
Yuli tidak bisa berbohong. Yuli terus memikirkan jimin. Yuli sedang berkumpul bersama keluarga besar yuli, tapi pikiran yuli sedang tidak bersama mereka. Ini adalah hari kedua yuli di sini dan yuli sangat merinduhkan jimin.
Jimin hanya melakukan panggilan video dengan yuli kemari malam. Mereka bercakap seperti biasa. Bukan panggilan video yang lama karena jimin bilang harus mengejar meeting. Jimin juga bertanya apakah yuli sungguh menghabiskan tiga hari saja di sini. Yuli mengangguk sebagai jawaban. Hanya itu saja, sekitar lima menit. Jimin terlihat lelah dan banyak pikiran, meski senyumnya mereka saat itu. Inilah yang membuat yuli tidajk bisa berhenti memikirkan jimin. Terlebih, hari yuli sama sekali belum mendapat pesan dari jimin.
Ketika semuanya saling berbagi cerita tenteng kehidupan, pendidikan, bisnis, dan juga pengalaman kerja mereka, yuli hanya tersenyum sambil mengunyah makanannya. Yuli berusaha sebisa mungkin untuk tetap berbaur dan ikut bahagia. Mereka merayakan acaranya di kebun belakang rumah. Hampir semua sepupu menceritakan betapa menakjubkannya masa muda mereka.
Iseul salah satunya. Dia adalah anak kedua dari paman yuli. Dia hanya dua tahun lebih muda dari yuli. Dia terlihat bgitu bahagia, semangat setiap kali menceritakan tentang kuliah, tempat-tempat yang sudah dia kunjungi untuk berlibur sampai laki-laki yang mendekatinya. Dia sangat antusias menceritakan juga tentangrencana hidupnya ingin membuka bisnis kosmetik atau mungkin clothing line.
__ADS_1
Iseul memang seorang ulzzang sejak masih SMA. Dia sangat cantik. Yuli belajar make up darinya. Dia juga mengenalkan yuli tentang tren berpakaian agar tidak ketinggalan zaman. Meskipun tidak semodis dirinya, setidaknya yuli masih mengetahui tren.
"Eonnie, apakah rencanamu selanjutnya setelah melahirkan nanti? Tanyanya tiba-tiba pada yuli yang menguyah.
Yuli tersenyum, menelan makanan yuli. "Di tahun pertama, aku kan fokus untuk mengurus anak yuli. Setelahnya, yuli mungkin akan berpikir untuk mencari kegiatan lain."
Jujur, kata-kata itu menampar sesuatu dalam diri yuli. Kalimat Iseul, membuat yuli mengingat kembali tentang rencana hidup yang sudah yuli tata dengan baik sejak dulu. Dan kini semua sadar bahwa ketika memutuskan untuk menikah, yuli pasti akan kehilangan semua itu. Semua rencana hudup masa mudanya. Yuli ingin lulu kuliah, berkerja, menghabiskan banyak waktu dengan temannya, mengikuti kegiatan sosial, berkencan dan menikah di jenjang kepala tiga.
__ADS_1
Namun, semuah itu tentuh tak bisa yuli capai lagi. Yuli sudah menentuh pilihannya dan harus menjalaninya dengan baik. Yuli mengangkat sudut bibir yuli semakin tinggi.
"Aku lebih tertarik untuk menjadi ibu yang baik ekarang," ucap yuli dengan nada bercanda.
Semua yang ada di sana juga ikut tertawa, termasuk paman dan bibi. Mereka semua berbagi cerita lagi. Yulitahu, mereka sebenernya cukup panasaran dengan jimin tapi setiap kali mereka bertanya yuli hanya menjawab seadanya. Jimin takkan suka jika yuli terlalu banyak berbicara tentang jimin. Yuli harus bisa menjaga batasan. Yuli juga tak menceritakan masalah apa pun tentang keluarganya.
"yuli," panggil bibi yuli. Dia melihat jamnya. "Apa kamu sudah minum susu? Ini sudah waktunya." bibi so memang sangat perhatian pada yuli selama yuli sini.
__ADS_1
Yuli langsung menepuk jidaknya "Astaga, aku lupa. Susunya sudah habis." yuli merutuki diri sendiri. Bisa-bisanya yuli lupa akan hal itu.