Oh, Love?

Oh, Love?
Pura-pura tertidur


__ADS_3

Teman-teman Jane tak bisa menunggu lama. Terlebih suami Jane rasanya tak berniat keluar dari ruangan Jane, jadi mereka meminta agar Bibi Yuni memberitahukan Jane nanti, bahwa mereka pulang lebih dulu. Tapi Yoga memilih menunggu, dia berpikir mungkin tak ada waktu lagi untuk mengunjungi Jane di waktu berikutnya.


Waktu terus berjalan dan hari mulai petang, di sana Yoga masih menunggu. Kasihan melihat Yoga menunggu sendirian, bibi Yuni memilih memberitahukan pada nyonyanya bahwa ada teman lain yang menunggunya diluar. Bibi Yuni masuk keruangan Jane dengan hati-hati. Di sana dia melihat tuannya yang masih terlelap di paha nyonyanya. Jane sendiri termenung dengan menatap keluar jendela, langit yang mulai mengelap dengan rembulan yang mulai tampak. Bibi Yuni tampak lega hal yang sempat dia khawatirkan tidak terjadi.


Perhatian Jane teralih ke bibi Yuni yang baru saja masuk. Jane menatap penuh tanya. Lalu Bibi Yuni mendekat, dia berbisik dengan amat pelan bermaksud agar tak membangunkan tuannya "Nyonya, diluar seorang teman pria menunggu sedari tadi. Yoga namanya"


"Yoga?" Jane tak tahu mengapa Yoga menunggunya sampai selama ini. Ah! mungkin karena ada Ed dia tak berani masuk kedalam. Jane menatap suaminya yang tampak kelelahan, dan bahkan dia tertidur dalam waktu lama. Jane pun tak berniat membangunkannya, karena situasi nanti pasti sangat canggung.


"Suruh dia masuk Bibi"


Bibi Yuni mengangguk, dia keluar menemui Yoga dan meminta nya masuk untuk menjumpai Jane.


Yoga sebenarnya engan terlebih suami Jane masih di sana. Namun, hari yang kian gelap membuat nya memberanikan diri. Dan sekarang Yoga tampak tegang terlebih saat melihat suami Jane dari jarak dekat, meski Ed masih tertidur.


"Ada apa Yoga? kenapa menunggu selama ini?" tanya Jane lirih, ya Jane memang tak bersemangat.


"Tak bermaksud apapun, aku hanya datang untuk mengunjungi mu. Sedikit terlambat dari teman-teman lainnya" jawab nya dengan tersenyum lebar, dia berusaha memecah keheningan dan mengubah suasana tak mengenakan menjadi lebih hidup. Entahlah, bagi Yoga senyum Jane perlahan luntur. Bergegas Yoga menggeleng, jelas saja tak terlihat keceriaan di wajah Jane, dia baru saja mengalami kecelakaan yang sangat mengejutkan.


Yoga meletakan bingkisan yang dia bawa diatas meja "Ah! ku harap kau segera pulih" Yoga menghela napas pelan.


"Hey, itu seperti doa yang tak ikhlas" gerutu Jane.


"Mm, itu ikhlas" jawab nya.


Yoga berakhir bercerita panjang lebar, bahkan terkadang cerita nya membuat Jane tertawa. Yoga memang orang yang lucu dan sangat perhatian terhadap temannya, dia sengaja mencoba membuat lelucon agar Jane kembali tersenyum.

__ADS_1


"Jane!"


"Ya?"


"Mm, mengenai Andre!" katanya ragu.


Jane menatap Yoga, rasanya meminta agar Yoga melanjutkan kalimat nya.


"Aku memberitahunya bahwa kau mengalami kecelakaan. Dia tak berniat datang, ku pikir hubungan mu dan dia menjadi buruk, tetapi dia bilang bahwa kau dan dia baik-baik saja. Lalu, alasan dia tak datang juga karena dia tak ingin melihat mu dan memunculkan perasaan yang berusaha dengan mari-matian dia tenggelam kan. Hari ini dia pergi keluar negeri, dan akan menetap di sana" jelas Yoga, dia menatap Jane yang tak memberi respon kemudian dia melanjutkan "Dia meminta ku menyampaikan pesan ini"


"Jane maafkan aku yang hari itu memintamu menemui Andre! ku pikir kau belum menikah. Dan ya hari ini pula aku hanya menyampaikan pesannya tak bermaksud agar kau dan Andre bersama" jelasnya lagi "ya, mungkin! sejujurnya aku berharap demikian" lirih nya.


"Kau berbicara terlalu kecil, aku tak mendengarnya" kata Jane.


"Huh! lupakan saja itu tak penting, sudah lalu" jawab Yoga.


Kemudian Jane melanjutkan, "Lalu aku tak berpikir itu kesalahan mu. Aku sendiri yang memiliki kemauan untuk menemui Andre saat itu. Seperti yang kau katakan, semuanya sudah lalu. Untuk apa mengingat-ingat" kata Jane ekspresinya datar. Sebenarnya dia lelah memikirkan hal apapun saat ini.


"Kau tak berniat menghubungi nya? ya setidaknya basa-basi?"


Jane menggeleng "dia tengah berusaha dengan hatinya yang sempat mencintai orang yang salah. Aku ingin dia menemui orang baru dan melupakan wanita yang menolaknya. Andre pantas mendapatkan seseorang yang mencintai dirinya lebih"


Yoga mengerti mereka sungguh telah selesai dengan segala nya. Orang yang dicintai Andre yang di tunjukan oleh Jane adalah dia sendiri. Ya, setidaknya masalah perasaan mereka terselesaikan dengan baik, meski Yoga menyayangkan itu. Dia dulu memiliki harapan besar agar kedua temannya bisa bersatu. Tapi realita selalu tak sesuai harapan.


"Mm, lebih dari itu apa kau tau?" Yoga menatap Jane berbinar.

__ADS_1


"Tentu aku belum tau, jadi ceritakan" Jane berusaha terlihat sedikit semangat melihat Yoga yang begitu eksaited.


"Bahwa suamimu terbangun" bisiknya pada Jane dan raut wajah cerianya mendadak berubah serius dan tegang.


Jane lantas memandangi Ed, benar saja dia sekarang tengah berpura-pura tertidur "Ed kau sudah bangun!" kata Jane, dia juga tak sengaja melihat Ed yang tampak menajamkan pendengarannya dia seperti mengikuti cerita ini, namun seolah-olah dia ingin orang-orang mengira nya masih tertidur.


"Aku belum bangun!" jawab nya.


Lantas suasana menjadi hening, Yoga terheran dengan alasan tak masuk akal yang suami Jane lontarkan.


"Lanjutkan saja" Ed tak berniat bangun dari menyender di paha Jane.


Namun Jane juga Yoga hanya saling menatap, dan tak melanjutkan perbincangan.


"Oh! baiklah aku bangun. Dan aku mendengar semuanya, lagipula aku mendengar karena kalian berbincang di dekatku?" Ed lalu duduk dengan tegap, menatap lurus Yoga yang ada di seberangnya, antara dia dan Jane.


Yoga hanya mengangguk sopan dengan senyum nya. Tapi Ed membalasnya dengan menatapnya tajam bagai memperingatkan. Ed mendengar semuanya bahkan mengenai harapan Yoga agar Jane dan Andre bersama "Cih! banyak sekali orang menyebalkan di sekeliling Jane" benak Ed.


"Halo suami Jane" kata Yoga canggung.


Ed menyeringai "Ed Jayde Butler! ku harap kau mengingat nama itu" tegasnya.


Yoga mengangguk-angguk, kemudian dengan cepat Yoga berdiri, dia pamit untuk pulang lebih dulu "Haha, aku memiliki urusan. Jadi aku pergi dulu dan urusan ku dengan Jane juga telah selesai. Lekas membaik Jane" setelah mengatakan itu Yoga bergegas keluar.


"Kau menakutinya!" tukas Jane.

__ADS_1


"Tidak, aku tak melakukan apapun" jawab Ed.


"Bisakah kita lanjutkan pembahasan tadi. Kau tiba-tiba saja tertidur Ed" kata Jane, dia menatap lekat suaminya bagai sudah menanti bangun nya Ed.


__ADS_2