Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 14


__ADS_3

Yuli merasa sakit di bagian dada saat memikirkan pernikahan ini, apa benar Jimin menikahi dirinya hanya untuk menyukseskan gim ini? Yuli merasa dirinya sedang dimanfaatkan dan semua perlakuan manisnya pada yuli palsu? Bagaimana bisa Yuli begitu bodoh dalam cinta jimin yang palsu.


Yuli tak bisa menahan air matanya setiap kali membayangkan itu benar terjadi menutup mulutnya dan menangis dalam diam. yuli berpikir tidak boleh gegabah untuk mengambil kesimpulan dan dia akan bertanya sama Jimin hal ini. harus berpikir sebaik mungkin. Yuli mengatur napas saat taksi berhenti di tujuan. Namun, saat akan melangkah masuk ke gerbang, yuli terkejut melihat mobil Jimin terparkir.


kenapa jimin tidak mengabarinya? yuli menimbang langkahnya untuk terus masuk ke rumah. biar bagaimanapun, dia memang harus bertemu Jimin.


Saat masuk ke rumah, dada yuli langsung di hantam nyeri saat melihat Jimin yang sedang minum di dapur. Entah bagaimana, melihatnya saja sekarang sangat marah. padahal, seharusnya Yuli tetap tenang dan tidak gegabah.


Jimin masih Makai baju kantornya. Dia bahkan masih memakai sepatunya, sepertinya dia baru saja sampai.


"Aku baru ingin memberi tahu jika aku pulang cepat, ternyata kau sudah pulang duluan," ucap Jimin menghampiri Yuli.


"Hmm, aku memang pulang cepat juga hari ini," ucap yuli malas-malasan.

__ADS_1


Jimin sangat peka, dia menyadari ada yang tak biasa dalam diri yuli kedua tangannya sontak menangkup pipi yuli, meneliti wajahnya. "Ada apa?"


yuli menurunkan tangannya. "Tidak ada apa-apa."


Jimin menghela napas, lalu menarik tangan yuli yang hentak mau pergi. "Yuli, jangan bohong."


Yuli mencoba melepaskannya. "Jimin, aku lelah. Bisa lepaskan?"


Kesalahan pertama yuli memanggil namanya. itu jelas membuat jimin semakin yakin yuli menyimpan sesuatu. tapi Yuli tidak ingin membahas sesuatu untuk saat ini.


"Tidak ada. Bagaimana peluncuran 'Wedding season'?" kali ini Yuli bertanya dengan agak sinis.


Bisa Yuli liah perubahan raut wajah Jimin. Ada sedikit keterkejutan, ada sesuatu di pikirannya. Jimin terdiam lama dan menatap mata yuli. perlahan, matanya menyipit saat dia seperti mendapat sebuah kesimpulan dari hasil pemikirannya.

__ADS_1


"Apa seseorang mengatakan hal buruk kepadamu tentangku hari ini?" tanya Jimin yang berhati-hati.


yuli terkesan kalau Jimin memang sangat peka. "Apa Kamu telah melakukan hal buruk?" yuli tidak bisa menahan dirinya untuk tidak membalas tatapan dan ucapannya dengan berani.


Jimin menggeleng, lalu memejamkan matanya. Dia menarik napas dan membuka matanya pelan. "Yuli, dengar. jangan pernah percaya apa pun jika itu bukan dari diriku sendiri."


"Memangnya apa yang sudah kudengar? Kamu sepertinya sudah tahu banyak." Yuli menajamkan tatapan kepada Yuli.


Jimin menggeleng sekali lagi. "Tidak, Yuli. Aku tahu, sejak dulu selalu ada orang yang terus berusaha menghancurkan hidupku. Saat ini kondisinya lagi tidak baik, aku tidak menyangka mereka menyerangku lewat dirimu. Aku tidak tahu apa yang kau dengar tentangku, tapi aku yakin itu bukanlah hal yang baik. Aku mohon, jangan percaya itu."


Yuli semakin tidak mengerti semua ini. tapi semua yang dibilang Jungkook masuk akal dan tatapan Jimin terlihat begitu nyata tanpa kebohongan. yuli jadi bingung, siapa yang harus dia percaya.


"Kau percaya padaku kan, yuli?" Jimin menangkup kedua pipi yuli lalu membawa wajahnya untuk mendekat. Dia langsung mengecup kening yuli dan menarik yuli ke dalam pelukannya yang selalu berhasil membuat yuli terdiam.

__ADS_1


Yuli tidak menjawab apa pun, dia masih belum bisa mempercayai siapa pun sekarang. Yuli memejam saat Jimin mempererat pelukannya. Pelukan yang terasa begitu hangat. yuli mungkin akan menyesali pelukan ini jika kelak terbukti apa yang dikatakan Jungkook itu benar.


__ADS_2