Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 44


__ADS_3

Yuli benci pergi dalam keadaan seperti ini. Jimin meminta maaf padanya, tapi Yuli merasa maaf itu seperti formalitas saja agar mereka jadi pergi ke rumah ayahnya. Rasanya jadi semakin sulit untuk bersikap. Terlebih,saat Yuli di sambut oleh tuan Park Hwanji. Meskipun terlihat cukup tua, semangatnya luar biasa. Matanya mirip Jimin dan dia sedikit gemuk.


Mereka makan bersama di ruang tengah. Yuli melihat istri keduanya masih sedikit lebih muda daripada Dokter Rose. Nyonya Eunjung wanita yang cukup ramah mungkin itu yang membuat ayah mertuaku menyukainya. Penampilannya sangat memperlihatkan statusnya sebagai sosialita. Yuli melihat jam tangan mahal yang melingkar di tangan, belum lagi cincin yang menghiasi jari-jarinya. Oh, jangan lupakan kalung berlian di lehernya.


Sebenarnya, Nyonya Eunjung menginginkan Yuli dengan sekertaris Jimin. Mereka sama-sama punya bentuk tubuh bak model, cantik, pintar berdandan dan memakai barang mahal. Jika Jimin menikah dengan sekretarisnya itu, pastilah Nyonya Eunjung akan sangat menjadikannya menantu kesayangan.


"Apa kau jadi memasak hari ini?" Oh, Yuli hampir melupakan eksistensi sengwu. Dia satu-satunya yang bisa hadir, adik Jimin yang lainnya sedang bersekolah di luar negeri.


Yuli mengangkat kepala, menoleh ke arah Seungwu yang duduk di dekat ayahnya. Dia terlihat menawan bahkan saat memotong daging, senyumnya manis sekali.


"Aku_"

__ADS_1


"Dia memasaknya dengan baik bersamaku, hari itu. Terima kasih sudah membantunya memilih bahan-bahan." Jimin menyela.


Yuli menoleh pada Jimin yang duduk di samping yuli, tapi Jimin tak menatapnya, dia malah fokus mengunyah. Kenapa harus berbohong? Menurut yuli itu tidak perlu.


Seungwu menatap yuli. Yuli hanya membalas dengan senyum. "Terima kasih sekali lagi sudah membantuku."


Seungwu membalas senyuman Yuli. 


Yuli bisa mendengar Jimin meletakkan dua sendoknya secara bersamaan. "Yuli sudah punya guru masak sendiri. Dia juga sudah mulai pandai menyiapkanku makanan."


Satu tangan Jimin mengusap belakang kepala Yuli seolah yuli adalah kebanggaannya. Yuli merasa tak nyaman. Yuli merasa Jimin hanya mencoba menyombongkan diri. Yuli tak bisa berkata apa pun selain tersenyum setelah Jimin berhasil membuat suasana hening sejenak karena kalimatnya baru saja. Untung saja Nyonya Eunjung langsung mencairkan suasana dengan menawarkan salad pada yuli. Setelah, suasana kembali normal, meskipun Yuli yakin masih ketegangan yang tersisa.

__ADS_1


★★★★


Yuli tidak menyangka bahwa rumah ini ternyata lebih luas dari yang Yuli bayangkan. Rumah ini bagaikan mansion. Sebenernya, seberapa kaya keluarga Jimin?


Yuli hanya mendengar bahwa ayah Jimin adalah pengusaha mesin-mesin pertanian. Namun, Yuli tahu bahwa ibu tiri Jimin juga seorang wanita karier yang gemar bermain dengan saham. Jadi, mungkin rumah ini adalah hasil dari kekayaan dua manusia pencetak uang itu.


Jimin juga pasti punya banyak uang, tapi dia tidak begitu mencolok. Pakaiannya tidak terlalu banyak di lemari. Dia hanya memakai jas mahal dan jam tangannya jika memang sedang ada pertemuan penting atau tampil di publik untuk menjaga wibawanya. Selebihnya, Jimin benar-benar sederhana. Saat mereka di Jeongseon, dia bahkan mau berbelanja sendiri ke pasar.


Jimin juga tak segan untuk makan di kedai pinggir jalan. Itu terjadi saat mereka masih masa pendekatan. Ah, kadang yuli merindukan masa itu, singkat tapi berkesan.


"Ke nama Jimin Hyung?" Yuli menoleh, menghentikan aktivitas memotret yuli. Awalnya, Yuli sedang berusaha memotret ikan-ikan yang ada di kolam, tapi kehadiran Seungwu mustahil untuk Yuli abaikan.

__ADS_1


__ADS_2