
Jimin belum mengizinkan Yuli menggunakan ponsel, padahal Yuli sudah sembuh dari sakit sejak tiga hari yang lalu. Jimin berjanji akan memberi Yuli ponsel baru setelah Yuli sembuh, tapi sampai sekarang Jimin mengatakan bahwa Yuli belum boleh menggunakan ponsel. Padahal Yuli ingin sekali menghubungi teman-temannya, banyak rencana yang batal setelah beberapa Minggu ini. Setiap kali meminta ponsel dengan alasan ingin menghubungi teman, paman dan bibi Yuli, Jimin malah menyodorkan ponselnya.
Yuli tidak bisa memakai ponselnya karena terkadang Yuli juga butuh ponsel untuk hiburan. Lagi pula ponsel Jimin isinya membosankan, galerinya juga hanya berisi Poto pernikahan, foto-foto Yuli dan selebihnya foto-foto seputar rancangan gimnya.
"Nyonya ini susu dan vitaminnya," kata seungbi Ahjumma meletakkan segelas susu berserta piring kecil yang berisikan dua butir vitamin di atas meja yang baru selesai menopang makan siang Yuli.
"Terima kasih, aku akan meminumnya nanti." Jawab Yuli sambil melanjutkan membaca buku tentang kangker.
"Tapi, maaf Nyonya. Tuan ingin saya memastikan Anada meminum susu dan vitaminnya tepat waktu," seru seungbi Ahjumma tanpa canggung menyuruh Yuli, tapi di satu sisi dia juga punya beban tanggung jawab itu dari Jimin.
__ADS_1
Yuli menghela napas. Lalu, Yuli mengambil susu itu dan meminumnya sampai habis. Setelahnya langsung meminum dua butir vitamin yang Yuli telan bersama dengan segelas air putih. Yuli tidak bisa mengalahkan seungbi Ahjumma, karena Yuli tahu bagaimana Jimin memang sangat ketat untuk memastikan Yuli tidak terlambat mengkonsumsi nutrisi untuk janin yang ada di perutnya.
Terbukti, tepat semenit setelah Yuli menghabiskan semuanya, ponsel milik seungbi Ahjumma berdering. Wajahnya menegang ketika mengangkat telepon itu, dari caranya menjawab mengangguk dan melaporkan Yuli sudah langsung tahu siapa si penelepon itu.
seumbi Ahjumma melihat Yuli sekilas. "Baik, tuan. Akan saya laksanakan."
Yuli menghela napas, ini menjadi tidak menyenangkan. Yuli tahu, Jimin melakukanya untuk kebaikan tapi serius, Yuli jadi merasa bosan karena Yuli pikir dirinya juga butuh untuk bersosialisasi. bukan hanya berdiri diam di rumah membiarkan Jimin mengatur Yuli lewat seungbi.
"Anda mau kemana Nyonya?" seperti prediksi Yuli, dia langsung menghampirinya.
__ADS_1
"ke kampus. Aku ingin mengurus beberapa berkas kelulusanku." Yuli tidak berbohong dia memang ingin melakukan itu, sudah sangat lama. Meskipun sebenernya tidak mendesak, ini bisa menjadi alasan Yuli keluar rumah. Setidaknya untuk urusan akademis.
"Kalau begitu. saya akan menelepon tuan untuk memberi tahu." seungbi Ahjumma langsung mengambil ponselnya.
Yuli hanya mengangguk dan pergi menuju kamar begitu saja, sebenernya dia tidak perlu menelepon Jimin karena Yuli pun pergi bersama dengan supir. jadi, Yuli tidak akan kemana-mana Yuli masih tetap dalam pengawasan. seperti keinginan Jimin.
★★★★★
Di kampus Yuli, anak dari fakultas kesenian memang paling rajin mengadakan acara, termasuk colour culture. Yuli belum pernah mengikutinya satu kali pun karena Gojung pernah bercerita bahwa colour culture ini adalah festival di mana mereka akan berakhir dengan baju kotor, penuh dengan warna. Mirip seperti colour run. Namun, hari ini Jungkook berhasil membujuk Yuli untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut saat mereka tak sengaja bertemu dan mengobrol di cafe.
__ADS_1
Jungkook benar, ini acara yang luar biasa. Mereka membukanya dengan sebuah musikalisasi puisi yang sontak tak ingin membuat Yuli beranjak dari tempatnya. Acaranya padahal digelar di lapangan terbuka, tapi pengaturan suaranya dan seluruh konsep pementasannya membuat semuanya terasa seperti di dalam gedung.