Oh, Love?

Oh, Love?
Penginapan


__ADS_3

Saat bela baru saja menjalankan mobilnya sedikit menjauh dari kediaman Ed. Tiba-tiba seseorang menghentikan dirinya dengan menjegalnya.


"tunggu sebentar" katanya sembari berdiri di depan mobilnya.


Bella tampak kesal dengan pria yang menghalanginya. Dia kemudian membuka kaca mobilnya.


"orang gila mana lagi. kau tau aku tengah kesal, menyingkir sekarang!!" teriaknya marah.


"tunggu sebentar saja. Ku lihat kau baru saja keluar dari kediaman Ed dan Jane-" katanya terdengar tergesa.


Bella tertarik dengan pria ini yang mengetahui Ed dan Jane.


"Jadi?"


"Biarkan aku masuk" pinta pria itu.


Tanpa menimbang, Bella dengan mudah mempersilahkan pria itu masuk ke mobilnya. Dan barulah dia tau bahwa pria itu adalah paman Jane. Hebatnya lagi dia langsung mengatakan maksudnya.


"Aku tak mendapat yang ku mau" katanya "aku hanya meminjam uang, tak banyak hanya 50 juta. Dan mereka dengan tega mengusir ku" gerutunya kesal.


"Lalu apa hubungannya dengan ku?"


"Aku juga melihatmu yang diusir tadi, aku pikir kita memiliki kesamaan. Mungkin kau bisa membantuku memberikan sejumlah uang dan aku akan membantumu" Surya menatap Bella serius. Saat surya berlarian ketakutan tadi sebenarnya, dia masih berkeliaran disekitaran kediaman Ed. Karena dia tak memiliki tujuan, terlebih meninggal nya Ibu Jane membuatnya kesulitan mendapatkan uang. Dan saat melihat wanita ini, dia bisa tau wanita itu memiliki perasaan dengan suami Jane. Maka dari itu dia akan menggunakan kesempatan ini untuk memanfaatkan nya.


"Aku tak membutuhkan bantuanmu. Ya, aku bisa melakukannya sendiri dan apapun itu akan ku dapatkan"


"Kau bahkan tak mampu mendapatkannya. Jangan berlagak dan gunakan aku untuk membantumu" ucap Surya menyakinkan.


Bella tampak berpikir, kemudian dia memilih mengulurkan tangan dengan pria yang mengatakan bahwa dia paman dari Jane itu.


.........


Setelah sampai di kamar. Jane langsung menjauh dari Ed. Dia masih kesal dengan kedatangan Bella, dan tak ingin langsung berpikiran disini Ed lebih mementingkan dirinya. Siapa yang tau jika Ed bermain kotor di belakang.


"Yeah, kau terlihat marah"


Jane hanya mendengus.


"Bersiap lah, sekarang aku akan membawamu pergi"

__ADS_1


"kemana?"


"kau hanya perlu bersiap"


Jane menggeleng, dia menolak ajakan apapun itu. Rasanya Ed tengah menyogoknya dengan ajakan semacam itu.


"Aku bersiap lebih dulu" Ed tampak bergegas bersiap. Setelah selesai dia berkata "Gunakan dress yang ku belikan. Aku menunggu mu di bawah" ucapnya sembari berlalu.


Jane masih terdiam, tapi akhirnya dia tak bisa menolak ajakan Ed. Lalu Jane bersiap.


Pada akhirnya Jane ikut dengan menggunakan dress merah yang Ed belikan, dan Jane tampak menawan. Rupanya Ed juga mengenakan kemeja hitam bercorak dua garis merah di bagian dada membuat pakaian mereka senada.


Saat melihat Jane menuruni anak tangga, terukir senyum dibibir Ed. Lalu Bibi Yuni ikut senang melihat situasi hangat keduanya.


Mereka berdua baru saja keluar dari kediamannya, namun kaca mobil Jane yang terbuka membuat nyonya Rose dan nyonya Amber meminta mereka untuk berhenti sekejap.


"Heh, kalian mau kemana?" tanya nyonya Amber.


Lalu nyonya Rose menyikut nya "pastinya bersenang-senang, kau bagaimana kan pengantin baru" tukasnya.


"Tapi, ku pikir suaminya tak tahu bahwa istrinya itu sempat menemui pria lain di taman kemarin, disaat suaminya keluar kota untuk urusan bisnis" bisiknya yang terdengar jelas.


"Jadi?" Ed menatap mereka "jadi apa sudah selesai?" Ed tersenyum.


Itu membuat nyonya-nyonya keheranan dengan respon Ed yang tampak biasa saja. Jane pun tak merespon apapun yang dikatakan mereka.


"Masalah itu nyonya-nyonya kalian tak perlu mengkhawatirkannya. Aku mengetahui nya, dan terimakasih atas kepedulian kalian" setelah mengatakan itu Ed kemudian melajukan kendaraanya meninggalkan nyonya-nyonya itu.


Setelahnya mereka sampai dan rupanya Ed membawa Jane pergi ke penginapan miliknya. Tentu saja sekalian memperlihatkan seperti apa penginapan milik mereka.


Yang katanya penginapan biasa, rupanya ini Hotel yang megah. Dari tampak luar saja, sudah bisa merasakan kemegahan hotel dengan nuansa modern minimalis. Bohong sekali jika Ed berkata ini penginapan biasa. Selama berjalan masuk Ed terus mengandeng Jane dan tentu nya langsung disambut oleh Waiters di sana dengan sopan dan hangat.


Ed memutuskan membawa Jane kemari karena suasana hati Jane yang tampak resah tadi, membuat Ed terusik dan berpikir membuat istrinya senang bukan suatu hal yang sulit.


"ini sogokan" Jane tetap tak mau terpancing, dengan memperlihatkan ekspresi senangnya.


"Kau bebas memikirkan apapun" jawab Ed.


Lalu mereka masuk ke kamar Presidential Room yang telah disiapkan. Presidential Room adalah tipe kamar paling mahal dan mewah di hotel ini. Presidential room mempunyai fasilitas yang sangat lengkap mulai dari ruang tamu, dapur, ruang makan, balkon, hingga menyajikan pemandangan terbaik. Maka tidak heran jika tipe kamar ini biasanya hanya ada di hotel berbintang.

__ADS_1


Jane memang pernah ke hotel saat bersama ibunya berlibur. Tapi untuk menyewa Presidential Room dia belum pernah. Dan Jane benar-benar kagum. Jane malah sibuk mengamati dapur, dan bagian-bagian kamar lainnya yang menurutnya mengagumkan.


Ed terlihat kesal "Berhenti mengamati tempat ini. Aku khusus membawamu ke sini bukan untuk menyibukkan diri sendiri!!"


"Eh, apa kau ingin aku memasak. Ku lihat dapur disini sangat lengkap dan bagus" Jane menatap Ed berbinar.


Ed menggeleng "Tau begini seharusnya aku menyewa kamar biasa"


Kemudian Jane menyibak gorden, dia berada di lantai 5, lantai paling atas. Dan dari sana dia bisa melihat orang-orang dibawah, dan pemandangan kolam renang yang indah.


"kau suka?"


Jane mengangguk "Seleramu sangat bagus. Kau membuat tempat sebagus ini"


Ed mendekati Jane kemudian ikut memandang keluar jendela "aku senang ini sesuai dengan seleramu"


"Tapi" kata Jane "bukan berarti aku mengabaikan tentang kunjungan teman wanita yang dengan berani ingin menginap!!" ketusnya.


"Eh? aku sudah menjelaskan"


Jane menggeleng "Jika kau memang tak memiliki hubungan dengannya. Kenapa dia dengan berani meminta menginap dikamar, rasanya dia sudah biasa. Apa kau biasa menerima tamu wanita ke rumahmu?"


"kau berpikir begitu?"


"Tidak, pada awalnya. Sampai dia datang dan aku merasa terganggu"


Ed tersenyum kecil.


"kenapa kau malah tersenyum" ucap marah Jane.


"karena istriku tengah menunjukan kecemburuan"


"aku tidak cemburu!!" Jane menolak mengaku "Itu wajar istri merasa tidak terima. Karena tidak ada istri yang bisa menerima suaminya lebih dekat dan berhubungan dengan wanita lain" Jane berbicara cepat.


Ed menatap Jane dengan alis yang terangkat.


"Ya, begitu pula dengan suami yang tak suka istri dekat dengan pria lain. Tapi aku kan sudah menjelaskan bahwa kami hanya teman" jelas Jane.


Lagi-lagi Ed hanya menaiki alisnya.

__ADS_1


"Baiklah" kata Jane kalah, karena dia sama saja menganggap Andre teman begitu pula dengan Bella bagi Ed.


__ADS_2