Oh, Love?

Oh, Love?
ingin memiliki


__ADS_3

"Lantas deskripsi Bahagia menurut mu seperti apa?!" tanya Jane.


"Bahagia itu ketika mengalami kesenangan dan ketenteraman hidup, keberuntungan, dan juga kemujuran yang bersifat lahir dan batin" Jelasnya, kemudian Andre melanjutkan "dan bahagia menurut ku ketika melihat orang yang dicintai tidak berada di posisi depresi atau penuh kecemasan yang mencekik!!"


"Setiap hari, setiap waktu apakah hanya akan ada kebahagiaan tanpa ada penderitaan, kesedihan, atau kejenuhan yang melengkapinya?" kata Jane "Tidak, kebahagiaan itu tidak pasti dan tidak selalu sesuai dengan keinginan!"


"Jane jangan mengalihkan pembicaraan, yang ku tanyai dirimu. Aku tahu ceritamu dan aku minta maaf karena mungkin lancang mengetahui tanpa persetujuan mu. Aku tahu bahwa kau terpaksa menikah dengannya karena dia pria bajingan yang menyentuh mu tanpa persetujuan. Kau menikahi dengannya karena semuanya terlanjur, kau terlanjur karena telah hamil" Andre berusaha agar tak meninggikan nada bicaranya terlebih disini bukan hanya ada mereka tapi orang-orang.


Jane mengigit bibirnya kuat, sakit rasanya mendengar kalimat yang berusaha dia lupakan malah kembali diingat kan. Jane juga malu, kejadian itu diketahui oleh kak Andre.


"Jane meski begitu, jika kau berkenan" lirih nya dengan kesungguhan "Aku dengan sungguh-sungguh bersedia bertanggung jawab akan dirimu dan anakmu kelak jika kau tak bahagia dengannya. Aku mengatakan ini tulus!" Andre menatap dalam Jane meski Jane bahkan tak berniat menatap balik dirinya.


Jane menggeleng "Ya, terimakasih tapi aku tidak berniat meminta mu orang yang tidak bersalah membebani hal yang tidak kau lakukan"


"Aku tidak terbebani" tukasnya serius.


Tapi Jane terdiam, dia tak ingin membahas apapun lagi. Dia hanya mengusap lengan nya. Diam nya Jane cukup membuat Andre kecewa, seberapa sulit keberanian untuk mengatakan kalimat tadi, kalimat sungguh-sungguh, dia berharap mungkin Jane akan dengan senang hati mengiyakan.

__ADS_1


Awalnya Andre kemari hanya untuk menenangkan pikirannya, tapi siapa sangka dia malah bertemu dengan Jane orang yang tengah dia pikir kan. Andre merasa mungkin ini cara yang di tunjukan pada-nya bahwa mungkin masih ada tempat untuknya. Pertemuan semacam ini, tidak terduga dan mendadak adalah cara terbaik dan kesempatan untuknya. Tapi seperti nya tidak sesuai harapannya, terlebih Jane lebih banyak diam dan tidak memberi respon.


"Apa suamimu menekan mu atau memaksa mu lebih banyak diam?!" tanya Andre dia menyelidik.


Jane menggeleng.


"Kau datang bersama siapa?" tanya Andre berusaha kembali memecah keheningan dan berharap Jane akan sedikit terpancing.


"Teman"


"Oh! Bagaimana dengan suami mu? Dia membiarkan mu pergi dengan teman-teman! lalu kenapa bukan dia yang menemanimu?!" tanya Andre.


Jane dengan berusaha setenang mungkin dan menunjukan sikap keramahan meski dia tak nyaman dengan posisi mereka dan pembicaraan nya, tapi tidak dengan jawabannya yang sedikit menekan "Ada yang salah dengan aku yang pergi dengan teman?" kemudian Jane melanjutkan dia tersenyum kecil, tanpa menatap Andre "Kau tau kak, bahwa tak semua orang seluang itu. Ada Kala nya dia memiliki kesibukan yang tak boleh ditinggal" Ya, meski Jane tidak tau benar atau tidak bahwa Ed benar-benar tengah bekerja di sana tapi apapun itu sekarang dia hanya perlu lepas dari situasi ini.


"Benar. Tapi tidak untuk meninggal kan seorang Jane yang menawan ini berkeliaran sendiri!"


Kalimat itu cukup membuat Jane kesal sekaligus muak. Sudah jelas Andre tengah menunjukan perhatian nya. Lalu mengenai persoalan perasaan, Jane yakin bahwa dia sudah menjelaskannya dan menolak secara baik-baik. Sekarang dia juga tengah menunjukan penolakan secara halus. Kak Andre memang pria baik, rasanya akan lebih baik jika dia juga mendapat kan wanita yang jauh lebih baik dibandingkan dirinya. Lalu akhir cerita nya dengan Ed yang dia tak tahu akan seperti apa, tapi yang pasti kak Andre menurut Jane sangatlah pantas mendapatkan wanita bersih, dan itu bukan dirinya.

__ADS_1


"Aku terpisah bersama rombongan! bukan sendirian!" jawab Jane.


Andre menatap Jane lebih dalam, entah mengapa menurutnya wajah Jane penuh dengan tekanan. Dia marah dan kesal pada dirinya yang terlambat mengatakan cintanya. Jika hari itu di kelulusannya dua tahun lalu dia mengatakan cinta pada Jane setidaknya mereka tidak akan berada di posisi sulit seperti saat ini. Jane yang telah menikah dengan tak menjamin kebahagiaan di dalam nya, dia jauh lebih kepikiran.


Andre memberanikan diri menggenggam tangan Jane. Lalu Jane tersentak kaget, dia menatap tangan kak Andre yang menggenggam tangannya.


"Cinta yang buta dan keterlambatan ku. Meski kau berusaha menolak, aku pun berusaha agar kau menerima ku. Gila! mungkin itu yang ada di benakmu?" kata Andre. Dia hanya pura-pura tak menyadari bahwa wanita yang dia ingin kan telah menikah dengan pria lain, dan dia tidak sadar kalimatnya ini sangat lancang.


Jane menarik tangannya, dan mendorong dada Andre keras. Lalu orang-orang memandang mereka tapi Jane dan Andre sama sekali tidak peduli dengan pandangan mereka. Karena situasi mereka yang penuh dengan emosional orang-orang berpikir mereka pasangan yang hanya bertengkar dan itu lumrah. Lalu orang-orang di sana kembali memilih untuk tidak ikut campur.


"Itu bukan hanya gila. Itu tidak wajar , cinta yang menggebu seperti yang kau tunjukan sama sekali bukan hal yang kusukai" Jane marah dengan tingkah Andre.


"Dan aku sudah menolak dengan baik-baik hari lalu dan sekarang pun sama aku menolak mu secara baik-baik. Jadi bisakah kau jangan mengusikku. Biarkan, dan lepaskan aku seperti apapun akhir cerita ku biarkan aku yang menikmatinya sendiri. Ini juga agar kau tidak terluka masuk dan ikut campur dalam masalah ku dan meski kau menunjukan perhatian yang tak ku ingin kan itu tak akan mengubah perasaan ku bahwa aku sama sekali tidak memiliki rasa semacam itu denganmu!" Jelas Jane dia berbicara dengan mata berkaca-kaca.


Andre menatap Jane, dia hanya berpikir bahwa Jane hanya mengucapkan itu spontan. Dia juga berpikir bahwa Jane membutuhkan dirinya dan kehangatan dari lingkungan yang mungkin tidak dia dapatkan.


Andre ingin memeluk Jane tapi dengan cepat Jane kembali mendorong Andre.

__ADS_1


"Aku sungguh tidak suka caramu. Kau malah seperti ingin melihat diriku yang terombang-ambing dengan pilihan dua pria yang semakin memperlihatkan bahwa mungkin aku begitu murahan!" Jane mengatakan itu dengan derai air mata, lalu berlarian keluar dari pondok itu. Dengan hujan yang masih turun dengan derasnya.


Andre yang merasa Jane salah paham bergegas ikut menerobos hujan dan ikut mengejarnya.


__ADS_2