukup terkejut, terlebih posisi ini begitu dekat dengan dada Jane yang agak terbuka. Ed menyadarkan diri agar lebih bisa mengontrol diri. Jadi alasan Jane selalu menyingung soal wanita karena saat itu dia melihat pesan yang Bella kirimkan hari itu. Mengenai seseorang yang melihatnya bersama seorang wanita Ed mengingat mungkin itu benar Bella karena saat di Mall hari itu dia memang tak sengaja bertemu dengannya. Orang yang dalam keadaan tak sehat terkadang akan jujur dengan perasaanya tanpa mereka sadari. Ed kemudian menyimpulkan bahwa benar Jane tidak ada hubungan apapun dengan Andre dan dia akan menanyakan nya lebih lanjut ketika Jane sehat nanti.
Tapi karena lemah dengan suhu tubuhnya yang kian terasa panas Jane terjatuh di dada Ed. Dia tertidur dengan deru napasnya terasa kian hangat.
Ed yang termangu dengan pikirannya, kemudian menatap Jane yang menyender padanya dengan lemah. Ed tersenyum kecil, lalu memeluk nya dengan erat. Dengan kata lain Jane menghawatirkan dirinya. Bukan dirinya saja yang memikirkan Jane tapi dibenak istrinya juga tak henti memikirkan dirinya. Bersama siapa, atau menemui wanita lain di sana. Ed tidak bisa menahan ekspresi puas nya setelah mengetahui betapa bimbang nya Jane saat melihat pesan Bella. Lalu mengenai dia dan Bella akan dia jelaskan nanti.
Jane tampak tengah menahan sakitnya. Membuat Ed sadar bahwa sekarang kondisi Jane tengah memburuk, bukan saat nya dia merasa senang saat tau istrinya itu memikirkan dirinya.
Ed berbisik di telinga Jane "Izinkan Aku mengompres mu. Aku tidak bermaksud lancang" setelahnya tanpa pikir panjang Ed melepas piyama Jane dan mengelap tubuh Jane dengan kain hangat untuk meminimalisir panas yang kian merembet dengan tetap memeluk nya dengan erat. Terlebih dari tadi tubuh Jane terus menerus berkeringat.
Setelah selesai Ed menatap lekat wajah istrinya, dia tampak lebih baik dan lebih tenang. Ed mengelus rambut Jane lalu mencium keningnya lembut. Kemudian Ed merebahkan Jane ke kasur dan menyelimutinya.
Ed menatap kearah Jendela sebentar lagi akan terang dan dia lega Jane tampak baik-baik saja dan suhu tubuhnya yang panas sudah lebih baik. Ed duduk di kursinya, tak berniat untuk tidur di samping Jane. Dia hanya mengawasi dari kursinya. Sekarang tubuhnya lah yang terasa hangat. Ed melonggar kan kancing bajunya sembari menghela napas pelan.
Harusnya Ed kembali esok hari, tapi Bibi Yuni menghubungi dirinya bahwa saat mengunjungi taman dia sedikit lengah dan saat hujan deras turun dia tidak menemukan keberadaan nyonyanya. Hal itu lah membuat Ed mendadak kembali pulang karena menghawatirkan Jane. Tapi saat sudah sampai di kotanya sekarang, Bibi Yuni memberi kabar bahwa Jane telah ditemukan bersama dengan seorang pria berkaca mata dan berambut ikal, dengan kondisi keduanya basah kuyup. Bibi Yuni menjelaskan bahwa dia tak begitu tau mengenai pembicaraan mereka, tetapi sang pria tampak meneteskan air matanya begitu pula dengan Jane. Tentu mendengar hal itu membuat Ed marah awalnya, meski dia telah sampai dikediamannya dia akhirnya memutuskan menunggu Jane sampai pulang dan mengurungkan niatnya menjemput Jane langsung di sana.
__ADS_1
"Andre? pria itu ya" gumam Ed, dia tampak menimbang-nimbang. Setelahnya dia bangkit dari duduknya, dia menganti bajunya dengan kaos juga menggenakan jaket. Sebelum pergi dia menatap Jane sembari menutup pintu.
Ed menuruni anak tangga, arloji di lengan kirinya dia benahi, jemarinya sibuk menyibak rambutnya. Dan kemudian dia mengendarai mobilnya melaju cukup kencang.
"Temukan alamat orang itu" ucap Ed yang berbicara dengan seseorang dari telepon.
Seseorang itu mengiyakan perintah dari Ed. Setelahnya dengan cepat pesan masuk di ponsel Ed dan itu alamat yang dia cari.
Cukup lama mengendarai mobil dengan mencari-cari alamat itu, akhirnya dia menemukan nya dan pas sekali orang yang tengah dia cari tengah bersantai di teras rumahnya sembari menikmati cerutu dan kopi di pagi harinya.
Saat melihat Ed yang mendekatinya dia cukup terkejut, dia beberapa kali mengusap kaca matanya berpikir dia salah melihat orang. Setelah memastikan dia tak salah melihat, dia tersenyum "Oh, Ada gerangan apa kau kemari?" tanya Andre.
Andre mematikan cerutunya, dia tersenyum kecut "Entahlah, sebenarnya Aku cukup marah karena ku pikir kau orang yang mengambil Jane dari ku"
Ed dengan cepat menarik kerah Andre karena pergerakan mendadak membuat meja bergoyang dan barang-barang di sana berjatuhan, bahkan gelas kopi terjatuh pecah. Andre yang berani-berani menyebut Jane miliknya mendadak membuat Ed mendidih emosi.
__ADS_1
Tapi Andre tertawa sangat kencang, wajahnya tampak meledek "Ya ampun" katanya, "sepertinya kau marah! apa kau sungguh-sungguh terganggu dengan kalimatku?! Oh, kau lah pria yang merenggut kesucian Jane secara paksa bukan?Aku kesal, kau tahu dia mengandung anakmu. Padahal jika tidak aku sangat yakin dia tak akan memilih apalagi menikah dengan pria seperti mu bukankah begitu!" dia tersenyum, namun senyumnya tampak menyakitkan.
Ed mencengkeram kuat kerah baju Andre "Sekalipun hal tersebut tak terjadi. Jane akan tetap menjadi istriku"
Kemudian ekspresi wajah Andre menjadi datar "Kau sangat kasar. Benar kah Aku membiarkannya bersama pria semacam mu. Aku jadi ragu! ya aku sempat menawarkan diri untuk menjadi suami sekaligus Ayah anak yang Jane kandung--" rasanya dia mulai memprovokasi.
"Sialan. Mulutmu ini sangat berani dan sekarang aku ingin membunuhmu!" amarah Ed kian memuncak.
Tapi Andre menangapi dengan santai "kau tahu itu upayaku dan aku menyesali karena didahului olehmu dengan perilaku yang tak terpuji" Andre melanjutkan, dia tampak kesal sekaligus marah "Sampai kau datang dan sembarang membawanya dengan paksa!!" teriaknya kencang.
Kalimat itu berhasil membuat Ed marah, giginya mengerat kuat. Dengan amarah yang tak bisa terkontrol lagi, Ed melayangkan pukulan keras tepat di wajah Andre. Begitu pula Andre tak bisa menerima pukulan itu, dia juga membalas. Mereka sampai terjatuh kelantai dengan bersitegang cukup lama.
Kemudian Andre mengangkat kedua tangannya. Ya, Ed jauh lebih kuat dan besar darinya adu jotos hanya akan merugikan dirinya. Keduanya sama-sama mengusap bibir yang mengeluarkan darah. Lalu Ed melepas cengkeramannya dan bangkit dari posisi menduduki Andre.
Andre terkekeh dengan posisi telentang di lantai "Ya, kau kuat" ucapnya dengan napas tak beraturan.
__ADS_1
Ed berdiri dengan membenahi pakaian nya yang berantakan. Dia melirik Andre tajam "lain kali akan ku buat kau tak bisa bicara"
"kejam sekali" ucap Andre yang kemudian bangkit dari posisinya.