Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 95


__ADS_3

{Aku ingin menceritakan kamu satu hal bahwa pertemuan pertama kita sebenar-nya bukanlah saat di rumah sakit tempat ibuku berkerja. Kita sudah pernah bertemu sebelumnya, mungkin kamu lupa, tapi aku selalu ingat. Sangat ingat. Bahkan hingga hari di mana aku merekam ini.}


Jimin terkekeh hambat.


{Saat itu, aku juga baru diterima di C.U. Ink dan hari pertama aku bekerja adalah hari yang sama saat kamu dan rombonganmu datang berkunjung. Aku melihatmu hari itu, kamu satu-satunya siswa yang paling terlihat tidak antusias dengan study tour itu. Posisimu selalu berada di barisan belakang dan kamu tidak mencatat sama sekali."


"Aku melihatmu sekali dari lantai dua, melihatmu menguap kebosanan padahal teman-temanmu yang lain sibuk berfoto, mencatat dan bahkan mereka aktif bertanya. Tapi, hanya kamu yang terlihat mengantuk."


"Aku ingat, hari itu kamu memakai jaket coklat dengan rambut yang di kepang satu, agak longgar, lalu diarahkan ke sisi kanan. kamu sedang mengunyah permen karet dan bahkan pandai membuat gelembung sempurna untuk mengisi kebosananmu.}

__ADS_1


Yuli menutup mulutnya, tidak menyangka bahwa itu adalah fakta yang sebenarnya. Jadi Jimin sudah pernah melihatnya sebelumnya?


{percaya atau tidak, hari itu aku langsung berucap dalam hati bahwa aku tidak akan ingin punya pacar atau pasangan hidup sepertimu. Kamu terlihat tidak menyukai gim, padahal itu adalah duniaku.}


Jimin terdengar mentertawakan dirinya sendiri sekarang.


{Lalu, beberapa tahun setelahnya. Kita bertemu di rumah sakit dan itu kenapa aku membeku saat melihat kamu. Otakku langsung berkerja dengan baik untuk mengingatmu karena jujur, kamu tidak banyak berubah. Itu makanya aku tidak ingin melepaskan tanganmu dengan cepat saat kita berjabat tangan.}


Jimin berhenti berbicara lagi. Seperti orang yang sedang berpikir akan berkata apa lagi selanjutnya.

__ADS_1


{***Di hari yang sama, saat aku menjemput ibuku untuk pulang ke rumah. Dia menceritakan hal tentangmu, tentang penyakitmu dan aku tak tahu kenapa ibuku terlihat begitu antusias menjodohkan kita. Dia memintaku untuk berkenalan lebih dekat denganmu. Entah kenapa, ada dorongan dalam diriku untuk tahu tentangmu.}


{Awalnya, mungkin aku hanya ingin memastikan seberapa tidak cocoknya kita saat masa pendekatan. Aku hanya ingin mengenalmu saja, tak begitu berambisi juga untuk menikahimu demi konten *Weding Seasons*. Tapi seiring berjalannya waktu aku jadi menemukan sesuatu tentang perbedaan kita. Perbedaan yang justru semakin menjadi daya tarik. Dan, entah sejak kapan, kamu membuatku ingin untuk benar-benar memulai sebuah hidup di bawah payung pernikahan***.}


Suara Jimin terdengar semakin berat.


{Jadi, aku ingin jujur bahwa dari semua kebohongan yang pernah terucap dari mulutku tentang diriku, aku ingin kamu tahu, ucapan cintaku padamu adalah sebuah pengecualian. Yeah, karena aku tidak pernah berbohong untuk itu. Aku sangat mencintaimu, Yuli.}


Napas Jimin berembus pasrah. Terasa begitu lembut, sampai rasanya dia berada di dekatnya. Yuli kembali memejamkan mata tepat setelah air matanya menetes lagi.

__ADS_1


{Aku sangat mencintaimu lebih dari apa pun, aku sangat mencintai anak kita meski aku belum melihatnya.} Jimin menegaskan lagi. {Tapi ....Aku adalah hal buruk untuk kalian. Kemampuan ingatanku ini lebih banyak menyebabkan luka dari pada hal-hal yang baik.}


__ADS_2