Oh, Love?

Oh, Love?
Kebetulan yang tak diharapkan


__ADS_3

Melihat Jane yang tampak diam, Leona kemudian kembali memecah keheningan dengan bicaranya yang hati-hati "Aku tak bermaksud lancang ku pikir kau pantas tau hal ini! jika aku keliru mohon untuk diluruskan, jika kau tidak tau alasan nya ku harap permasalahan mu segera teratasi"


Jane dengan perasaan yang lebih kacau berusaha tampak tenang "Ah, memang benar suamiku tengah berada di bali dan tengah mengurusi perihal bisnis nya. Mengenai wanita itu ku pikir dia rekan kerja nya" Jane menggenggam jemarinya kuat, meski tidak tau kebenarannya, tetap saja Jane tak ingin marah menggebu-gebu itu tidak akan menguntungkan dirinya di hadapan Leona dan bagaimana pun Jane memilih untuk melindungi citranya dan suaminya. Meski hatinya tengah teriris saat mendengar pengakuan Leona yang melihat Ed bersama wanita lain. Jane bisa menebak wanita itu adalah Bella, wanita yang mengirim kan pesan rindu pada suaminya.


Jane berusaha agar tak terlihat sedih dia tersenyum dengan manis, "Jangan khawatir, dan terimakasih karena ingat memberitahu ku."


Leona menghela napas "Syukurlah. Kau tau aku sempat takut jika kalian sungguh bermasalah. Karena sungguh kau tetangga waras yang ku miliki, ketika diajak mengobrol nyambung dan asyik. Tidak sibuk bergunjing kekurangan orang"


Jane tertawa mendengarnya, rupanya Leona lelah menghadapi Ibu dan juga tetangga akrab nya itu. Jane pikir Leona akan menerima begitu saja lingkungannya. Rupanya dia juga membutuhkan teman ngobrol yang waras.


Hari yang Jane pikir akan membosankan menjadi lebih hidup dengan kedatangan Leona. Pikirannya yang kalut bisa di halau sejenak dengan melakukan kesenangan kecil. Ya, Leona mengajak Jane untuk ikut bersamanya ke taman wisata alam punti kayu yang lokasinya cukup dekat dengan kediaman mereka. Jane menanyakan pada Leona apa dia tak lelah baru saja datang dari berlibur dan sekarang mengajaknya untuk rekreasi kesana.


Leona menjawab bahwa dia sama sekali tidak lelah. Berpergian adalah hobinya, dia memang anak yang energik, terlihat dari nada bicaranya yang menggebu berharap Jane setuju. Ini juga upayanya untuk semakin mengakrabkan diri dengan Jane. Lalu Leona merayu Jane untuk ikut karena itu akan menenangkan dengan pemandangan yang hijau.


Setelah cukup lama menimbang dan rayuan maut yang Leona tunjukan. Jane akhirnya setuju dengan syarat mengajak Bibi Yuni. Tentu saja Leona tidak keberatan terlebih bukan hanya mereka yang pergi tapi Ibu nya dan nyonya Amber beserta putrinya juga ikut. Leona memang sengaja mengatakan hal itu belakangan setelah Jane setuju agar Jane tidak bisa menarik kalimatnya kembali.


Sekarang, Jane sungguh tidak percaya berada satu mobil dengan mereka tetangganya yang sedikit tidak ramah, mengingat hari lalu ucapan mereka yang sembarang. Jane juga merasa bahwa dia sangat tidak cocok dengan kepribadian mereka terlebih dari segi sifat yang sangat berbeda, kecuali Leona. Namun, semua keengganan itu Jane atasi karena tak ingin membuat Leona merasa bersalah karena membawa nya di posisi ini.

__ADS_1


Meski tidak cocok tapi terkadang sesuatu yang bising tak selama nya buruk. Ini cukup membantu situasi Jane yang kesepian terlebih dengan perasaan nya dengan Ed. Meski harus kuat mendengar mereka yang sangat suka menanyakan hal pribadi dan serangan-serangan nyonya-nyonya yang nyelekit. Beruntung juga nyonya-nyonya itu saat liburan tidak melihat Ed di Bali bersama wanita lain, jika mereka melihat nya sudah pasti Jane akan dicerca dengan tawaan keras mengingat Bagaimana Jane yang sangat membela, percaya dengan suaminya dan suaminya yang bertingkah manis namun di belakang menemui wanita lain. Jane sungguh tak bisa membayangkannya. Lalu Bibi Yuni lebih banyak diam, dia sama sekali tidak berniat bergabung dalam pembicaraan. Tapi Jane merasa Bibi Yuni tengah mengamati situasi di sekitar nya.


Tak terasa mereka sudah sampai ke tujuan. Saat masuk taman itu di penuhi dengan ratusan pohon terutama pinus yang menjulang tinggi dengan dedaunan hijau, membuatnya tidak terkontaminasi oleh polusi udara.


Lalu Leona menggelar tikar untuk berpiknik santai dan menikmati alam. Jane memilih duduk bersantai. Sedangkan yang lain nya sibuk menyusuri keindahan jejeran pinusnya, ada yang sibuk menikmati wahana, melihat satwa, dan hal lain yang seru di sana termasuk Bibi Yuni yang tampak ikut menikmati.


"Jane kenapa kau diam, kau tak ingin bergabung dengan mereka menikmati wahana atau mengeksplore di sekeliling?" tanya Leona yang mengejutkan Jane yang tengah termenung.


Jane menggeleng "Aku malas. Lalu terasa lelah saja, mungkin karena tengah mengandung"


"Heh, kau hamil?!" ucap Leona sedikit memekik lalu dengan cepat kembali menutup mulutnya.


Leona memang belum mengetahui bahwa Jane tengah mengandung, dia cukup terkejut saat mendengarnya. Dan sekarang dia menjadi lebih hati-hati pada Jane dan takut jika Jane dan buah hatinya kenapa-napa.


Setelah nya Leona bergabung, dia sibuk mengeksplore tempat-tempat di sana. Dia sempat ragu meninggalkan Jane sendirian di sana tapi Jane menyakinkan diri bahwa dia baik-baik saja. Awalnya Leona engan, tapi Jane yang menunjukan wajah yang sungguh-sungguh cerah membuat Leona memberanikan untuk meninggalkan Jane dan berharap Jane menikmati keindahan taman ini dari tempat nya.


Setelah cukup lama sendiri dan termenung, tiba-tiba saja turun hujan dengan deras. Jane bergegas menuju pondok yang ada di sana untuk berteduh, ya cukup ramai dengan orang-orang. Bahkan Jane terdesak.

__ADS_1


Tapi kemudian seseorang melindungi Jane dari desakan orang-orang. Tangan orang itu berada di kayu penyangga pondok dan membuat Jane berada ditengah nya. Jane mendongak dan mendapati kak Andre tengah menatapnya dengan serius, kemudian dia tersenyum "kebetulan sekali kita bertemu Jane" katanya.


Jane terkejut bukan main, kebetulan yang sungguh tak dia harapkan. Terlebih Kak Andre yang mengetahui cerita nya dari Viola.


Jane membuang muka, dia malu. Tapi kak Andre tak menyingung apapun. Mereka cukup lama di posisi itu tanpa pembicaraan dan kak Andre yang terus menjaga Jane dari desakan orang-orang yang berusaha masuk ke pondok agar tak terkena hujan yang semakin deras.


Jane merasa tak nyaman dengan situasi ini, tapi dia terbantu dengan adanya kak Andre. Jane juga sibuk mencari keberadaan Leona dan orang-orang nya. Dan Jane sungguh berharap agar hujan segera berhenti dan dia bisa dengan cepat menemukan orang-orang nya, lalu terhindar dari situasi ini.


"Kau tak suka bertemu dengan ku lagi ya?!" kata Kak Andre memecah keheningan dia menatap Jane dengan sendu.


Jane kemudian mendongak "tidak" jawab nya.


"Lantas kenapa kau terus membuang mukamu, tak berniat menyapaku dengan senyum mu Jane!"


"Menatapmu dalam posisi ini? itu tindakan tidak terpuji, aku sudah menikah. Dan aku berterimakasih akan bantuan, sehingga aku terjaga dari desakan orang-orang" kata Jane dengan tulus.


"Jane apa kau sungguh bahagia dengan pernikahan mu? aku meminta kau jujur bukan hanya karena kau tengah mengandung anak pria itu!!" ucap kak Andre dengan nada menekan.

__ADS_1


Jane membelalak, benar saja kak Andre mengetahui semuanya. Kemudian Jane kembali membuang muka tak berniat menjelaskannya.


__ADS_2