PASUTRI MUDA

PASUTRI MUDA
part 19


__ADS_3

***


Seketika Vana sudah terduduk di lantai, kala tubuhnya dengan sengaja ditubruk oleh orang yang baru saja masuk ke dalam resto itu.


Vana mendongak, sontak membulatkan mata mendapati sosok gadis dengan tatapan bengis yang menyorot ke arahnya. Elsa.


“Dasar cewek gatel!”


Plak!


Satu buah tamparan luar binasa mendarat dengan cantik di pipi mulus Vana, hingga meninggalkan rasa perih dan bekas kemerahan di sana.


Byur!


Belum cukup sampai di situ, Elsa menyiram sekujur tubuh Vana dengan jus alupkat yang lengket, kemudian menjambak rambut wanita itu berdiri di hadapannya.


“Jalang! Lo apain Saga, sampe dia mau nikah sama lo?!” teriak gadis itu masih dengan tangan yang berada di rambut Vana.


Dari mana Elsa tahu, bahwa Vana dan Saga menikah? Sumpah, ini benar-benar kejadian tak terduga. Hidup Vana terancam.


“A–aku nggak apa-apain dia. Itu cuman perjodohan,” jawab Vana seraya meringis, mencoba melepaskan cekalan tangan Elsa dari rambutnya.

__ADS_1


Seketika semua mata pengunjung resto itu beralih melihat pertengkaran kedua perempuan itu, termasuk Azka yang memiliki jiwa kepo, berambisi untuk melihat. Penasaran dengan kedua orang yang bertengkar.


“Perjodohan lo bilang? Dasar, jalang lo!”


Plak!


“Awh. Aku nggak minta Saga buat nikah sama aku, itu semua permintaan orang tua kita,” ujar Vana lagi, tak tahan dengan jambakan Elsa yang semakin terasa.


“Woy, Sa! Astaga, udah ih!” teriak Azka menjauhkan tubuh Elsa dari Vana. Cowok itu memanggil keempat temannya yang awalnya tak peduli, hingga tak berapa lama mereka pun datang dengan wajah tegang.


Tatapan Saga hanya fokus ke arah Vana yang hanya menunduk tak berani menatap siapa pun di sana. Ditambah lagi terdapat noda yang mengotori rambutnya.


“Ayo, aku antar pulang. Kamu nggak malu, diliatin banyak orang!” bisik pria itu menarik pergelangan tangan Elsa, tetapi berhasil ditepis.


Tak memperdulikan ocehan dan omelan Elsa, pria itu akhirnya menggendong dengan paksa tubuh gadis itu kemudian memasukkannya ke dalam mobil.


“Lo nggak papa ‘kan, Va?” tanya Azka mendekati Vana yang dengan perlahan meneteskan bulir-bulir air matanya.


‘Nggak papa kepalamu!’


Vana hanya menggeleng, walaupun dalam hatinya kesal mendengar pertanyaan itu. Tidak bisakah Azka melihat kondisinya yang jelas tidak sedang baik-baik saja? Dasar, buta? Nggak peka!

__ADS_1


“Ayo, gue antar pulang! Bro, kita pulang aja lah. Lagian si bos udah balik,” sambung cowok itu membawa Vana keluar dari resto diikuti Bayu, Vino dan Dani.


***


Azka mengantarkan Vana sampai ke depan apartemen menggunakan mobil. Sepanjang perjalan cowok itu bertanya ‘Yakin, lo mau balik ke apartemen?’ sampai Vana lelah mendengarnya.


Buru-buru Vana keluar dari mobil Azka, kemudian melepaskan jake cowok itu yang sebelumnya dipinjamkan untuknya.


“Makasih ya, Ka.”


Azka mengangguk, masih diam di tempat memastikan Vana benar-benar memasuki apartemen-nya.


Setelah punggung Vana tak terlihat lagi, dia pun melaju meninggalkan pekarangan apartemen, bertepatan mobil Saga berhenti di halaman.


Cowok itu mengklakson mobilnya, dibalas oleh Saga, lalu tak lama menancap gas, melalui jalan raya.


Bisa dilihat dari raut wajah Saga yang sangat lesu, menggambarkan kesuraman di sana. Ada apa? Apa dia dan Elsa putus? Hahamampus! Itulah yang disebut karma!


Pria itu dengan lesunya memasuki apartemen membiarkan mobil di halaman, tak ada mood untuk memasukkannya ke garasi. Toh di sana ada satpam yang akan menjaga semua mobil pemilik masing-masing apartemen.


Flashback on*

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2