
Jimin menarik napas, lalu menunjuk ke satu sudut ruangan. "Aku bahkan berencana untuk membangun seperti tenda kecil di sana, jadi dia bisa memilih ingin tidur di kasur atau di dalam tenda. Aku juga akan memasang lampu-lampu kecil atau replijka mainan yang menyerupai api unggun, jadi dia bisa tidur sana sambil kubacakan dongeng untuknya, bagaimana menurutmu?
Tidak ada yang lebih manis dari membayangkannya adegan itu berputar di kepala yuli selama jimin mendeskrisikannya. Yuli semakin bisa merasakan bahwa jimin sangat antusias untuk menyambut ini semua, jimin pasti akan sangat menyayangi-nya.
Pipi yuli jadi bersemu merah, apalagi saat jimin mengecup pipi yuli singkat tanpa aba-aba.
"Apa Oppa akan sangat memnjakannya nantinya?" tanya yuli masih membayangkan semua ini.
"Aku tidak tahu, yang jelas aku memberi banyak perhatian untuknya. Mungkin kamu kelak bisa cemburu?" goda jimin lalu mengecup sisi leher yuli lagi sambil mengeratkan pelikannya.
__ADS_1
Hal yang membuat yuli geli, tapi tidak juga bisa menghindar hingga akhirnya yuli tertawa kecil. "Mana bisa seorang ibu cemburu karena melihat suaminya yang sangat menyayangi anaknya?"
Jimin mengangguk samar, lama mereka saling berdiam diri menatapi sudut ruangan yang masih kosong ini. Mereka berdua sakan sama-sama mengkhayalkan bahwa kelak di sana akan ada makhluk cantik yang sedang merangkak berusaha menaiki kasur atau sedang duduk di deekat rak-rak sambil membka buku dongen dan mengetuk-ngetuk setiap halaman.
Membayangkan itu saja, yuli nyaris berkaca-kaca.
"Ayo, kita ke kamar utama."
"Ini kamar kita?" tanya yuli takjub, tidak menyangka akan seluas ini.
__ADS_1
Ini lebih luas dari kamar yang lainnya, mungkin karena memang ini kamar utama. Yuli suka nuansanya, cenderung lebih tenang dan hangat ada sedikit nuansa coklat, warna asli kayu yang membingkai bagin ventilasinya. Sangat elegan. Kasurnya masih didominasi seperti berwarna putih dan sebagian barangnya seperti lemari dan meja rias masih di tutupi dengan plastik.
Ada TV besar yang menghadap ranjang dan beberapa lampu hias di sudut ruangan yang mesih belum ada bola lampunya. Ada beberapa pastisi juga yang menghiasi dinding. Yuli mmbayangkan foto-foto kebersamaan mereka akan erpajang di sana.
Kamar mandinya juga cukup luas. Kacanya cukup besar, mengingatkan yuli seperti kaca-kaca di amar mandi hotel. Yuli sudah membayangkan bahwa dia akan tidur nyenyak di sini.
Yuli langsung antusias berjalan ke balkonnya karena yuli menyukainya, yuli menggeser pintu kaca yang berlapiskan gorden putih agar segera menyapa suasana balkon di luar.
Udara sejuk langsung menerpat wajah, mengantarkan sensasi tenang yang luar biasa. Langit senja yang sebentar lagi akan berganti malam membuat suasana menjadi sempurna. Burung-burung terlihat berterbangan di langit seakan juga buru-buru untuk pulang karena hari sudah akan gelap. Sementara itu, hamparan hijau berupa bukit-bukit kecil menjadi sebuah pemandangan yang pas untuk menyegarkan mata. Saat pagi hari, pasti akan terlihat lebih segar.
__ADS_1
Yuli mendengar langkah jimin yang mendekat tepat setelah dia menyalakan lampu di balkon ini. Sebuah kain tebal tiba-tiba saja tersampir dari belakang membungkus tubuh yuli. Bersamaan dengan dua buah lengan kekar yang memeluk yuli menjadi pelengkap rasa hangat yang nyaman.