Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 86


__ADS_3

Yuli tidak bisa menutupi kegelisahan yuli. Yuli juga tidak menelepon jimin sama sekali. Yuli tidak bisa mengambil langkah apa pun sejauh ini dan harus memperhatikannya. Yuli menunggu jimin menghubunginya, tapi tidak sama sekali. dan yuli mulai merasa ini sangat aneh, tidak sampai siang ini.


Paman dan bibi yuli merasakan kegelisahan yuli, meski yuli berusaha menutupinya. Sampai akhirnya, mereka menawarkan hal yang memang sepertinya sangat yuli butuhkan. Pulang. Yuli ingin kembali hari ini juga.


Tidak peduli seberapa lama atau jauh yuli akan menempuh perjalanan. Sepupu yuli yang satu lagi, Jaehwan yang merupakan kakak dari Iseul, bahan mau mengantarkan yuli langsung. Setidaknya bersama Jaehwan yuli jauh lebih tenang karena mengenalnya sebagai sosok yang juga suka melindungi.


Mungkin karena terlalu banyak, yuli jadi terlihat seperti orang yang dehidrasi. Jaehwan menawarkan hal itu karena di depan ada mini market.


"Apa kamu mampir untuk meminum sesuatu dulu?' tawarnya saat yuli membuka mata dari tidur singkat yuli.


Mungkin karena terlalu banyak pikiran, yuli jadi terlihat seperti orang yang dehidrasi. Jaehwan menawarkan hal itu karena di depan ada mini market.

__ADS_1


"Ani, Oppa. Kita sudah dekat, kan? Aku hanya ingin cepat sampai ke rumah," tolak yuli lembut.


"Hmm, baiklah." lalu, dia fokus lagi untuk menyetir.


Sementara yuli di sini sejak tadi tidak bisa tidur, rasanya perjalanan sangat lama. Apakah mungkin karena yuli sangat tidak sabaran? Perasaan yuli itu semakin tidak enak karena Iseul tidak mengabarkan apa pun tentang ponselnya yang sengaja yuli tinggalkan di rumah paman. Jimin sebelum menghubungi yuli sama sekali. Yuli sengaja meninggalkan ponselnya agar jimin tidak tahu bawa yuli sedang dalam perjalanan pulang.


'kita sudah sampai, aku akan mengantarmu ke dalam." kata Jaehwan.


"Yuli, meski aku bukan kakak kandungmu, tapi kamu tetap keluargaku. Kamu tida bisa berbohong, wajahmu tak bisa menutupi kegelisahanmu." Jaehwan menarik napas. "Tapi, baiklah, jika kamu tetap merasa tidak perlu di temani masuk. Tapi aku akan menunggu di sini sampai lima belas menit. Jika tidak ada apa-apa aku akan pulang kembali, oke?"


Menurut yuli itu saran yang baik. Yuli mengangguk, lalu perlahan membuka sabuk pengamannya. Jaehwan membantu yuli keluar dan menyerahkan tas yuli yang memang tidak terlalu berat.

__ADS_1


Yuli menarik napas ketika memasuki area rumah. Dari depan sudah yuli lihat mobil jimin terparkir. Saat yuli melewati mobil itu, mesinnya tidak panas. Berarti mobilnya sudah lama terparkir aneh. Jika jimin sedang berada di rumah, berarti dia tidak sedang dalam keadaan yang begitu sibuk. Lalu, kenapa dia tidak menghubungi yuli seharian ini?


Rumah ini terlihat sepi, mungkin karena Seungbi Ahjumma sudah pulang. Dia bisanya memang hanya sampai sore hari di sini. Yuli juga heran, kenapa tidak ada penjaga? Ini sangat mencurigakan.


Yuli mempercepat langkahnya, membuka pintu dengan berhati-hati dan langsung menemuka seluruh pencahayaan rumah dalam keadaan redup. Aroma rumah juga sangat wangi aroma terapi. Suasana rumah jadi seperti ruang relaksasi.


Yuli mengitari ruangan, tapi tak menemukan siapa pun kecuali......sial. Ada blazer perempuan di ruang tengah.


Yuli mengambil blazer itu, jelas ini bukan milik yuli. Yuli mencium aroma parfum yang juga masih terasa di sini.


mendadak, kening yuli berkeringat dan yuli tak bisa melangkah lagi untuk mengikuti instingnya menuju ke kamar. Namun, belum sempat menyentuh kenop pintu, tiba-tiba saja pintu terbuka dan memunculkan jimin yang sedang bertelanjang dada. Dia hanya memakai celana pendek hitam. Wajahnya terkejut bukan main.

__ADS_1


"Yuli?!'


__ADS_2