Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 7


__ADS_3

Jimin tersenyum tipis."Aku sebenernya harus mengerjakan sesuatu pagi ini. Ah, bukan masalah. Aku bisa mengerjakannya nanti."


Yuli menarik kursi, melihat tangannya di atas meja, dia pandangi Jimin yang sedang memotong roti dengan pisau makan. "Ini kan akhir pekan, memangnya harus sesibuk itu terus?"


"Aku baru saja diangkat menjadi Vice president satu bulan lalu, aku punya tanggung jawab yang besar, terlebih saat mendekati launching gim terbaru. Aku tidak ingin ada yang terlewat." Jimin menusuk potongan rotinya dengan garpu. "Belum lagi, rencana pelebaran sayap perusahan di bagian perangkap lunak untuk sistem pengelolaan data industri pemerintahan."


"Apa? Aku tidak tahu C.U.Ink akan mengambil keputusan itu." Saat pertama kali mengenal Jimin dan tahu bahwa dia berkerja di salah satu perusahaan gim terbaik di Korea, yuli langsung mencari tahu, dia ingat bahwa saat dirinya masih SMA, yuli pernah melakukan study tour ke C.U.Ink. Saat itu, dia belum mengenal Jimin dan tidak ingat pernah bertemu dengannya.


lagi pula yuli tidak begitu menyukai gim, hanya siswa laki-laki saja yang bersemangat. Yuli tidak banyak mencatat, dia hanya menyalinnya dan yang dia ingat dari catatan temannya adalah bahwa C.U.Ink gim. kefokusannya pada satu bidang membuat perusahan itu unggul.


"Sebenernya, aku tidak begitu setuju. Tetapi, sebuah tawaran datang pada kami. perusahan digital baru hari ini datang dan mempresentasikan segala keuntungan. CEO melihat ini sebagai pulang emas. Akhirnya, kami semua membicarakannya dengan serius." Jimin kembali mengunyah _Yuli bersyukur dia tidak protes atau memberi komentar apa pun, yuli rasa jimin cukup menikmatinya, meskipun roti panggang buatannya bukan yang terbaik.


Yuli mencerna kalimatnya sembari mengaduk-aduk teh hangat di sampingnya. yuli melihat Jimin sembari memiringkan kepala. "Oppa..."


"Hmm."

__ADS_1


"Apa itu artinya kau akan sangat sibuk sampai akhir tahun ini." tanya yuli dengan nada yang tak sengaja terdengar sedih.


Jimin berhenti menunda memasukkan potongan rotinya. Dia menatap yuli dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. yuli lihat Jimin menghela napas. "Ini alasan mengapa aku sangat tidak ingin C.U.Ink melebarkan sayapnya karena...."


"karena apa?"


"karena itu terjadi..." Jimin menarik napas sejenak. "posisiku akan bergeser menggantikan CEO. itu bukan hal yang mudah."


Jawaban itu seketika membuat yuli agak menundukkan kepala. Dia merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. sebuah di bisikan datang pada yuli agar dia merasa menyesal. Entah karena apa.


yuli mendengarnya. Dia mendengar Jimin memanggilnya, tetapi tidak dapat bereaksi. yuli terbawa begitu jauh bersama dengan pikirannya sendiri.


Seharusnya, malam tadi, yuli menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan Jimin. Seharusnya pagi ini mereka membahas tempat bulan madu terbaik atau rencana lain dalam berumah tangga.


"Yuli...."

__ADS_1


Pada akhirnya, yuli mengangkat kepala, menarik senyum palsu yang susah payah dia buat. "Ya? Oppa?"


"Kau baik-baik saja?" tanya Jimin ragu.


Sesegera mungkin yuli mengangguk. "Tentu."


Jimin sempat memandangi yuli selama beberapa saat untuk memastikan sesuatu. Dia tetap berusaha bersikap seperti biasa dan fokus kembali pada sarapannya.


...****************...


Pada akhirnya, yuli menginjakkan kaki kembali ke ke kampus setelah merasa sembuh total. Dia bahkan sudah mulai bisa mengangkat beberapa barang yang cukup berat tanpa merasa sakit lagi. Dokter Rosa semalam menghubunginya lewat Skype dan menanyakan keadaan yuli seolah bisa menebak bahwa yuli benar-benar sudah sembuh. Mereka tidak mengobrol panjang karena dia begitu sibuk di India. Dia hanya menanyakan keadaan yuli dan kehidupannya dengan Jimin.


Apalagi yang bisa yuli jawab selain 'kami baik-baik saja?' Mereka memiliki dunia sendiri sehingga terlihat bahwa tak ada masalah apa pun. Mereka tinggal satu rumah, tidur bersama, tapi tidak punya banyak waktu untuk saling berbagi dan mengisi. ini lebih menyedihkan dari orang yang menjalani LDR. yuli dan Jimin secara fisik dekat, tapi secara batin saling berjauhan.


Yuli mengerti, Jimin sedang dalam masa prajabatan. kabar terakhir yang dia tahu, jimin akan menjadi seorang CEO.

__ADS_1


__ADS_2