PASUTRI MUDA

PASUTRI MUDA
part 12


__ADS_3

***


Di SMA Andara, terdengar suara riuh yang menggema dalam satu buah ruangan, kala satu kelas siswa-siswi bersorak heboh, seperti sedang terjadi sesuatu di sana.


Hingar bingar pentonton yang terdengar sampai ke luar ruangan, ditambah dengan suara debukan dan bogeman sadis, hingga siswa-siwi yang melintaspun ikut berkerumun melihat aksi gelut dua orang dari kelas XI IPA 3.


Vana dan Ryn yang tengah melintas tepat di depan ruangan itu seketika menghentikan langkah mereka, kala koridor bagian depan kelas XI IPA 3 sudah penuh dengan orang-orang.


“Ada apa, sih?” tanya Vana berjinjit melihat apa yang terjadi di dalam.


“Lagi ada aksi gelut, Va. Kayanya seru nih, apalagi yang gelut laki lo,” ujar Ryn heboh, menyingkirkan orang-orang untuk melintas.


“Eh, Ryn! Lo mau ke mana?!”


Ryn tak memperdulikan teriakan Vana yang jauh di belakang. Cewek itu hanya fokus pada dua orang yang tak tahu malu, bergelut di tengah orang ramai, sampai saling tergeletak di lantai.


“Lah. Agil kan masih murid baru. Masa udah musuhan aja sih, sama si kampret Saga?” gumam Ryn sedikit meringis melihat pergulatan itu.


Tak berapa lama, datanglah beberapa jajaran anggota OSIS dengan satu orang guru yang mengekor, yaitu Bu Rani.


Seketika semua penonton dadakan kabur tak teratur, membuat ruangan semakin bising dengan suara gesekan sepatu dan lantai, apalagi tak jarang orang kecil terhimpit tak bisa berjalan dan terdorong.

__ADS_1


Suruh siapa jadi kurcaci?


“Sudah, sudah! Saga–Agil berhenti!” teriak Bu Rani, seketika kedua orang yang bergulat itupun menghentikan aksi memalukan mereka.


“Kalian apa nggak malu diliatin sama hampir seluruh murid di sini? Mau ditaruh di mana muka kalian, sebagai abang kelas?!”


“Ikut ibu ke ruang BK, sekarang!” perintah Bu Rani, kemudian Ega dan Bira menyeret dua orang tersangka yang sudah membuat ulah.


Flashback on*


Saga, beserta jajaran termasuk Agil sedang mengobrol ria di sudut ruangan kelas, kebetulan saat ini jam pelajaran mereka kosong.


Sesekali Viky—Sang ketua kelas menyuruh mereka untuk duduk di tempat mereka masing-masing, malah dia didamprat oleh Saga, dengan mengatakan, “Ini, kita udah duduk di tempat masing-masing kok, kagak numpuk-numpuk!”


“Eh, Gil. Lo kok, udah kek deket banget sih, sama si Givanna?” Tiba-tiba Azka bertanya, menjepit vape di antara sudut bibirnya.


“Ha? Gue? Nggak ada! Biasa aja kok, cuman temen doang,” jawab Agil terlalu garing. Saga mendengkus, malas jika harus membahas kedekatan Vana dengan cowok lain.


“Tapi ni ye, kalo lo emang demen sama si ketos, lo kudu hati-hati. Takutnya si Vana udah ada pawang,” timpal Bayu menepuk bahu Agil, seraya melirik ke arah Saga yang sudah siaga satu.


“Dia jomblo kok, lo tenang aja. Gue bantu dah, kalo lo emang mau gebet dia,” ucap Azka santai, tak memperdulikan tatapan tajam Saga yang sudah menyorotnya.

__ADS_1


“Iya, sih. Gue emang mau ngedeketin dia,” balas Agil akhirnya, padahal orang-orang yang berada di hadapannya sudah memberi kode untuk memberi tahu tentang hubungan Vana dan Saga.


“Gue tampol lo! Nggak usah macem-macem. Vana nggak cocok sama lo!” damprat Saga mengepalkan tangannya dan menghadapkan ke arah Agil, siap meninju.


“Ya kalo itu mah, terserah gue lah. Kalo dia juga sukanya gue, lo bisa apa? Emangnya ada apaan sih, lo ngelarang gue buat deket sama Vana?” tanya Agil masih tak tahu maksud dari Saga berbicara seperti itu.


“Apa jangan-jangan lo suka sama dia, terus lo cembu—”


“Enggak! Gue nggak suka sama dia! Gua cuman benci aja, jadi gue nggak mau punya sepupu ipar kek dia!” ungkap pria itu sontak memotong omongan Agil.


“Kek kek dakjal!” sambungnya lagi, mengalihkan pandangan dari teman-temannya.


“Terserah. Gue deket sama Vana juga cuman mau berteman. Lagian dia nggak mau sama playboy gadung kek lo. Males dia makan hati!”


“Lo beneran mau ngajak gelut?!” tanya Saga menahan emosi.


Keempat temannya sudah memasang ancang-ancang.


“Kok lo malah emosi. Jangan-jangan bener lagi kalo lo suka sama si Vana!”


Buk!

__ADS_1


Flashback of*


Bersambung ....


__ADS_2