Pangeran Berkuda Hitam

Pangeran Berkuda Hitam
52. Di Mana Calon Laki Gue?


__ADS_3

"Si Ami mau nikah? Sama siapa?" tanya seseorang itu lagi.


"Randu."


"What? Ga bisa dibiarin ini," geram seseorang itu.


Seseorang itu langsung masuk tanpa permisi ke rumah Ami. Dia langsung mendapati Leni dan Cici yang duduk di depan televisi. Dengan tatapan tajam dia mendekati dua sahabat Ami.


Leni dan Cici melihat siapa yang datang langsung berdiri pasang badan. "Mau ngapain lo kuntilanak?" tanya Cici ketus.


"Harusnya gue yang nanya? Ada apa ini? Kenapa rumah Si bakmi rame begini?" Si kuntilanak, ya Sesil, malah berbalik tanya.


"Ami mau nikah lusa," jawab Leni.


"Sama Randu," sambung Cici seraya bersedekap.


"Sama Randu? Ga bisa!" seru Sesil.


"Kenapa ga bisa?" tanya Cici mengerutkan keningnya.


"Randu itu punya gue! Dari dulu juga punya gue!"


Ami yang mendengar keributan di luar kamarnya, kini keluar dari kamar bersama Febi dan Emak. "Ada apa ini?" tanyanya. Ami baru sadar jika di situ ada Sesil. "Lo mau ngapain ke sini? Kalau lo mau bikin ribut, mending lo pulang sebelum gue lempar. Tapi kalau lo mau numpang makan, silakan duduk manis jangan pasang muka sinis."


"Lo tuh udah nikung gue, Mi!" seru Sesil tidak terima.


"Nikung apanya? Inget ya, Randu ga pernah suka sama lo! Lo aja yang ngaku-ngaku pernah jadian sama Randu," sinis Ami.


"Tapi gue yang lebih dulu suka sama Randu!" kekeh Sesil.

__ADS_1


"Tepatnya, kita terpesona berjama'ah saat pertama liat Randu. Dan gue lebih beruntung dari lo karena Randu suka sama gue dan milih gue buat jadi istrinya," ucap Ami percaya diri.


"Pasti lo jampe-jampe dia biar dia mau sama lo!" tuduh Sesil.


"Hey, lo ga liat. Gue punya aset yang bisa bikin cowok pada ngiler. Muka gue cantik, dada gue menonjol biar pun ga terlalu gede, dan pantat gue semok yang kalau jalan pasti goyang," ucap Ami seraya menggoyangkan bagian tubuhnya saat dia menyebutkan bagian tubuh itu.


"Tapi ga mungkin Randu suka sama cewek barbar kaya lo!" sanggah Sesil. "Lagian bodi gue lebih bagus dari pada bodi lo!"


"Apaan, bodi kaya papan penggilesan cuci baju Emak gue aja lo bangga. Buktinya, Randu lebih milih gue dari pada lo. Itu artinya, gue lebih menarik dari pada lo."


"Keluarga calon penganten laki udah datang!" seru salah seorang kerabat Ami memberi tahu.


"Noh, keluarga calon laki lu udah dateng! Udeh jangan debat mulu, siap-siap!" tunjuk Emak.


"Aduh! Gimana nih, gue udah cantik belum? Pantat semok gue keliatan ga? Aduh, gimana nih? Gue kebelet pipis," ucap Ami panik.


"Lo tenang, Mi. Jangan panik!" saran Leni yang sebenarnya dia pun ikut berdebar menjelang lamaran Ami.


Ami pun meminum air putih itu hingga tandas. "Huuffhh ...." Ami menghembuskan napasnya perlahan setelah menarik napas dalam-dalam.


"Jangan tegang, Mi. Lo jadi keringatan, entar bedak lo luntur," ucap Febi seraya mengelap wajah Ami dengan tisu.


"Emang kagak ada ya bedak yang anti luntur gitu?"


"Udah cepet buruan tuh ke depan," pinta Febi.


"Lo berdua di samping gue ya, jagain gue. Kali aja gue pingsan," pesan Ami.


"Pingsan ya pingsan aja, ga usah pengumuman," gerutu Cici.

__ADS_1


"Terus gue gimana?" tanya Sesil yang ikut bingung melihat kepanikan Ami.


"Bodo! Lo kan datang sendiri ke sini. Kalau lo mau balik ya sono balik sendiri," ketus Ami sebelum melangkah ke ruang depan.


"Maksud gue, gimana nasib gue kalau Randu nikah sama lo?" geram Sesil kesal.


"Ya lo tetep idup kalau lo pengen idup. Kalau lo patah hati terus bunuh diri ya terserah lo, asal jangan di sini bunuh dirinya. Gue ga mau malam pengantin gue dihantui kuntilanak!" tukas Ami.


"Udah ga usah diladenin!"


Leni dan Cici membimbing Ami menuju ruang depan. Di sana ada paman dan bibi Randu, kedua adik Randu, dan beberapa kerabat serta tetangga dekat. Ami mengedarkan pandangannya ke seantero ruang depan yang tidak seberapa besar.


Mata Ami berkelana ke sana kemari, hingga ke teras rumah yang juga dipenuhi oleh para pengantar lamaran. Bibirnya mengerucut saat dia tidak menemukan apa yang dicariny. Bahunya pun luruh tanda semangat runtuh.


"Napa lu diem bae di situ? Sini!" Emak melambaikan tangan pada Ami.


Ami pun mendekat dan bersalaman pada semua keluarga dan kerabat Randu. "Randu mana, Lis?" tanyanya pada Lisna, adik Randu.


"Jadi dari tadi lu nyariin si Randu?" tanya Emak.


"Ya iya, Mak. Aye nyariin calon laki aye, kan yang mau ngelamar aye dia. Kenapa yang ada cuma keluarga dia?"


"Astaghfirullaah ...."


**Cirebon, 11 April 2022


Astaghfirullaah keasikan ngerumpi jadi jam segini baru up 😁😁. Jangan lupa like, komen serta hadiahnya yaaa 😘😘.


Emak mau rekomendasikan karya teman Emak nih. Judulnya HIDDEN BABY karya kak TEH IJO.

__ADS_1


Akibat dari cinta satu malam, membuat Vie harus merelakan masa mudanya. Setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Vie juga diusir oleh ayahnya sendiri karena Vie telah mencoreng nama baik keluarga. Lima tahun berlalu, kehidupan pahit Vie kini telah terobati dengan hadirnya sosok Arga, bocah kecil tampan yang sedang aktif berbicara meskipun kini tak tahu dimana keberadaan ayahnya. Namun, siapa yang menyangka jika selama ini Vie bekerja di perusahaan milik keluarga kekasihnya. Hal itu baru Vie ketahui saat kekasihnya mulai mengambil alih perusahaan. Masih adakah rasa yang tertinggal untuk sepasang kekasih di masa lalu ini? Mari kita ikuti kisahnya 😊**



__ADS_2