Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 52


__ADS_3

Yuli sengaja bangun pagi sekali untuk menata semua pakaiannya ke dalam koper. Masih dengan perasaan yang sangat kacau, yuli menata semuanya. Yuli mengeluarkan semua pakaiannya dari dalam lemari dan melemparkannya ke kasur, lalu melipatnya cepat. Yuli menatapnya di dalam koper besar. Yuli harus segera pergi dari sini sebelum Jimin kembali.


Masih dengan berusaha keras menahan air mata, Yuli mencoba tegar. Rasanya begitu sulit bahkan Yuli juga harus bertahan melawan rasa mualnya, Yuli sempat tiga kali ke kamar mandi saat dalam proses berkemas.


Yuli benar-benar tidak ingin hidup dengan lelaki yang tega mempertaruhkan nyawanya dalam permainan sialan Jimin, bukan hanya nyawa yuli tapi bayinya juga.


Brengsek!


Yuli terlalu marah padanya, terlepas saat mengingat betapa selama ini Yuli selalu mencoba percaya padanya. Yuli menerimanya segala kekurangan, serta seluruh kesibukan dan sifat anehnya. Namun, untuk yang satu ini yuli tidak bisa lagi memberi toleransi.

__ADS_1


Cinta itu adalah soal ketulusan dan pengertian, Cinta bukan seperti ini. Jika yuli masih memaafkan dan percaya padanya setelah ini, itu bukanlah cintai tapi kebodohan. Yuli masih menata letak semua pakaiannya agar yang tersisa bisa masuk, tapi tubuh Yuli menegang sejenak ketika mendengar suara mobil yang masuki halaman rumah. Napas dan jantung yuli seakan berhenti sejenak.


Jimin kembali.


Refleks, mata yuli memejam mencoba mengambil udara secara perlahan sekaligus mengumpulkan mental. Yuli bertekad untuk tetap tenang dan meneruskan semuanya, yuli akan menghadapinya. Yuli tidak boleh lemah, apapun yang terjadi yuli akan tetap pergi dari sini.


Namun sebenernya, jantung sialan yuli tidak mau di ajak berkerja sama. Jantungnya tak bisa berbohong ketika degupnya kian kencang, terlebih saat telinga yuli mulai menangkap dentum langkah kaki tergesa-gesa dari balik pintu kamar yang semakin dekat.


Sampai akhirnya sosok itu maju dan tanpa kata langsung berdiri sejajar dengan Yuli, tangan Jimin seenaknya mengeluarkan pakaian yang sudah tertata rapih dalam koper dengan sekali raup dan mengeluarkan hampir setengah isi koper yuli, lalu membawanya kembali dengan langkah cepat menuju lemari.

__ADS_1


Yuli seketika berbalik dan mengejarnya. "Apa yang kau lakukan?!" Yuli mencoba menghalangi jalannya.


Alih-alih ingin semakin memaki, Yuli baru menyadari sesuatu karena kini berdiri saling berhadapan. Yuli bisa dengan jelas melihat wajah dan rambut Jimin yang sangat berantakan, pakaiannya bahkan masih pakaian semalam hanya saja lebih kusut. Matanya memerah dan agak sayu, seperti bukan Jimin yang Yuli kenal.


Apa semalam dia mabuk? Pertanyaan itu refleks tertanam di pikiran yuli.


 "Kau tak akan pergi kemana pun." ucap Jimin dingin.


Detik berikutnya Yuli rasakan dia melewati Yuli. Membuka pintu lemari dan meletakan kembali pakaian Yuli secara asal. Yuli memejam sejenak, berbalik hendak membuka pintu lemari yang baru saja tertutup oleh Jimin setelan memasukan kembali pakaiannya. Namun baru menyentuh pegangan lemari saja, Jimin sudah mendaratkan telapak tangannya di pintu lemari hingga menghasilkan suara gebrak yang cukup keras.

__ADS_1


Yuli terkejut. Apa lagi saat detik berikutnya posisi Jimin sudah berganti dengan cepat mengurung tubuh Yuli setelah berhasil menyandarkan punggung yuli ke lemari seolah Yuli mangsa yang takkan pernah di bebaskan.


__ADS_2