Oh, Love?

Oh, Love?
Cinta tak terbalas


__ADS_3

Sekarang ditengah hujan dengan Jane yang berlarian tanpa tujuan. Dia marah pada dirinya yang berpikiran dangkal. Andre hanya menunjukan perasaan padanya. Apa yang salah dengan itu? sebuah penolakan yang bahkan tak membuatnya menyerah. Disisi lain dia kesal dengan pikirannya yang terus tertuju pada Ed di sana, seperti apa dia menghabiskan waktu nya, dan apakah dia sedikit memikirkan dirinya?. Meski dia sempat membenci suaminya itu atas segala yang terjadi tetap saja dia memiliki kekhawatiran semacam itu. Meski pernikahan tanpa cinta, sebagai istri dia berhak untuk memikirkannya.


Jane menyeka wajahnya yang dipenuhi dengan air hujan berbarengan dengan air matanya yang menetes, kenapa sekarang dia merasa bimbang? ketakutan dan kecemasan yang sempat lenyap kembali menderu. Ucapan-ucapan Viola kembali melintas di pikirannya. Kemudian Jane menggeleng, dia menghalau segala pikiran negatifnya yang sungguh akan merusak dirinya sendiri. Dia sudah siap dengan segala yang akan terjadi, apapun itu.


Lalu hujan yang turun dengan deras kemudian terasa lebih pelan. Rasanya seorang menggunakan dirinya untuk menadah agar air hujan tak terlalu mengenainya.


Jane menoleh kebelakang, dia cukup antusias "Ed?" ucapnya.


Namun, itu bukan Ed. Jane mendapati Andre di sana. Antusias nya tadi dengan cepat lenyap. Entah kenapa di situasi ini dia berharap itu benar-benar Ed.


Jane tak berkata hanya menatap Andre, di situasi ini dia sungguh bingung harus ber ekspresi seperti apa. Dia juga tak berharap bahwa Andre akan mengejar nya sampai sejauh ini. Mengenai perasaannya sendiri dia juga tidak tahu sebenarnya-.


Andre tampak terkejut dengan kata yang Jane lontarkan, dia tersenyum kecut dan dalam keheningan yang cukup lama, Andre memulai memecahnya "Aku minta maaf. Dan aku menyadari seberapa keras aku mencoba dan berusaha kau akan menolak karena bukan aku orang yang kau inginkan, bukan aku orang yang ada di hatimu, dan bukan aku orang yang ada di pikiranmu-" Andre menatap Jane nanar, dengan begitu dia akan memilih melepas Jane jika memang dia merasa lebih bahagia tanpa gangguan darinya. Dari kata yang keluar dari mulut Jane yang memiliki harapan suaminya lah yang disini bukan dirinya menyadarkan Andre, bahwa usahanya akan tetap sia-sia karena rupanya Jane memiliki perasaan pada suaminya, meski suaminya itu telah merenggut penuh kehidupannya dan Jane sendiri tak menyadari perasaan nya. Dalam segi apapun dan upayanya Andre sadar dia akan tetap kalah dan tidak akan terpilih.


Andre menatap Jane lekat, dengan kepalan tangannya "Ketika kau butuh aku jangan ragu mencari ku. Karena apapun itu aku tidak bisa menolak jika itu kau!" lirih nya.

__ADS_1


Ungkapan yang terdengar menyakitkan dengan kepedihan di dalam nya. Mengapa Andre begitu dalam mencintai dirinya yang bahkan tak mampu membalas. Dirinya yang berada di posisi ini, jika dia tak berada di posisi ini mungkin dia akan menimbang lagi mengenai perasaan itu. Tapi sekarang itu tidak akan berguna. Ketulusan Andre sungguh membuat Jane lebih merasa bersalah, terlebih tindakannya padanya barusan. Tapi, menerima hubungan semacam ini adalah hal yang tidak terpuji.


Perlahan hujan berhenti turun dan dua orang dengan perasaan berbeda saling tertunduk, tanpa berbicara sepatah kata. Orang-orang mulai berlalu lalang dan banyak yang meninggalkan tempat ini mengingat hari mulai gelap.


"Jane!!"


Seseorang berteriak kencang tepat didepan Jane Leona tengah berlarian kencang mendekatinya.


"Oh, ya ampun aku sungguh panik. Aku kehilangan mu, dari tadi kami mencari posisi mu namun tak kunjung ditemukan. Dan apa lagi ini kau basah kuyup. Kita harus cepat kembali dan menghangatkan mu, terutama kau tengah mengandung Jane itu tidak baik untuk mu juga anakmu" cerocos Leona dengan penuh kekhawatiran bahkan napas nya terdengar tak beratur mengingat dia baru saja sampai dari berlarian dan langsung mengomeli Jane.


Perhatian Jane teralih, dia menatap Andre dengan menyentuh tangannya lembut membuat Andre mendongak.


Jane tersenyum dengan manis namun ekspresinya menunjukan kesedihan "Kau sungguh pria yang sangat baik. Ketulusan mu yang tanpa niatan membuat ku tersentuh. Sangat beruntung mengenal mu, dan aku minta maaf sejauh ini aku tak mampu membalas perasaan mu. Dan bolehkah aku meminta satu hal?" tanya Jane, matanya mulai berkaca-kaca.


Andre mengangguk pelan.

__ADS_1


Kemudian Jane melanjutkan "Carilah seorang wanita yang baik dan bisa menerima ketulusan mu itu dengan tepat. Bukan aku wanita yang tak mampu membalas nya dan bahkan mungkin malah menyakiti hati tulus mu. Jangan terus menunggu ku, karena itu hanya akan menyakiti mu. Aku berterimakasih dengan mu yang mementingkan ke bahagia ku diatas segala nya. Ku harap kau tidak membenci ku!"


Andre tersenyum dengan air matanya yang mulai menetes "Aku mengerti, satu hal yang ingin Ku katakan sebelum benar-benar melepas mu bahwa aku sungguh mencintai dirimu. Terlepas apapun yang terjadi antara kita kuharap tak ada kerenggangan dalam pertemanan kita"


Jane berusaha tertawa meski air matanya ikut menetas. Jane merasa bahwa pria sebaik Andre jatuh cinta pada orang yang salah.


Andre mengusap air matanya pelan, dalam kondisi ini dia tidak mampu menahan kesedihan nya bahkan air matanya. Andre kembali melanjutkan "kuharap kau selalu bahagia Jane dan itu akan membuat ku ikut bahagia" Andre tersenyum dengan tulus.


"Aku pun berharap akan kebahagiaan mu kak Andre" balas Jane.


Leona hanya menatap dua orang di hadapan nya dengan kebingungan dan pertanyaan di benaknya. Terlebih mengenai pria yang baru saja menetes kan air mata dan menyampaikan perasaan cintanya. Tapi Leona memilih tak ikut campur mengenai permasalahan ini.


Setelah nya Bibi Yuni ikut menghampiri, nyonya-nyonya dan ines. Mereka tampak bingung dengan situasi aneh yang tengah Jane alami. Tapi nyonya-nyonya dan ines tak ambil pusing dia mengajak Jane untuk segera kembali dan memarahinya karena tiba-tiba saja menghilang dan membuat orang-orang cukup panik. Mengenai situasi ini mereka hanya menduga bahwa Jane menghilang untuk menemui pria yang bersamanya dan malah asyik main hujan-hujanan berdua. Hal itu akan cukup bagi nyonya-nyonya untuk mengejek Jane di sepanjang perjalanan nanti.


Bibi Yuni mendekati Jane "nyonya Mari kembali anda basah dan saya yakin jika tuan tahu dia akan marah besar" ucapnya sembari menatap tajam Andre di sana.

__ADS_1


Jane mengangguk mengerti, karena jika dia kenapa-napa orang pertama yang akan dimarahi adalah Bibi Yuni. Kemudian dia mengikuti rombongan nya dan meninggalkan Andre di sana. Tapi tidak ada kebencian, keduanya lega dengan pembicaraan tadi. Terlebih Andre dia lebih bisa memahami dan menerima penolakan itu. Andre tersenyum hangat, Ya sekarang dia bisa tenang setidaknya dia telah mengutarakan perasaan yang terpendam lama.


__ADS_2