Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 81


__ADS_3

Tas yuli sudah di masukan ke dalam mobil. Mereka selesai sarapan bersama. Jimin menyukai sarapan yang yuli buatkan, sebenernya Seungbi Ahjumma membantu yuli memebuatnya. Menyenangkan sekali bisa menjalani hidup normal seperti layaknya suami-istri pada umumnya.


Sepertinya saat ini, saat kedua tangan yuli tengah berada di antar kerahnya untuk memasangkan dari hitam miliknya. jimin tak henti-hentinya menatap yuli, membuat yuli sedikit gugup.


"Aku rasa, aku saja yang harus mengantarmu," ucap jimin tepat setelah aku selesai memasangkan dasinya.


Yuli mendongak. "Mwo?" Lalu, yuli menggeleng, "Tidak, Oppa harus berkerja."


Jimin lalu menangkup pipi yuli dengan kedua tangan jimin. "Aku bisa memindahkan jadwal meeting. Entah kenapa, aku jadi ingin mengantarmu."


"Tapi___"


Jimin lalu mengalihkan pandangannya ke Seungbi Ahjumma yang tengah mencuci piring. "Tolong suruh sopir memindahkan tas dan barang-barang yuli ke mobilku."

__ADS_1


"Baik , Tuan." Derik itu juga Seungbi Ahjumma meninggalkan cuciannya.


Yuli menatap jimin, lalu menghemat napas . Jika sudah begini, tidak ada yang bisa melawan keinginan jimin karena percuma, jimin akan selalu mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Aku jadi merepotkan Oppa." pipi yuli menggembung.


"Itu benar." jimin melipat kedua tanganya.


Yuli menaikan alis. "Eh?"


Yuli spontan tertawa malu. Pipinya sangat panas, apalagi ketika jimin menghujani yuli dengan tatapan merayunya . Bahkan jimin mendekatkan wajahnya pada yuli. Dan mungkin saja bibir jimin akan menyapa kening yuli lagi, jika saja suara Seungbi Ahjumma dal menginterupsi.


"Maaf, Tuan. Ada yang mencri, sepertinya penting dan mendesak, mereka__" Belum sempat kalimat itu selesai, dua orang lelaki sudah masuk secara tiba-tiba. Yuli dan jimin seketika mengurai jarak mereka. Bisa yuli lihat wajah jimin yang mendadak menegang ketika melihat dua sosok lelaki yang cukup yuli kenal berdiri di depan jimin.

__ADS_1


"Hyung. Maaf, tapi ini penting. Aku harus bertemu denganmu." Seungwu melangkah, menatap jimin dengan tatapan serius.


Yuli melihat tatapan mata jimin menajam pada adik tirinya itu. Jimin terlihat begitu membencih Seungwu. Seungwu memang tidak berasal dari ayah yang sama dengan jimin. Ayah jimin mnikah lagi dengan ibunya Seungwu masih kecil. Apa ini alasan mereka tidak akur? Apa karena mereka tidak berasal dari darah yang sama? Atau mungkin ada hal lain?


Yuli jadi teringat sesuatu, yuli ingat jimin pernah mengatakan bahwa Seungwu adalah bagian dari gim itu. Bagian dari 'How Come'. Apa jangan-jangan Sengwu itu......


"Im jangsik-ssi? Kenapa kamu di sini?" jimin mengalihkan pandangannya pada seorang berjas. Ah...Im jangsik yang dulu pernah menyambut yuli di kantor jimin.


"Sajangnim, maaf. Tapi ada yang perlu kita bicarakan." Im jangsik membungkukkan badanya. Dia terlihat begitu menghormati jimin. Meski dilihat dari segi usia, Im jangsik lebih brumur dari pada jimin.


Jimin masih memasang wajah kesal. Dua orang ini tiba-tiba saja merusak suana pagi ini. Jimin sempat menoleh pada yuli, lalu pada kedua elaki yang mengacaukan suasana pagi yuli dan jimin.


"Kalian tunggu di ini," perinta jimin tegas.

__ADS_1


Jimin lalu prerlahan mengambil tangan yuli dan menuntun yuli untuk pergi menjauh, keluar ruah. Sampai di depan pintu, jimin memegang kedua bahu yuli.


"Kamu tunggu aku di mobil, aku akan tetap mengantarmu. Oke?"


__ADS_2