PASUTRI MUDA

PASUTRI MUDA
part 13


__ADS_3

***


Vana memandang aneh ke arah Saga dan Agil yang tengah diseret oleh anggota OSIS menuju ruangan BK. Bisa dilihat luka lebam yang terpncar jelas di sana. Yang membuat wanita itu bingung adalah awal pemicu dari pergulatan mereka.


Apa karena dirinya? Ah, tidak mungkin! Mana mau Saga memperebutkannya. Jangan geer kamu, Va. Saga udah punya Elsa.


Buru-buru Vana membuyarkan pikiran pukimak-nya, bergegas wanita itu pergi menuju kelas diikuti oleh Ryn yang sebentar lagi siap mengintrogasi.


***


Jam pelajaran terakhir telah usai, sekarang saatnya SMA Andara memulangkan murid-muridnya, ke rumah masing-masing.


Sedari tadi pagi, di koridor kelas XI IPA 3, Vana belum bertemu dengan Saga. Padahal dia sangat penasaran dengan kondisi Saga yang sudah lebam-lebam tak berbentuk seperti tadi.


“Va, ke toko buku, yuk!” ajak Ryn yang sudah selesai membereskan buku-bukunya ke dalam tas.


“Mm ... besok aja ya, Ryn. Gue mau cepat-cepat mau balik!”


Ryn mengembangkan senyumnya, seperti tahu alasan mengapa Vana seburu-buru itu untuk kembali ke rumah.


“Kenapa kamu senyum-senyum?” tanya Vana heran, mengerutkan alisnya menatap Ryn yang sudah tertawa menampilkan gigi putihnya.

__ADS_1


“Nggak papa. Yaudah deh, nanti aku minta tolong sama Ega. Duluan ya, Va. Bye!” Ryn melambaikan tangannya, keluar dari ruangan kelas meninggalkan Vana di dalam masih terdiam.


“Aduh ... Saga udah di rumah belum, ya?” gumam wanita itu, menggigit bibir bawahnya ragu.


“Gue di sini!”


Vana terlonjak, merasakan seseorang berbicar dari balik tubuhnya, lebih tepatnya di balik jendela. Wanita itu berbalik langsung mendapati Saga memakai masker hingga menutupi separuh wajahnya.


“Nggak pulang bareng sama Elsa?” tanya Vana, entah kenapa akhir-akhir ini dia berani pada Saga, seperti pada waktu mereka belum menikah beberapa bulan lalu.


“Lo mau gue pulang sama Elsa? Oke! Gue juga nggak mau tuh, ngeboncengin lo!” sarkas Saga kemudian berbalik menjauhi jendela itu.


Vana mendumel tak jelas di tempatnya, balik kanan keluar dari ruangan, memastikan apa Saga benar-benar mengantarkan Elsa pulang.


“Nyesel gue khawatir sama keadaannya. Gue pikir udah tobat, nggak mau selingkuh lagi. Emang pada dasarnya yang namanya buaya akan selamanya jadi buaya.”


Berjalan di lorong koridor menuju parkir, Vana tak sengaja melihat Agil yang tengah sibuk bermain ponselnya duduk di atas motor ninja hitamnya.


Langsung saja Vana berkari kecil menghampiri cowok itu.


“Agil! Kamu nggak kenapa-napa 'kan?” tanyanya setelah berada di hadapan orang yang bernama Agil itu.

__ADS_1


“Eh, Va. Aku nggak kenapa-napa, kok. Cuman lebam-lebam dikit doang,” balas Agil tersenyum tipis.


“Yaudah, aku duluan, ya.”


“Aku antar, ya?”


“Nggak usah, Gil. Mending kamu pulang biar cepat sampe rumah, terus istirahat. Pasti kamu capek banget. Yaudah aku pulang dulu, bye!”


Vana melambaikan tangannya, berjalan mendekati Abang grab yang sudah menunggunya. Dia memang sudah memesan Go–Jek beberapa menit lalu. Selalunya dia menumpang kepada Ryn, tetapi tadi Ryn juga tidak membawa motor.


***


Sesampainya di apartemen, Saga memarkirkan motornya asal, lalu beranjak setelah mencabut kunci motornya. Berjalan ke arah lift, seraya memainkan kunci di tangan. Sampailah di lantai dua.


Saga langsung memasuki apartemen miliknya, memasuki kamar dan merebahkan tubuhnya di sana, tanpa melepaskan terlebih dahulu pakaian yang masih terbalut di tubuhnya.


Dia menoleh ke arah nakas, menemukan satu figura yang berisi foto pernikahan dengan Vana sebulan yang lalu.


Mengambil figura itu dengan hati-hati, entah kenapa hatinya tergerak untuk mengelus wajah cantik Vana dengan tangan kekarnya.


“Gue benci sama lo, Va. Benci banget malah. Lo udah buat perasaan gue kacau. Gue nggak mau ya Va, berhenti jadi fakboy gara-gara lo. Intinya, gue nggak bakal biarin hati gue buat cinta sama lo, beruang kutub.”

__ADS_1


Bersambung ....


Sorry for typo👀


__ADS_2