
Yuli menarik napas. "Jika mereka datang lagi, tolong katakan bahwa aku baik-baik saja." Yuli belum bisa menemui mereka. Dia masih membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri.
"Baiklah, Eonnie." Iseul cukup pengertian. Dia juga tidak pernah mengungkit lagi tentang masalah Yuli. Iseul bisa saja merasa repot karena selalu disuruh oleh orang tuanya untuk menjenguk Yuli di sini.
Yuli menatap Iseul yang mengunyah makanannya dengan lahap. Keadaannya sangat berbanding jauh dengan kehidupan Yuli. Dia terlihat seperti anak muda yang tanpa beban, santai dan bahagia. Seandainya tidak menikah, mungkin Yuli juga bisa seperti Iseul.
Mendadak, itu membuat Yuli sedih. Namun saat Yuli menunduk ke bawah dan melihat perutnya yang sudah semakin membesar, detik itu juga Yuli sadar bahwa dia tidak boleh menyesal. Sebab tidak ada kekuatan yang mampu membuat Yuli bertahan sejauh ini selain anaknya sendiri.
"Ah, Eonnie aku damai lupa."
"Ada apa?"
__ADS_1
"Aku ingin bilang bahwa teman satu kampusku ada yang mahasiswa jurusan kebidanan dan butuh beberapa wanita hamil untuk di wawancara dalam hal mendukung penelitian." Iseul menggenggam tangan Yuli. "Dia teman baikku, kok. Aku bisa menjaminnya."
Yuli lantas mengangguk, tak menaruh curiga sama sekali. Belum lima menit berlalu, tiba-tiba saja penjaga masuk dan memberitahukan bahwa teman Iseul sudah datang. Iseul tampak antusias dan karena Yuli juga penasaran, Yuli juga ikut keluar untuk melihat tamunya
Dia seorang wanita juga, seusia Iseul keluar dari dalam mobil, memakai baju serba putih dan langsung di hampiri oleh Iseul. Yuli juga ingin ikut menyambut dan menyapanya secara langsung, tapi langkah Yuli terlihat ketika melihat seorang lelaki yang juga menyusul keluar tak menyangka dia di sini.
"Seungwu?"
...****************...
Yuli tidak bisa menyalahkan Iseul karena dia tidak tahu apa-apa. Sebenernya yang licik adalah Seungwu. Dia sengaja mendekati teman Iseul karena tak mungkin mendekati Iseul dan memaksa gadis itu mengatakan keberadaan Yuli. Dia juga tak mungkin diam-diam mengikuti Iseul karena Iseul selalu waspada. Bahkan saat Iseul ke sini, dia juga di jaga.
__ADS_1
Paman Yuli ternyata bisa membuktikan bahwa bukan hanya Jimin yang bisa seperti itu. Meski dari segi harta atau gaya hidup Jimin masih di atas keluarga Yuli, keluarga Yuli ternyata mampu menjadi pelindung yang baik dengan mengabari Seungwu untuk membantu Yuli untuk masalah ini.
Yuli tidak bisa menghindar lagi. Seungwu memaksa untuk berbicara dengannya karena ada satu hal yang mendesak. Sebenernya, Yuli bisa saja mengusirnya. Namun karena melihat unsur memohon yang kuat darinya, Yuli akan memberinya kesempatan.
Mereka berdiri berdampingan menghadap ke kebun belakang rumah yang menyajikan hamparan perkebunan yang luas. Yuli berpegangan pada pinggiran balkon dan membiarkan angin sore menerpa rambutnya.
"Jimin Hyung gagal dalam misi terakhirnya." Itu adalah sebuah kalimat pembuka yang cukup membuat Yuli memegang.
"Kenapa dia bisa gagal?"
"Misi terakhirnya untuk menutupi gim hari itu adalah meniduri istri dari rekan kerja favoritnya dan wanita yang kamu lihat bersamanya itu adalah istri Im Jangaik. Itulah kenapa hari itu, aku dan Im Jangaik datang ke rumah kalian. Kami mendiskusikan ini."
__ADS_1