PASUTRI MUDA

PASUTRI MUDA
part 16


__ADS_3

***


Di SMA Andara, seorang siswi cantik tengah berjalan dengan tergesa-gesa di lorong koridor yang hampir penuh oleh siswa-siswi. Baik yang duduk, maupun yang melintas, membuat koridor terasa sesak sekarang.


Vana dengan wajah merah padamnya, tak memperdulikan keadaan sekitar dan hanya fokus ke dalam tas, panik mencari-cari sesuatu.


“Aduh ... di mana, sih?!”


Mengembuskan napasnya gusar, mencoba mengingat di mana sebelumnya barang berharga itu diletakkan. Itu adalah berkas penting OSIS dan harus diberikan kepada Dira yang sudah menjadi ketua.


Cukup lama wanita itu berdiri di tempatnya, seraya menggeledah isi tas yang entah sudah berapa kali dia bongkar.


“Ish, perasaan tadi udah aku taruh di tas, deh!” Vana bergumam, mengingat-ingat.


“Ah, astaga! Di dalam mobil Saga! Ck, dia masih ada di sana nggak ya, takutnya pintu mobilnya udah dikunci.”


Tanpa berpikir panjang lagi Vana pun berlari untuk menuju area parkir SMA Andara yang di mana mobil Saga juga berada di sana. Entah kenapa tadi dia bisa berangkat bersama Saga.


Berhenti tepat di belakang mobil suaminya, Vana mengembuskan napas lelah, saat dadanya terasa sesak akibat berlari tadi.

__ADS_1


Saat dia membuka pintu mobil, seketika tercengang mendapati pemandangan yang menjijikkan, sekaligus menyakiti hatinya. Saga dan Elsa ... berci*man.


“Maaf,” gumamnya, dengan cepat mengambil satu buah berkas di sana, kemudian menitupnya kembali dan segera pergi dengan perasaan yang kacau.


Vana tersenyum miris, matanya mulai panas dan mungkin sudah memerah sekarang, tetapi dia berusaha mencegahnya, buru-buru menuju ruangan OSIS untuk menemui Dira.


***


“Sayang, kok barang-barang dia ada di mobil kamu, sih?” tanya Elsa, menjauhkan tubuh Saga dari tubuhnya.


“Jawab!” perintahnya mencubit pelan lengan pria yang masih bergeming bergelut dengan pikirannya.


“Ganggu aja, sih! Yaudah, kita ke kelas aja, yuk!” Elsa menarik lengan kekasihnya itu untuk keluar dari dalam mobil, sementara Saga hanya menurut saja, tak tahu harus melakukan apa.


Sebenarnya dia tidak peduli walaupun ketahuan seperti tadi oleh Vana. Hanya saja, dia takut Vana akan mengadu kepada keluarganya, bahwa dia selingkuh.


Bukan selinguh, melainkan ... entah apa namanya. Posisi mereka, Elsa lah yang lebih dulu memiliki Saga, daripada Vana. Walaupun sebenarnya Vana yang lebih berhak atas pria itu.


Sepanjang perjalanan seperti biasanya, banyak pasang mata yang menyorot ke arah mereka, karena Elsa selalu menggandeng Saga, tanpa berniat melepaskan, apapun yang terjadi.

__ADS_1


Banyak yang iri sekaligus kagum, melihat sepasang kekasih yang hubungannya terbilang awet. Terlebih lagi baik Saga, ataupun Elsa sama-sama memiliki julukan most wanted.


***


Bel istirahat berbunyi, seluruh siswa-siswi SMA Andra bersorak ria, memenuhi seisi kantin dengan sorak-sorai kelaparan. Ups!


“Va, kantin, yuk! Laper, nih,” ujar Ryn memegangi perutnya yang kempis.


“Lo duluan aja, Ryn. Gue nggak laper,” balas Vana terdengar sangat lesu sekali. Sepertinya mood wanita itu tengah buruk sekarang.


“Ck! Tadi lo bilang nggak sarapan, kenapa nggak laper?”


“Nggak. Gue lagi nggak napsu.”


Ryn mengembuskan napasnya lelah. Sedari tadi Vana hanya diam di kursinya, baik saat pelajaran tiba. Padahal biasanya, wanita itu selalu semangat dalam belajar.


Tiba-tiba, seseorang berdiri di ambang pintu, dengan tangan yang berada di dalam saku. Menyorot datar ke arah Vana yang mengalihakan perhatian dari sana.


“Va, ikut gue bentar! Gue mau ngomong.”

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2