Oh, Love?

Oh, Love?
milikku


__ADS_3

Jane dan Kak Andre saling menatap. Kemudian mereka mulai menikmati pertemuan ini berbincang cukup lama. Dan Jane senang Kak Andre tak semarah atau berusaha menghindari nya seperti yang dia pikirkan. Lalu kak Andre mengalihkan pembicaraan lain agar suasana lebih hidup.


"Apa makanan itu sesuai dengan selera mu?" tanya Andre.


Jane mengangguk "ku rasa kak, sebaiknya kita memanggil Viola juga Yoga. Pembicaraan kita ku rasa cukup jadi biarkan mereka bergabung"


"Oh, mereka tengah asyik di kursi lain dengan makanan yang mereka pesan. Lihat mereka berbincang seru" kak Andre menatap Yoga dan Viola memberitahu Jane bahwa mereka tengah berbincang asyik bahkan mereka berdua tak memperhatikan sekitar dan hanya fokus dengan pembicaraan mereka.


Kak Andre melanjutkan "untuk saat ini tidak masalah jika kita berdua dibangku ini toh mereka juga ada di sekitaran kita. Apa kau keberatan?"


Sebenarnya Jane sedikit keberatan, lalu kemudian dia dengan cepat memberi gelengan sembari tersenyum.


Jane terkejut, tiba-tiba seseorang menarik dirinya dalam keadaan dia masih duduk. Wajahnya menjadi menyender di dada pria yang lebar, parfum yang Jane kenal itu parfum yang biasa Ed gunakan.


Jane mendongak dan benar saja itu Ed yang tengah menatapnya tajam. Tangan kanan Ed yang menarik Jane ke dadanya dan tangan kiri Ed yang menyentuh meja. Kemudian Ed semakin memeluk Jane erat sembari memberikan ciuman di pucuk kepala Jane.


"Aku terkejut Jane, kau meninggalkan rumah tanpa memberitahu ku!" bisik Ed dekat pada telinga Jane.


Jane membelalak dia benar-benar lupa meminta izin pada Ed, dia pergi begitu saja menemui pria lain.


"Ah, Ed-"


"stt" sekarang Ed tidak menerima pembelaan yang akan Jane lontarkan.


Lalu Ed menatap pria yang tengah memberi kannya senyuman. Ed benar-benar marah terlebih pria itu yang sok terlihat tenang. Gigi Ed bahkan mengerat, tapi dia tak akan membuat masalah besar hanya untuk bertengkar dengan pria itu. Toh, Jane adalah miliknya sekarang dan seterusnya.


Masalahnya, Jane tersipu malu terlebih dada bidang Ed yang terbuka "Bisakah kau lepas aku dulu. Orang-orang melihat kearah kita"


Kalimat itu membuat Ed mengira Jane tengah menjaga hati pria di depannya. Ed benar-benar tak suka ini, lalu Ed menatap lekat wajah Jane "Kenapa kau istriku? apa aku bertindak salah? atau kelewatan?"

__ADS_1


"Ed ada apa denganmu? kau tak seperti biasanya?" Jane sedikit heran.


"Kenapa kau kaget? biasanya aku terlalu lembut padamu sampai-sampai kau berusaha menemui pria lain!!" Ed mulai marah.


"Heh, tidak seperti itu!"


"Lantas, apa? berdua dengan seorang pria dan meninggalkan aku, bisa kau artikan itu apa? hubungan apa yang kau miliki dengannya? Dengar sekalipun kau membenciku aku tidak akan pernah mentolerir hal-hal semacam ini Jane!!" tekan Ed, dia lebih menggebu dengan amarah yang sangat berusaha dia kontrol.


"Aku tidak sendiri. Viola menemaniku juga Yoga" Jane menunjuk kearah teman-temannya.


Viola dan Yoga tampak saling memandang dengan wajah cemas. Ed yang badanya besar, terlihat marah tentu membuat nyali mereka ciut mendadak. Lalu yang lebih takut disini adalah Yoga bagaimana tidak surat itu dia lah yang mengirimkannya. Yoga menelan ludah berharap tak akan terkena masalah karena mengacau keharmonisan rumah tangga orang.


"Ya, ya kau memang bersama dengan mereka tapi kau duduk terpisah. Dengan artian membahas penting mengenai perasan?!" Ed melirik Andre yang masih terlihat tenang dengan memberi senyumannya.


Jane terkejut dari mana dia mengetahui alasan dia menemui kak Andre "kau membaca surat ku? itu tidak sopan" Jane marah.


"Tapi tindakanmu ini lebih tidak sopan" balas Ed yang membungkam Jane dengan kalimatnya yang tepat.


"Hey, kau suami Jane" Andre mulai bicara.


Membuat perhatian Jane dan Ed tertuju padanya.


"Bisakah kau tak memperlakukan Jane seperti itu! memang benar aku tertarik dengan istrimu tapi dia datang kemari untuk memberi penolakan, kau tenang saja. Tapi, jika kau seperti ini padanya jangan salahkan jika dia memilih orang lain yang lebih menghargai nya" Andre tersenyum, jelas sekali dia tengah memprovokasi.


"Oh, aku tak akan membiarkannya. Terlebih dia tengah mengandung anakku, aku hanya menghawatirkan istri dan anakku!!" Ed menyeringai sengaja mengatakan itu agar pria sok dalam bicara itu diam.


Setelah mendengar kalimat itu Andre terpaku.


Lalu Ed menarik Jane membawanya pergi dari tempat itu, meninggal kan orang-orang di sana.

__ADS_1


Jane menarik lengannya dari Ed, kalimat Ed barusan seakan dia mempertahankan dirinya hanya karena dia tengah mengandung. Jane merasa cukup kesal.


"kenapa kau tak masuk ke mobil?!" Ed menatap Jane lekat.


"Aku ingin pergi bersama Viola, kau sembarangan menarik ku. Itu tidak sopan. Mereka teman-teman ku!"


"Itulah sebabnya aku tidak suka temanmu itu. Dia membawamu seenaknya. Dia sangat buruk Jane!!"


"Tidak pikiranmu terhadap mereka lah yang buruk. Jadi pikiranmu yang harusnya kau benahi!!" suara Jane sedikit meninggi. Dia tidak bisa diam saja saat temannya dikatakan buruk oleh Ed.


"Masuk!" suruh Ed, dia menatap tajam Jane dengan wajah serius. Jane ingin menolak tapi tatapan itu membuatnya takut, terlebih terlihat kepalan kuat tangan Ed.


Saat Jane hendak masuk, Viola, Yoga, dan kak Andre menemui mereka.


"Kau sungguh pria kasar, apa kau sering memperlakukannya seperti itu saat di rumah sendiri?!" kata Andre dia benar-benar marah kali ini, senyum tenangnya yang diperlihatkan tadi menghilang.


Lalu Viola yang melihat tempramen suami Jane yang sepertinya buruk mendukung kak Andre sekarang.


"Apa aku harus memberitahu kalian seperti apa aku memperlakukan istriku ketika di rumah?!" Ed menyeringai.


"Tanpa perlu kau beritahu kami bisa langsung mengetahui" jawab Andre.


"dan aku tidak peduli dengan sudut pandang kalian terhadapku" kata Ed abai, lalu dia kembali meminta Jane untuk masuk tapi Jane menolak.


"Sebentar Ed-" Jane menatap teman-teman nya "Wajah suamiku memang terlihat keras tapi dia bukan pria yang jahat, maksudku perilaku nya dalam memperlakukan ku tak seburuk yang kalian pikir" Jane membela suaminya. Dan itu semakin membuat Ed merasa menang.


"Rasanya itu bohong Jane. Dia yang dari awal terlihat seperti pria berbahaya meski wajahnya rupawan. Aku takut kau tidak aman bersamanya" Viola sangat menghawatirkan Jane terlebih dia hanya tinggal berdua di rumah besar itu bersama suaminya. Jika ada masalah tidak akan ada yang tahu, dan suami Jane tubuhnya sangat besar dari pada Jane. Viola ragu Jane bisa membela dirinya.


"Entahlah-, teman-teman yang sok tahu!" kata Ed sinis "kenapa kalian begitu menganggu" Ed menarik Jane kedalam pelukannya kemudian meminta Jane kembali masuk kedalam mobil. Jane menurutinya, dan memberi tatapan pada teman-teman bahwa dia akan baik-baik saja. Karena Jane tau dia lah yang membuat Ed marah maka dari itu dia tak ingin memperparah keadaan, dan Jane berharap teman-temannya mengerti hal ini. Ini terjadi karena dia pergi tanpa pamit. Kemudian Jane memaklumi Ed yang marah, menurutnya itu wajar Ayah yang menghawatirkan keselamatan istri yang tengah mengandung anaknya.

__ADS_1


"Dengan serius aku meminta kalian untuk tak menganggu istriku!! lalu kau Viola sungguh aku tak menyukai segala tindakanmu!! jika kau mengulangi kau benar-benar akan bersinggungan dengan ku!!" tekan Ed kemudian menyusul Jane masuk kedalam mobil.


__ADS_2