Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 50


__ADS_3

"Oppa!"


Entah ini sudah berapa kalia Yuli memanggil Jimin, tapi dia masih enggan beralih dari Ipad-nya. Jimin benar-benar mendiamkan Yuli.


"Jika kau marah padaku atas apa yang kulakukan hari ini, aku minta maaf. Tapi, tidak bisakah kau mendengarkaku?" tanya Yuli lagi.


Jimin tetap tidak menggubris Yuli. Yuli membuang napas, masih duduk di sofa panjang dan menundukkan kepala. "Percuma aku di sini jika hanya diabaikan," ucapnya putus asa.


Jimin masih tidak merespons, padahal Yuli yakin dia mendengarnya. Yuli menyerah, sangat membosankan juga mengesalkan. Padahal, hanya masalah sepele, Yuli lalu beranjak dari kursi panjang itu. Berdiri lalu melangkah pergi.


"Apa menyenangkan?" Suara Jimin menghentikan Yuli tepat pada langkah ketiga. Yuli terdiam, suaranya menggema di kepalak yuli.

__ADS_1


"Apa kau suka bersenang-senang dengan cara murahan seperti itu?" Tanya jimin lagi, membuat tenggorokan seketika terasa begitu kering.


Yuli bisa merasakan Jimin melangkah mendekat, kini dia berdiri di belakangnya. "Apa kau memang selalu membiarkan dirimu gampang disentuh oleh lelaki lain yang bukan siapa-siapamu?"


Saat mendengar itu, Yuli langsung mengenalkan tangan. "Jangan mengelak, aku melihat semuanya. Bagaimana kau bisa bahagia dengan orang lain, lelaki itu lelaki sama yang kutemui waktu menjemputmu. Apa dia mantan kekasihmu? Apa kalian pernah punya hubungan khusus? Atau, sampai sekarang masih menjalin_"


Jimin menghentikan ucapannya saat Yuli berbalik. "Pertama, biar aku beri tahu. Namanya adalah Jungkook dan dia hanya mencoba untuk menghiburku di acara itu. Dia menawarkan sesuatu yang sangat sulit kudapatkan selama aku bersamamu. Kau mungkin bukan tipe orang yang bersenang-senang dengan cara seperti itu!"


"Kedua," ucap Yuli menyambung. "Aku tidak melakukan apa pun, sentuhan pada kami hanya terjadi saat aku hampir terpeleset dan dia menahanku."


Yuli membalas tatapan Jimin tak kalah marahnya. "Ketiga, aku sangat bisa menjaga diriku. Setidaknya, aku tidak akan sampai tidur dengannya dan masih bisa berteman dengannya seperti tidak terjadi apa-apa. Seperti kau dan sekretarismu, misalnya." Yuli menutupnya dengan senyum dingin. Lalu, segera mungkin berbalik lagi.

__ADS_1


"Yuli!"


Yuli tidak peduli. Yuli menutup telinganya dan buru-buru menuju kamar. Jimin mengejarnya. Yuli bisa merasakan dia berjalan cepat di belakang dirinya. Namun, Yuli melakukan lebih cepat lagi, segera masuk ke kamar dan menutup pintu. Yuli segera mengunci pintu.


"Yuli, buka pintunya!" Jimin memukul pintu dari luar sana. Yuli memejam dan menjauh dari pintu, lalu duduk di ranjang. Berharap Jimin segera menjauh. Namun, dia masih menggedor dan memanggil Yuli di sana.


Yuli berusaha menenangkan dirinya dengan meremas seprai kasur. Samar-samar, suara itu memudar setelah Jimin memanggil seungbi untuk mencari sesuatu yang bisa membuka pintu kamar ini. Tidak bisakah dia menjauh saja dan membiarkan yuli tenang dulu? Yuli mengatur napas, mendadak kepala yuli terasa pening. Yuli memijat pelipis dan tak sengaja melihat ponsel Jimin yang bergetar di atas nakas. Ada satu edan masuk. Namun, yang membuat Yuli tertarik adalah nama kontak yang diberikan jimin.


P014


Pikiran Yuli sontak teralih pada permainan atau misi yang sedang dijalani Jimin sekarang. Mungkinkah itu pesan dari salah satu di antara mereka? Yuli sungguh penasaran. Apalagi, yuli sadar bahwa ponsel Jimin punya stiker di bagian belakangnya dengan tulisan P013.

__ADS_1


__ADS_2