
Lalu cukup lama Jane berada diposisi Ed yang memeluknya. Dan Jane terus mendesak Ed untuk segera mandi, mengingat malam kian larut. Setelahnya Ed bangkit dan bergegas untuk mandi. Sebelum itu dia meletakan ponselnya di atas meja.
Saat Jane merasa lebih baik, terlebih hubungannya dengan Ed. Namun, sebuah pesan baru saja masuk di ponsel Ed yang menyala. Jane tidak ingin tau mengenai pesan itu sebenarnya, namun pesan itu tak sengaja tertangkap oleh matanya. Terlihat bahwa pesan itu di kirim oleh Bella, dengan kalimat pesan nya 'Ed sungguh aku merindukanmu. Kapan kau kemari?"
Saat itu juga Jane terdiam tak berkata dengan perasaan yang kacau, hatinya berdenyut luar biasa.
Jane awalnya yang tak penasaran menjadi ingin tau, dia menggenggam ponsel Ed dan melihat lebih lanjut pesan yang baru dikirimkan wanita bernama Bella itu, isinya membuat pikiran Jane kian kalut 'ku dengar kau menikah. Aku tak percaya itu, maka kita harus bertemu dan kau harus menjelaskan semuanya! kau mematahkan hatiku!!'- isi pesannya cukup panjang hanya saja karena terdapat sandi keamanan di ponsel Ed, dia tidak bisa membaca lebih lanjut mengenai isi pesan wanita itu.
Cinta?! Jane memang tak merasakan itu, tapi ketika tahu pria yang menjadi suaminya memiliki wanita lain entah mengapa rasanya berdenyut sakit. Dan konsekuensi apapun itu bukankah dia siap. Rupanya yang dikatakan dengan kenyataan sangat sulit untuk menerimanya.
Apa yang Jane ketahui tentang suaminya? tidak ada hanya sebatas masa lalu sebagai tetangga yang mengesalkan. Bagaimana hubungan percintaan Ed atau mungkin saja dia memiliki seseorang yang dicintainya dan terpaksa ditinggalkan karena kejadian ini? Jane menyentuh dahinya yang berdenyut sakit. Jika benar, bagaimana anaknya kelak. Dia tak peduli dirinya tapi anaknya.
Jane menenangkan diri, dia menarik napas panjang. Dia memilih agar tak menyimpulkan bahwa wanita itu orang yang Ed cintai. Sial, dia tak bisa berpikir sebaik itu sekarang. Untuk sekarang Jane tak ingin memikirkannya, dia memilih untuk merebahkan dirinya ke kasur. Apapun itu Jane berpikir untuk pura-pura tak tahu.
Ed keluar dari kamar mandi, tentu dengan piyama tidur yang dia kenakan. Dia bergegas merebahkan diri ke kasur. Melihat Jane yang tampaknya sudah tertidur, Ed memilih tak menganggu nya. Lalu kemudian fokus Ed berpindah pada ponselnya yang dari tadi terdengar bising banyak pesan yang masuk.
Tapi Jane yang sebenarnya tidak tidur dan meski matanya tertutup, dia merasakan Ed yang membuka ponselnya dan terdengar seperti menekan-nekan keyboard ponsel. Saat itu lah Jane yakin bahwa Ed tengah berbalas pesan dengan wanita itu.
Jujur saja Jane gelisah, dan dalam kesakitan hati dan pikirannya, dia tak henti-hentinya bergerak dan berubah posisi. Jane benar-benar membenci situasi dimana dia merasa tersudut dengan perasaan tak menentu.
"ada apa? kenapa kau terasa tak tenang? " ucap Ed yang berbisik didekat Jane, sembari memeluknya.
__ADS_1
Jane memang belum tidur dan kesulitan untuk tidur malam ini, dia membuka matanya dan hanya diam tak berniat untuk menjawab.
"Apa perutmu terasa sakit? di bagian mana yang terasa sakit huh?" Ed sibuk mengelus perut Jane mencari tahu dimana rasa sakit Jane sehingga dia tampak gelisah.
Jane membelakangi Ed, bagaimana dia memberi tahunya bahwa sesuatu yang sakit tak terlihat tapi terasa begitu menyesakan.
Lalu Ed hanya berusaha membuat Jane nyaman, ya Jane yang tak memberi jawaban membuat Ed berpikir mood istrinya kembali buruk.
Detik, menit, dan jam terus berlalu tapi kegelisahan Jane membuatnya kesulitan tidur. Ed pun sama dia tak tertidur karena merasakan Jane yang gelisah malam ini. Ed memutuskan mengajak Jane untuk berbincang, mengingat ada hal penting yang lupa dia sampaikan. Ed kemudian memecah keheningan "Jane aku lupa memberitahumu tadi, bahwa besok aku harus ke Bali"
Mendengar itu membuat Jane lebih kacau, pikirannya kalut dengan banyak kesimpulan buruk yang dia bayangkan.
"Kau tau bahwa aku anak tunggal. Dan banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan. Disini dan di sana aku harus menyelesaikan urusan bisnis ku dan keluarga ku" kata Ed.
"Baiklah" jawabnya singkat. Jane menggigit bibirnya kuat, dia ingin bertanya mengenai pesan yang dikirimkan oleh wanita bernama Bella itu, tapi bibirnya kalut. Lalu Ed yang mengatakan dia akan pergi ke Bali esok semakin menyakinkan Jane bahwa Ed tidak hanya mengurus pekerjaannya tapi juga menemui wanita itu.
Pikiran Jane menjadi ruwet dengan kesedihan yang tiba-tiba menyelimutinya "Berapa-, berapa hari kau di sana?"
"Hanya sehari dan aku akan segera kembali setelahnya"
"Ya, lakukan saja pekerjaanmu" ketus Jane.
__ADS_1
Dalam hal ini Jane benar-benar tak ingin lebih sakit jika bayangannya adalah fakta. Hanya dengan sedikit perhatian dan pelukan hangat bukan berarti hati mereka saling terpaut. Ya, Jane berusaha untuk lebih bijak dalam mengatasi perasaannya agar ketika tiba waktunya mengetahui sesuatu dia tak akan merasa lebih sakit lagi. Setidaknya dengan ketidak tahuan membuatnya merasa lebih nyaman Jane lebih memilih untuk tak mengetahuinya.
"Hey, kau terlihat sedih apa kau menyayangkan kepergianku. Jika kepergianku membuatmu tak tenang bagaimana jika esok kau ikut. Hanya saja itu tak akan baik untukmu karena kau harus bolak-balik dengan kondisi mu yang tengah hamil" Ed cukup bingung, Jane tampak tak rela dia pergi namun di sisi lain jika dia ikut dia akan lelah nanti karena di sana dia hanya sekejap.
"Jika tak berniat mengajak, jangan seakan-akan berharap aku ikut. Itu hanya kalimat basa-basi!!" Jane sedikit menaiki bahunya, memberi isyarat bahwa dia tak ingin Ed menyentuhnya atau memeluknya.
Ed yang sadar Jane yang memintanya untuk tak memeluk, dia melepaskan pelukannya dia meluruskan pandangannya ke langit-langit kamar, lalu dia berkata "Aku sungguh-sungguh, kenapa kau mengira itu hanya basa-basi belaka"
Jane tak menjawab, dia hanya terdiam dengan berusaha kuat agar menjaga pikirannya yang melayang kemana-mana.
"Aku akan memesan dua tiket. Ikutlah bersama" setelah menimbang-nimbang Ed memutuskan untuk mengajak Jane, kegelisahan yang ditunjukan Jane lebih menghawatirkan nya.
Tapi Jane menggeleng "Tidak. Aku ingin di rumah" lirihnya. Jane tak ingin ikut dan mengetahui fakta yang nanti mungkin menyakitinya, dia benar-benar memilih tutup mata dengan apa yang baru dia lihat tadi di ponsel suaminya.
Jane yang berkata seperti itu, membuat Ed menghargai keputusan nya "Aku sungguh hanya sebentar dan akan langsung kembali setelahnya" jelas Ed berharap Jane akan lebih tenang.
Tapi Jane bahkan tak bergeming, Ed melirik istrinya "Lalu besok aku meminta Bibi Yuni untuk menginap menemanimu jika memang kau tak berniat ikut" ucap Ed.
Jane mengangguk setuju.
Bibi Yuni memang bekerja di kediaman mereka, namun hanya sampai sore hari malam harinya Bibi Yuni akan kembali pulang kerumahnya. Dan untuk besok dia akan menginap karena permintaan dari Ed, agar Jane ada seseorang yang menemani dan hal-hal yang tak diharapkan bisa diminimalisir.
__ADS_1