Oh, Love?

Oh, Love?
Pelakunya!!


__ADS_3

"Hujan!" gumam Jane tat kala melihat air yang mulai menetes dari langit. Perasaannya semakin tak karuan dengan rasa sakit hati yang mulai membuncah.


.........


Ed tampak serius dia menemui dua orang dikediamannya. Dua orang yang tampak berbadan besar dan menakutkan, bahkan tubuhnya dipenuhi dengan bekas luka. Merekalah yang menggunakan Identitas OU saat mengirimkan pesan pada Ed. Seperti yang diketahui Ed memiliki koneksi dengan mantan kriminal. Tepatnya Ed memperkerjakan mereka.


"Tak butuh waktu lama kami berhasil mendapatkannya" kata Edward salah Satu dari pria itu.


"Dari yang kami selidiki, dia hanya orang biasa" timpal Oscar pria sebelahnya.


Ed melepaskan kancing baju di lengannya, lalu menggulungnya keatas. Ed lantas beranjak dari duduk. Sebuah buku di rak dia tarik, membuat rak itu bergemuruh terbuka. Di belakang rak terdapat ruangan rahasia yang biasa Ed gunakan. Tak heran bahwa keluarga Butler memang ditakuti.


Bahkan kedua pria itu tak berani berkata lagi, sebab sosok Ed saat ini sangat emosional demi menyelamatkan dirinya, menjaga lisan hal yang sangat baik.


Mereka menuruni anak tangga. Dan mereka sampai di tempat mereka menaruh pria itu. Ed membelalak saat melihat itu paman Jane "Surya!!"


"Eh, apa-apaan ini kenapa aku ditangkap" celotehnya tak terima. Surya sibuk memberontak berupaya melepas ikatan di tangannya.


Ed langsung mencengkeram leher Surya kencang sembari melemparkannya ditembok. Dari raut wajah Surya terlihat amat kesakitan.


"Lepaskan aku" pintanya "Kau tak sopan terhadap orang yang lebih tua darimu"


Ed menatap tajam Surya cukup lama, setelahnya dia membantingnya kelantai.


Surya tak menyangka Ed tanpa basa-basi langsung membantingnya, bahkan dia tak berniat mendengar kan belaan untuk dirinya.

__ADS_1


Pada akhirnya dia tak akan mampu menutup kebohongannya, dan kesalahan besar mengusik Ed yang dia pikir hanya pria kaya yang jatuh hati dengan keponakannya. Siapa sangka di belakang dia pria kejam "Itu, akibat kau tak meminjamkan ku uang. Wanita itu dengan baik hati membantu ku. Dia meminta ku mendorong Jane dan ya aku tau itu tak akan fatal. Dan tak mungkin membuat Jane mati. Hanya seperti itu" jawab nya santai, bahkan tak terlihat rasa bersalah diraut wajahnya terhadap apa yang dia lakukan pada ponakannya.


Ed mengepalkan jemarinya, sembari melayangkan tinju di wajah Surya. Dia beberapa kali memberinya pukulan. Itu hukuman yang bahkan tak akan bisa mengantikan kehilangan anaknya juga hati Jane yang terluka.


"Baiklah aku, aku menyerah. Aku bersalah. Wanita itu pelakunya, aku hanya bertindak" buru-buru Surya menjelaskan, dia merasa tak bersalah karena murni dia di suruh dan otaknya adalah wanita itu.


Ed menjambak kuat rambut Surya sampai-sampai wajah Surya terpaksa mendongak.


"Aku membiarkanmu kemarin. Tapi kau malah memilih agar aku menyiksamu!!" Ed lantas membenturkan wajah Surya kuat kelantai. Darah mulai menetes, tapi wajah Ed terlihat datar-datar saja.


Sembari masih menjambak rambut Surya, Ed mengulurkan tangannya pada dua orang di sana yang hanya menonton. Dengan cepat mereka mengerti, Edward mengeluarkan pistol dari balik rompi jaketnya dan menyerahkannya pada Ed.


Ed menodong senjata itu tepat di kepala Surya, dia hanya memberi tatapan tajam. Surya mengangguk mengerti, sembari tubuhnya bergidik takut.


"Bella, dia yang meminta ku melakukan itu" jelas Surya.


Bella meski dia teman Ed. Tapi dia sama sekali tak mengetahui latar belakang Ed. Dan bodoh nya lagi dia melakukan kerjasama dengan orang tak memiliki nalar seperti Surya. Dan apapun itu Bella harus mempertanggung jawabkan tindakannya. Siapa yang berani mengusiknya maka dia tak akan segan.


Ed menarik tubuh Surya, sembari melemparkannya ke arah Oscar "Urus dia" suruh Ed.


Ed menatap Edward. Dia mengerti maksud dari Ed yang meminta nya untuk mengikuti nya.


.........


Edward bergegas mengendarai mobil dengan Ed yang duduk di sebelahnya dengan pikiran kalut dan amarah yang memuncak. Edward menyetir nya menuju hotel sesuai yang diperintahkan.

__ADS_1


Sekarang mereka berdiri tepat di pintu kamar nomor 65. Wajah Ed serius, dengan sorot mata tajam. Edward menekan bel di sana.


Tak perlu waktu lama Bella keluar. Dia begitu sumringah saat melihat Ed berada di depannya. Buru-buru Bella mempersilahkan Ed masuk. Tentu saja Ed menerima ajakannya, dia melangkah masuk.


"Ets, kau tak boleh masuk" kata Bella melarang Edward pria bertubuh besar itu ikut masuk.


Edward menatap Ed. Anggukan dari Ed membuatnya patuh dan akhirnya dia menunggu diluar.


Bella menutup pintu kamar dengan puas. Dan pada akhirnya Ed lah yang mencarinya kemari. Seperti pikiran Bella bahwa hati manusia mudah berubah.


"Aku tau kau akan mencari ku. Dan masalah di rumah sakit saat kau menuduhku orang gila. Aku memaafkan mu, pasti itu kau lakukan agar tak ada kecurigaan bagi Lily sepupumu itu. Juga seorang teman istrimu" ucap lembut Bella.


"Dan Aku akan menjaga rahasia ini" Bella menyentuh dada Ed lembut, dia terlihat menggoda Ed.


Tapi ekspresi Ed yang datar membuat dahi Bella mengernyit.


"Aku berusaha menghargai dirimu sebagai seorang wanita. Tapi kau wanita paling hina yang pernah ku temui" Ed mengeluarkan senjata api dari balik kemeja nya. Dia menodong kan nya pada Bella.


Bella melotot dan dengan cepat menjauh dari Ed.


"Aku tak akan memukul mu, Aku akan membuatnya cepat hingga kau tak perlu merasa kan sakitnya. Bersyukurlah karena kau seorang wanita" Ed mengatakan nya dengan wajah datar.


"Tunggu Ed. Kau pasti bercanda! turun kan benda itu, dia akan melukai ku" Bella ketakutan.


"Saat kau meminta orang lain untuk mendorong istriku. Apa kau sudah memikirkan konsekuensi nya? atau kau pikir Aku tidak akan tau!!" suara Ed meninggi.

__ADS_1


Ed lalu tertawa kencang, sedetik kemudian wajahnya kembali datar "Bodoh!! amat sangat bodoh!! Kau pikir aku Pria baik dengan wajah dingin? kaku dan bersikap acuh!! dengan berani menyentuh Jane kau telah menodongkan duri tajam padaku. Dan aku tak akan diam untuk itu. Ibuku selalu meminta ku untuk menghargai wanita, tapi untuk mu itu tak berlaku!!"


Bella menelan ludah, dia benar-benar tak menyangka hal semacam ini akan terjadi. Dia juga tak menyangka Ed akan semarah ini hanya karena Jane terjatuh karena suruhannya. Jika Ed mengetahui dirinya dalangnya, maka Surya telah tertangkap. Bella menjadi dongkol pria bodoh itu meninggalkan jejak. Dia bilang dia pandai menyembunyikan Identitas nya dan tak akan pernah tertangkap. Rupanya dia hanya pria bodoh, Bella merasa tertipu bekerja sama dengan Surya terlebih dia juga telah memberikan sejumlah uang seperti apa yang dia minta.


__ADS_2