
"okeh Bibah sekarang cerita, dari tadi gak mau cerita kalo Alan gak ada, sekarang udah ada Alan, cepat cerita.!" ucap mamah Tias lembut, dijawab anggukan oleh Bibah.
"jadi gini mah" ujar Bibah ( jadi Bibah ini panggil mamah Tias dengan sebutan mamah).
"Bibah mau di nikahin sama temennya anak mami mah"ucap Bibah di pelukan mamah Tias orang yang mendengarnya hanya mengangguk paham.
"terus?" tanya Alandra setelah 2 menit Bibah diam dari kata ² terakhirnya.
"gimana, aku gak mau nikah muda Lan!" Jawab Bibah.
Alandra menghembuskan napas kasar.
"Lo gak liat kita, kita nikah juga masih sekolah bahkan Elisa lebih muda dari loh" ucap Alandra sambil mengeratkan genggamannya dengan Elisa, Elisa yang mendapatkan perlakuan itu hanya diam dengan perasaan campur aduk.
"ya gak yank" Tanya Alandra memandang Elisa, dan Elisa hanya mengangguk.
"terus kalian gak ada merasa gak nyaman gituh?" tanya Bibah.
"eem awalnya, yaa gimana gak kita gak pernah kenal cuma pernah liat sesekali doang, tiga hari kenal lebih dalem langsung nikah, tapi berjalan nya waktu, yaaa jadi nyaman aja, apa lagi nanti Lo liat pasangan loh tiap hari pasti bakalan nyaman aja kok" jawab Alandra dalam posisi yang sama yaitu menggenggam tangan Elisa.
"emang gitu El loh gak risih gituh Ama Alan yang super nyebelin ini?" tanya Bibah lagi. Alan Lang dung melongo dengan pertanyaan Bibah.
"ya di biasaain aja" jawab Elisa santai, mamah Tias dan Lia yang melihat dan mendengar kan hanya mengangguk angguk saja.
Sesekali mamah Tias terkejut dengan jawaban yang diberikan Alandra, syukurlah sekarang Alan dan Elis bisa menjalani pernikahan mereka dengan sangat lancar.
"oooohhh" jawab Bibah dan menatap mamah Tias.
"jadi gimana mah, Bibah harus gimana ?" tanya Bibah pada mamah Tias.
__ADS_1
"mami sama papi kamu pasti punya alasan untuk semua itu" jawab mamah Tias lembut selembut kain sutra. " tapi kamu harus hadapi dulu, baru nanti cari jalan keluarnya lagi." lanjut mamah Tias, (emang guys Bibah kabur dari rumah setelah mami nya memberi tau kan tentang perjodohan, tapi mami nya tak kawatir Karna mami Bibah tau kemana Bibah akan pergi.).
Bibah terdiam lalu berfikir, benar juga kata mamah Tias dia harus pulang dan menghadapi semuanya, dia sudah besar masa harus selalu kabur dari masalah.
"okeh lah mah Bibah pulang aja" ujar Bibah melepaskan pelukannya dan memandang mamah Tias.
"mau gue Anter?" tanya Alandra.
"iya, atau pulang nya besok malam ini tidur dulu sama Lia?" ucap mamah Tias.
"iya kak tidur bareng Lia aja untuk malam ini" campur Lia.
"makasih land gue bawa mobil dan mah Bibah harus pulang sekarang supaya semuanya lurus" jawab Bibah dan mengambil tasnya yang berada di atas meja dan merapikan pakaiannya yang sedikit kusut.
"tapi Bibah, ini udah malem bahaya" ucap Alandra. Alandra dan Bibah itu emang dekat sama deketnya Alandra sama Lia.
"apa sih land orang Deket juga" jawab nya santai.
"gak ah, gak usah lebih baik Lo pada tidur bikinin gue ponakan yang banyak" ucap nya santai.
"apa sih kak" sepontan Elisa berucap itu dan pipinya udah mulai memerah, ayo lah pipi ku yang kusayang kompromi untuk kali ini, ucap Elisa dalam hati.
"gak usah blushing segala santai aja, Bibah emang gitu." bisik Alandra yang tentunya hanya ya di dengar Elisa.
"apa sih kak" ucap Elisa masih dengan keadaan blushing, sambil mencubit paha Alandra yang di lindungi dengan celana Levis.
"sstt au" ucap Alandra sambil mengelus elus pahanya yang terasa pedas.
"udah deh mesra² nya gw mau pulang dulu" ucap Bibah sambil memandang pasutri muda itu.
__ADS_1
"ih apa sih iya sana pulang hati hati" jawab Alandra.
"yaudah mah Lia LAN El pulang dulu ya doa ini biar semuanya selesai oke" ucap bibah lalu mencium punggung tangan mamah Tias di susul Lia mencium punggung tangan Bibah dan begitu juga Elisa tapi langsung di tarik Bibah tangan nya agar Elisa tidak menciumnya, kalo Alandra mereka hanya berlaku tos ria.
"hati hati di jalan ya kak" ucap Lia di ambang pintu rumahnya sambil melambaikan tangannya.
"iya assalamu'alaikum" ucap Bibah mulai membuka pintu mobil nya.
"waalaikumsallam" jawab mereka semua yang ada di sana.
Sekarang mamah Tias, Lia, Elisa, dan Alandra sedang duduk santai di ruang keluarga sambil memakan cemilan yg ada.
"papah belum pulang mah?"tanya Alandra yang sedang rebahan, meletakkan kepalanya di paha sang istri. (akrab Alan sekarang, biar cepat² dapat jatah ya land?)
"ya seperti biasa, kaya gak tau papah kamu aja" jawab sang mamah "kamu nginep sini land?" lanjut mamah Tias bertanya.
"gak tau ah pulang kali" jawab Alandra santai.
"nginep aja lah udah jam segini".
"pulang aja ini sebentar lagi"
"kata mamah nginep ya nginep" ucap mamah Tias tegas.
"besok sekolah mah,,, nanti susah kalo pagi pagi harus pulang repot" jawab Alandra. "mamah gak bilang kalo suruh kita nginep" lanjut nya.
"udah udah ah kak nginep aja kenapa sih toh juga kak Elis gak pernah nginep di sini kan, dan soal baju kan ada supir pribadi Lia nanti suruh ambil aja ke rumah kakak" ucap Lia yang sudah pusing mendengar pertengkaran sang mamah dan kakaknya, dan Elisa hanya diam.
"ya udah gak papa kan nginep?" tanya alnadra pada Elisa sambil sambil menungak kan kepalanya ke ats menghadap Elisa, dan hanya di angguki oleh Elysa.
__ADS_1
"oke kita nginep" keputusan Alandra dan mulai duduk dengan benar.