Oh, Love?

Oh, Love?
Salah paham


__ADS_3

Pagi ini Jane terbangun, sadar-sadar sudah berada di kasurnya. Lalu dia tahu pastilah Ed yang menggendong nya semalam. Lantas, dimana sekarang Ed dia tak ada disamping nya.


Jane kemudian menuruni anak tangga, mencari keberadaan suaminya. Dibawah Jane melihat Ed tengah berbincang dengan seseorang wanita yang berusia sekitar 40 tahun.


Saat melihat Jane Ed melambaikan tangan meminta Jane untuk segera turun. Barulah Jane tahu bahwa wanita itu akan menemani dan membantu Jane. Dia Bibi Yuni pembantu rumah tangga yang dipercaya oleh Ed karena semakin hari perut Jane mulai membesar dan dia akan kesulitan melakukan aktivasi terlebih Ed akan lebih sering keluar karena mengurusi pekerjaan. Rasanya akan lebih baik jika dia ditemani seseorang, dan Ed bisa tenang diluar.


Lalu setelah berbincang-bincang Ed harus segera pergi untuk kembali mengurusi kerjaannya. Beberapa waktu lalu dia menunda-nunda dan sibuk menemani Jane. Pekerjaannya sekarang cukup menumpuk dan harus segera dia selesaikan.


Dan Bibi Yuni mulai bekerja hari ini. Wanita dengan tubuh sedikit berisi tersenyum dengan manis kearah Jane. Dia menyapanya dan memberi pujian bahwa Jane sungguh cantik. Jane senang dan memberi jawaban terimakasih. Bibi Yuni tampak ramah dan dia berharap akan cocok untuk kedepannya.


Bibi Yuni sibuk berkutat di dapur, harum tumisan bumbu tercium membuat Jane lapar.


"Bibi harum sekali" kata Jane mendekat, dia melihat apa yang tengah dimasak Bibi Yuni.

__ADS_1


Rupanya yang dimasak Bibi Yuni adalah daging sapi lada hitam untuk bumil. Ya, Jane tau pasti Ed yang meminta Bibi Yuni untuk memasak menu sehat untuk Ibu hamil, terlebih ada sayur asem juga yang telah selesai dibuat Bibi.


"Nyonya duduklah, anda akan terkena asapnya dan ya baunya akan membuat Anda bersin" suruh Bibi menghawatirkan nya.


"Oh, ayolah aku hanya penasaran" kata Jane.


Tapi Bibi Yuni benar-benar meminta Jane untuk menjauh, dia juga menghawatirkan Jane terkena cipratan minyak panas. Dan Jane berasa kekhawatiran ini terlalu berlebihan. Ya, tetap saja pada akhirnya Jane menunggu di sofa sembari menonton televisi.


Kemudian suara bel pintu berbunyi, Jane bergegas membukakan pintu dan di sana dia melihat Viola yang menatapnya dengan pilu. Tentu saja itu menimbulkan pertanyaan pada benak Jane.


Jane teringat, cekcok hari itu saat menemui kak Andre. Jane lupa memberi kabar Viola bahwa dia sungguh baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jane berterimakasih memiliki teman seperti Viola yang begitu peduli padanya. Tapi, Jane tidak menyangka sahabatnya ini menganggap Ed pria buruk yang suka bermain tangan degan kasar.


"Viola, tenang dulu" kata Jane, "Ed tidak memukul ku sama sekali tidak pernah sekalipun" Jawab Jane.

__ADS_1


Tapi wajah Viola memperlihatkan betapa dia tidak percaya dengan yang Jane katakan barusan. Lalu Jane meminta sahabatnya itu untuk masuk lebih dulu mereka seperti nya perlu meluruskan salah paham diantara mereka.


Ya, wajah suaminya yang seperti orang tak ekspresif, terlihat jahat dimata orang lain yang tak mengenalnya, bahkan Orang-orang akan awas. Orang-orang mengira Ed begitu buruk nyatanya dia tak sejahat yang orang-orang pikirkan. Jane pun heran dulu Ed terlihat biasa saja, seperti kebanyakan pria. Tapi sekarang, dia begitu kekar dengan wajah rupawan yang kaku. Jane jadi malu mengingatnya. Kemudian Jane kembali ke topiknya dan Viola, lalu mendengarkan cerita keluhan dari Viola yang rasanya sangat serius mencerca Ed.


Viola menceritakan dia benar-benar tidak berani kemari beberapa hari kemarin, karena dia yakin bahwa Ed akan ada disekitaran Jane. Lalu hari ini dia datang kemari dan kebetulan dia melihat Ed pergi sendiri, hal itu membuat dia langsung mendatangi Jane dia merasa ini kesempatan untuk mengetahui kabar Jane.


Viola melanjutkan "Kau tau saat kau masuk kedalam mobil mu lebih dulu. Ed mengancam ku dia bilang tak menyukai tindakanku, lalu meminta kami untuk tak menganggu mu. Apa aku disini menganggu mu? katakan jika memang kami menganggu mu Jane?! Bagian mana yang salah, aku hanya mengajakmu keluar untuk menyelesaikan permasalahan dengan kak Andre. Bukankah suamimu itu sembarang dan bicaranya keras" Viola sibuk mencerca suami Jane dia benar-benar merasa bahwa suami Jane benar-benar pria bajingan.


"Tidak mungkin Viola!." Jane meragukan itu, "Setajam nya ucapan Ed dia tidak mungkin sampai mengancam mu. Ku pikir dia hanya kesal saat itu dan hanya memberi peringatan sebagai bentuk kemarahan. Tapi kurasa dia tak bersungguh" Jane membela suaminya karena yang dia lihat dan rasakan Ed tak pernah seperti itu.


Viola tersenyum kecut. Dia merasa Jane benar-benar berada dibawah pengaruh suaminya. Menurutnya Jane berubah dan tak lagi mendengarkan dirinya, padahal dia hanya berniat membantu Jane. Tapi Jane meresponnya seperti ini.


Jane menyentuh tangan Viola lembut "Aku senang karena kau begitu peduli padaku. Tapi terkadang tak semua yang kita lihat seperti perkiraan kita. Memang, Ed terlihat menggebu-gebu dan emosional kemarin. Siapa suami yang akan suka melihat istrinya menemui pria lain di tengah mengandung anaknya dan tanpa meminta izin padanya lebih dulu. Nah, katakan Viola apa tindakanku kemarin dibenarkan? Ku pikir tidak, jadi aku bisa mengerti mengapa Ed marah hari itu. Lalu mengenai kekhawatiran mu, itu tidak benar seujung kuku pun dia tak pernah memukul ku dengan tangannya" jelasnya dengan hati-hati juga berharap Viola tidak tersinggung dengan penjelasannya.

__ADS_1


"Tapi, dia tidak mencintaimu bukan? kau pun tidak mencintainya?!" Viola mengatakannya tanpa menimbang perasaan sahabatnya, karena menurutnya Jane memang tak memiliki rasa pada suaminya itu. Dia hanya ingin tahu respon dari Jane.


Kalimat itu membuat Jane terdiam, dia mengigit bibirnya kuat. Sejenak kemudian dia kembali menjawab "Mengenai itu aku pun tidak tahu. Tapi kami sama-sama berjanji dan berkomitmen untuk saling menjaga, terlebih untuk buah hati kami ini" Jawab Jane dengan senyum samar dia mencoba terlihat tegar, tapi tidak dengan hatinya yang kacau dengan kalimat yang sahabat nya itu lontarkan. Itu cukup menyakitkan, dia mengingatkannya kembali dengan fakta yang sempat ingin Jane bantah. Dan bahwa dia dan Ed akan mulai saling terbuka dan seperti pasangan pada umumnya saling menyayangi, tapi hal itu langsung lenyap dari benaknya saat mendengar kalimat sahabat nya.


__ADS_2