Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 23


__ADS_3

Saat malam itu seketika dunia yuli terasa runtuh, entah kenapa jimin mengatakan hal itu. Saat dia bertanya, Jimin tidak mengatakan apa pun setelah malam itu. Yuli bertanya pada jimin tentang maksud dari kalimat mencengkram itu, tapi Jimin malah menghela napas, menggeleng pelan, seakan menyuruh yuli tidak menghiraukan ucapannya. Jimin malah mengecup kening yuli, lalu berbaring di sebelahnya begitu saja.


Yuli berusaha berbicara ke pada jimin lagi, tapi dia menemukan jimin yang sudah memejam kan matanya, entah tertidur karena kelelahan sungguh atau memang sengaja tidak menghiraukan yuli.


Besok harinya yuli sudah mendapati ranjang di sebelahnya kosong. Jimin hanya meninggalkan sebuah surat yang diletakan di samping sepiring roti panggang.


Untuk istri terbaik yang merawatku dengan sangat baik. Terima kasih dan maaf, hari ini aku harus pergi ke luar kota, semua mendadak, aku tidak tega membayangkanmu, jadi aku berhati-hati mengemas beberapa pakaianku. Aku tidak tahu kapan akan kembali, kirim pesan padaku saja jika sudah bangun.

__ADS_1


Ini pertama kalinya jimin meninggalkan yuli keluar kota dengan waktu terlama selama ini mereka berdu menikah. Ini bahkan sudah enam hari, nyaris seminggu. Yuli bukannya tidak percaya pada Jimin, komunikasi mereka baik, jimin sering mengirim yuli pesan, kadang mengirimkan foto random. Jimin memotret apa yang dia lihat, ke banyakan hanyalah foto ruang rapat dan makan siang.


Yuli tahu, jimin melakukan ini hanya agar dia percaya bahwa dia pergi bukan karena menghindarinya, tapi memang karena urusan perkerjaan.


"Maaf ya, Yuli. Bukan nya aku meragukan suamimu itu, tapi aku sangat mengenal Jungkook." Gojung yang sejak tadi diam dan menyimak curhatan hati yuli, akhir nya mau berkomentar. Yuli terlihat menceritakan semuanya, mulai dari Jungkook yang datang dan mengatakan tentang gim 'Wedding season'. "Jungkook itu orang yang Pali jujur di klub fotografi kami. Dia bahkan sangat jujur tentang uang kembalian. kami pernah menitip minuman padanya. Jungkook mengembalikan semua kembalian sampai ke recehan yang paling kecil. Padahal, kami sudah bilang untuk mengambil kembaliannya."


Yuli juga dulunya berpikir demikian, dia tidak mau buru-buru menikah. Namun, penyakit sialan dan pesona Jimin membuat yuli harus memenuhi takdir ini.

__ADS_1


yuli menghela napas agar malas sambil merasakan sinar matahari menerap wajah yuli. Semakin hari, dia semakin merasa ada yang aneh. Ada sesuatu yang mengganjal di pernikahan ini. Sialnya, semakin hari dia semakin sadar bahwa cinta yuli pada Jimin semakin besar.


Ah, untuk pertama kalinya yuli merasa sangat-sangat dan sangat menyesal telah cepat mengambil keputusan pernikahan ini. Bukan menyesal menikah dengan Jimin, tapi hanya menyesal kepada dirintya tidak mengulur waktu untuk proses pendekatan yang lebih dekat?


Dia menatap kedua sahabatnya yang sejatinya masih menunggu yuli seperti dengan pemikiran mereka. Mereka sangat sayang pada yuli_dia bisa merasakan_ tapi entah mengapa yuli melihat ini, dia masih belum bisa menarik kesimpulan apa pun.


"Aku pusing," ucap yuli sambil memegang kepala, meskipun sebenernya tak yakin bahwa dirinya benar-benar pusing.

__ADS_1


Mungkin, itu hanya ucapan refleksi agar yuli punya alasan untuk mengangkat bokongnya dari rerumputan, lalu berkat. "Lebih baik aku pulang saja deh."


__ADS_2