Om Steve Kiss Me Please

Om Steve Kiss Me Please
Jalan


__ADS_3

Karena waktu yang tersisa tinggal beberapa menit saja, Olivia akhirnya mengiyakan tawaran Zack. Dengan segera dia masuk kedalam mobil. Zack pun segera melajukan kendaraannya untuk mengantar Olivia berangkat ke kampus.


“Apa kabar?” sapa Zack memberikan senyuman manis padanya.


“Baik, kamu sendiri?”


“Aku juga baik, lama kita nggak jumpa,”


Olivia hanya meringis tersenyum tipis.


“Aku sudah beberapa kali menghubungimu, tapi kamu nggak merespon ku sama sekali. Kamu marah?” tanya Zack.


“Enggak,”


“Tapi kenapa kamu tolak terus panggilan dari ku?”


“Nggak apa-apa, aku lagi butuh waktu buat sendiri dulu aja, Zack.” Terang Olivia.


“Apa kamu lagi banyak masalah ya?”


Wanita itu hanya manggut-manggut.


“Ntar malem kita jalan yuk, kalau kamu mau sih,” ajak Zack.


“Ntar malam ya? Kita liat nanti Zack, aku nggak janji.”


“Apa ntar malam kamu ada acara?”


“Enggak tau,”


Olivia hanya menjawab perkataan Zack dengan sepatah atau dua patah kata saja. Dia memang cenderung sedang malas menanggapi percakapan antara dirinya dan Zack.


“Nanti kabarin aku ya, biar aku jemput.”


Tak beberapa lama kemudian mereka pun sampai di kampus, dengan segera Olivia membuka pintu mobil. Namun, tiba-tiba Zack menarik tangannya, lalu mencium bahu telapak tangan wanita itu. Olivia tertegun, ia merasa canggung.


“Makasih ya Zack, udah mau nganter aku ke kampus.”


“Sama-sama cantik,”


Zack lalu melepas tangan lembut miliknya dan membiarkan Olivia pergi meninggalkan dirinya begitu saja. Zack terus memperhatikan Olivia dari dalam mobil seraya cengar-cengir sendiri. Dia tak menyangka kalau pagi ini dirinya bisa bertemu dengan wanita yang dianggap spesial.


“Yes, mimpi apa aku tadi malam, bagaimana aku bisa bertemu dia. Tuhan tau, kalau aku begitu merindukannya.” Batin Zack sambil menggigit ujung bibirnya.


Karena Olivia sudah tak kelihatan lagi, ia pun akhirnya memutuskan untuk segera meninggalkan halaman kampus.


Tepat pukul dua siang, selesai mata kuliah Renata dan Olivia duduk di taman kampus.


“Re, tau nggak, tadi pagi aku habis di anter sama siapa berangkat ke kampusnya?”


Renata yang duduk sambil mengangkat kedua bahunya, “Ya, mana ku tau, emang kamu diantar sama siapa?”


“Sama Zack,”


“What! Serius?”


Olivia manggut-manggut.


“Kok bisa?” Tanya Renata kaget.


“Jadi tadi pagi tuh, aku kan lagi nunggu angkot di pinggir jalan, eh tiba-tiba ada mobil hitam yang berhenti di depan ku. Aku perhatiin terus tuh kaca mobilnya, setelah kaca mobil itu di buka, aku kaget dong, kok bisa Zack tiba-tiba datang dan muncul gitu. Nah, terus dia menawarkan dirinya mau nganterin aku berangkat ke kampus.”


“Wah seneng dong,”

__ADS_1


“Seneng apanya?!”


“Ya, ketemu sama dia lagi lah,”


“Itu mah elu, bukan gue. Aku tuh nggak tertarik sedikitpun sama dia,”


“Ya iya lah, lo kan tertariknya cuman sama Om-Om, sugar daddy, ha… ha…. Ha…”


Mendengar itu Olivia tersenyum tipis kedua pipinya memerah.


“Terus, terus habis itu gimana?” lanjut Renata.


“Dia ngajak aku jalan,”


“Tuh kan, kalau sama kamu, dia pasti ngajak jalan. Tapi kalau sama aku cuman diem aja! Dia emang tertariknya ama kamu, bukan ma aku, Liv!” gerutu Renata seraya mencebikkan bibirnya.


“Lo emang nggak spesial buat dia, tapi lo spesial banget buat gue, Wk… wk… wk…”


“Emm, so sweat…”


Renata spontan memeluk sahabatnya itu.


“Kalau dia ngajak jalan aku, di sampingku harus ada kamu dong. Kamu kan garda terdepan buat aku Re,” canda Olivia.


“Kayak mau perang aja. Eh, ngomong-ngomong nggak apa-apa juga sih ntar aku ikut kalian berdua jalan ya.”


“Oke, fix ya, lo nanti ikut. Tapi kamu harus datang ke apartemen ku. Tau sendiri kan aku nggak punya mobil, lagian Mommy sama Papi juga belum pada ngasih mobil ke aku.”


“Iya, iya, urusan dateng pake apa itu mah gampang, yang penting sampai ke tempatmu kan.”


Olivia meringis, “Oke, ntar aku kabarin jam berapa perginya.”


“Siap bos,”


“Gimana Liv, Zack sampai mana?” Tanya Renata.


“Nggak tau, dia nggak jawab teleponku,”


“Apa dia lagi di jalan?”


“Ya mungkin, tunggu aja, ntar kalau dia sampe sini juga bakal kasih kabar.”


“Iya sih,”


Lima belas menit berlalu, handphone Olivia bordering tanda ada sebuah panggilan masuk.


“Aku udah di basement, kalian berdua kesini aja ya,”


“Ya, tunggu bentar, kita ke situ sekarang.”


Setelah telepon di matikan Renata dan Olivia pun segera pergi menemui Zack.


“Hay ganteng,” sapa Renata.


“Eh, Renata. Hay juga manis,”


Olivia yang mendengar pun hanya tersenyum smirk.


“Kita pergi sekarang ya,”


“Oke.”


Olivia sengaja duduk di kursi belakang sedangkan Renata duduk di depan menemani Zack, karena tujuannya dia ingin memberikan peluang buat Renata untuk bisa mendekati pria tersebut.

__ADS_1


“Kalian mau ke mana?” Tanya Zack.


“Aku ngikut aja,” ujar Renata.


“Kalau kamu Olivia?”


“Jawabannya juga sama kayak Renata.”


“Loh kok pada ngikut?”


“Kan yang ngajak pergi kamu, ya kamu dong yang nentuin di mana tempatnya.” Cibir Renata,.


“Ke tempat yang awal kita main itu, mau?” Ucap Zack seraya melirik Olivia lewat kaca spion dalam.


Seketika Olivia langsung menolaknya, “Nggak, nggak, nggak, aku nggak mau ke sana.”


Renata menoleh kebelakang dan melihat Olivia.


“Kenapa Liv? Bukankah tempatnya asik ya?”


“Aku lagi nggak pengen main ke tempat-tempat berisik, aku lagi seneng main ke tempatnya yang tenang.”


“Terus ke mana? Coba kasih tau aku,”


“Gimana kalau kita minum kopi aja.” Olivia memberikan pendapat.


“Kamu gimana Re?” tanya Zack.


“Kalau aku sih oke-oke aja.”


“Ya udah, kita sekarang otw cari tempat ngopi yang asik aja ya.”s


“Boleh.” Sahut Renata.


“Oke.” Jawab Olivia.


Dia melajukan kendaraannya menuju ke sebuah kedai kopi. Selang beberapa menit, sampailah mereka ke kedai tersebut. Mereka bertiga turun setelah mobil berhenti dan mereka pun lanjut masuk ke dalam kedai itu untuk mencari tempat duduk.


Tak lama kemudian, seorang waiters datang dengan membawakan buku menu dan mereka bertiga pun terus lanjut dengan memesan makanan yang tersedia di kedai tersebut. Selesai memesan makanan, Olivia pamit ke toilet.


“Aku mau ke toilet sebentar ya gaes,” ucap Olivia.


Zack dan Renata mempersilahkan Olivia pergi ke toilet. Akan tetapi ketika mereka berdua tengah duduk dan asik bercengkrama untuk menanti pesanannya datang, tiba-tiba datanglah seorang wanita.


“Hay Zack!” seru wanita itu.


Wanita tersebut menyapa Zack dengan nada sedikit tinggi. Seketika wajah Zack nampak terkejut dan tegang melihat kedatangan wanita itu.


“Kenapa kamu di sini Zack?” Tanya wanita itu. “Siapa dia?! Kenapa kamu pergi berdua dengan wanita ini?” lanjut wanita itu sambil menuding ke Renata.


Zack yang merasa canggung pun mencoba untuk menjelaskan kepada wanita itu, “Bentar-bentar, aku mau jelasin dulu. Tolong kamu dengerin aku sebentar,”


“Nggak! Nggak aku nggak mau dengar penjelasanmu!”


Selesai membuang air kecil, Olivia lalu kembali menuju ke tempat duduk. Namun, dari kejauhan ia melihat ada keributan yang terjadi di mejanya.


Bersambung….


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2