
cahaya sang Surya bersinar terang, dengan malu malu ia menyapa makhluk bumi, perlahan namun pasti cahaya itu pun memasuki kamar sepasang suami istri yang sedang tertidur pulas dalam keadaan berpelukan, sungguh cinta sudah sudah menguasai hati mereka.
Alandra berusaha membuka matanya, sedikit demi sedikit penglihatannya mulai jelas, pertama yang ia lihat adalah wajah cantik bak bidadari yang sedang dalam pelukannya, perempuan yang sudah menjadi miliknya seutuhnya, jika ia ingat² malam tadi adalah malam penyatuan yang sangat membahagiakan.
Dilihat Alandra, di usapnya, lalu di ciumnya semua bagian wajah itu dgn penuh kasih sayang, sampai sang pemilik wajah sedikit terusik di tidur panjangnya.
"argh.." suara Elisa saat ingin bergerak, naman merasa sedikit perih di bahagian bawahnya.
"jangan banyak gerak dulu, biar aja kayak gini enak" ucap Alandra sangat lembut. sambil mengeratkan pelukannya, seakan tak membiarkan Elisa lepas dari pelukannya.
CUP.
Di cium Alandra lama kening Elisa, Elisa yang mendapatkan perlakuan itu hanya dia tanpa berkutik.
"ka.. lepas aku mau mandi" ucap Elisa pelan.
Alandra pun melepaskan ciumannya dan menatap Elisa lekat.
"he em... yaudah kamu duluan, baru aku" putusnya, sedikit terpaksa Namaun harus gimana lagi ia juga harus sekolah.
Elisa pun merenggangkan pelukan mereka, sedikit ingin berbangun namun bagian bawahnya terasa begitu sakit.
"kenapa? sakit?" ucap Alandra langsung mendudukan badannya lalu memasang boksernya, tanpa izin Alandra langsung menggendong Elisa menuju kamar mandi.
kalo udah di dalam kamar mandi biarin mereka yang ngelanjutin ya.
_'_'_'_'_
Pagi ini Elisa dengan cekatan memaksakan makanan untuk ia dan sang suami.
Elisa memasak nasi goreng, omlet telur, susu.
Sebentar lagi Elisa menyelesaikan masaknya, jika kalian bingung di mana Alandra, ia sedang merapikan bukunya dan tugas OSIS nya.
5 menit berselang, sekarang masakan Elisa sudah siap.
Ketika Elisa merapikan makannya di meja makan tiba² saja Alandra turun secara diam-diam.
GLEP.
Alandra memeluk Elisa dari belakang, membuat Elisa sedikit kaget.
"kak.. udah ah makan yuk" ucap Elisa, seakan risih, Karna sedari tadi Alandra terus saja mendusel dagunya di cekung leher Elisa.
"El, makasih ya udah jaga mahkota kamu, sampai aku yang mendapatkannya" ucap Alandra tanpa melepaskan pelukannya.
"iya sana², udah kewajiban aku kok." hewan Elisa terkesan tenang, padahal wajahnya sudah memanas. "udah makan keburu telat kita" lanjutnya.
"masih sakit?" tanya Alandra khawatir.
__ADS_1
Kini mereka sudah duduk, saling berhadapan.
"dikit, cuma perih" jawab Elisa.
"kalo mau gak masuk juga gak papa, nanti aku yang minta izin ke kelas" ucap Alandra lalu memasukan sebagai sendok nasi goreng dengan telurnya.
"gak usah, sekolah aja udah baikan kok" ucap Elisa yakin.
"yaudah".
Selesai Alandra dan Elisa memakan sarapan mereka, kini mereka sudah siap dengan tas masing².
"udah?" tanya Alandra memastikan, dan hanya di anggukin oleh Elisa.
"oke kita berangkat" ucap Alandra sambil merangkul mesra Elisa.
13 menit mereka di perjalanan, dan akhirnya sampai juga.
"kak kenapa gak di turunin di luar aja sih?" ucap Elisa sedikit kesal, memang sebelum masuk gerbang Elisa meminta Alandra untuk menurunkannya di halte dekat sekolah saja, biar sisanya dia jalan kaki, namun Alandra kekeh ia tetap saja menjalankan mobilnya.
"nanti kalo jalan perih" ucap Alandra sambil mengucek² rambut panjang Elisa.
"yaudah ah" ucap Alandra lalu turun, ia merpati menuju pintu penumpang, dan membukakannya untuk Elisa.
"silahkan sekolah my princess" ucap Alandra lembut.
Karna kelakuan Alandra itu berhasil membuat ia di lihat banyak orang.
Elisa keluar dengan wajah cemberut. "ih kak malu ah" ucap Elisa pelan, dengan nada sedikit kesal.
Melihat wajah cemberut Elisa Alandra malah terkekeh pelan, sungguh wajah istrinya itu sangat menggemaskan. dengan bibir yang sedikit di monyongkan.
"Bibirnya gak usah di gituin, kalo minta cium, bilang aja, gak nolak kok, dengan senang hati malah" ucap Alandra dengan nada genit.
"Khis... ngeselin deh" ucap Elisa, berlalu ia menjauhi Alandra.
"hey sayang tunggu" ucap Alandra manja, langsung ia menutup pintunya dan mengunci mobilnya.
Karna ucapan itu semua orang melihat ke arah nya, apalagi kelakuan alnadra yang berlari kecil mengejar Elisa.
*itu kak Alan gak sih?
gila beruntung banget tuh cewek ....
wah gila peke dukun dimana cewek itu sampel buat perubahan drastis Alandra...
sumpah itu bukan Alan banget*....
Dan banyak teriakan lagi.
__ADS_1
Di ayat lain ada seorang laki² yang menatap ke arah Elisa dan Alandra dengan tatapan sinis.
"jadi ini alasannya kenapa loh suruh gue lepasin Elisa Lan?, ternyata loh yang milikin itu, dasar munafik loh" grutu laki-laki itu pelan.
Di sisi lain Alandra mengejar Elisa sampai depan kelas Elisa, sesampainya di ambang pintu Alandra berdiri tegak di depan Elisa sambil menghadang jalan Elisa, belum sempat protes,Elisa sudah di berikan jecupan lembut di puncak kepalanya.
membuat orang kelas, luar kelas, orang lewat teriak gak karuan.
"belajar yg rajin cantik" ucap Alandra lembut lalu berjalan menuju kelasnya meninggalkan Elisa yang diam mematung, setelah sadar Elisa langsung masuk kelas, dan mendapatkan godaan oleh teman sekelas nya.
Tidak terkecuali sahabatnya, Jesi dan Erin, mereka langsung saja menanyakan begitu banyak pertanyaan, sampai Elisa sendiri bingung mau jawab yang mana, dan Elisa juga bingung harus jawab apa, masa ia mengaku istri Alandra gak mungkinkan, untunglah taklama setelah itu bel berbunyi dan guru pun masuk.
Alandra POV.
Setelah gw Anter Elis ke kelasnya gw berlalu menuju kelas gw, pas masuk gw liat, di sana ada Jaka, Ja'far dan gio yang gak tau Langi ngomongin apa, yg gw liat mereka ketawa ngakak gitu, tapi pas gw datang terus duduk di samping gio.
"ngomongin apaan kalian, jangan bilang nggibah gw" ucap gw curiga.
"dih geer bgt lu siapa juga yang mau bahas elu,kita lagi bahas vidio² lucu aja" jawab Jaka, Ja'far hanya manggut² kalo gio langsung buang muka tanpa sedikitpun ngelirik gw.
"pulang nanti kita nongkrong yuk, udah lama gak nongkrong juga kan?" ucap Jaka sambil ngunyah cemilannya.
"boleh, ajak yg Laen juga, loh lan, yo?" Jawab Ja'far, terus nanya ke gw masa gio.
"bisa aja sih, tapi gak bisa langsung, mungkin nyusul" jawab gw santai. "loh Yo?" tanya gw sama gio yang dari tadi diem pas gw Dateng, apa mungkin perasaan gw aja ya?
Sebelum gio jawab Jaka ngomong duluan, "kenapa gak langsung, ada yang mau di anter dulu yaa... siapa LAN?." goda Jaka gw cuma dia gak balas. males gw ladenin, ples gw juga bingung jawab.
"gw gak bisa" jawab gio dingin. "kenapa?" tanya gw lagi.
"ogah" jawabnya singkat, "ya ogah kenapa bego" ucap Jaka kesal mungkin.
"ogah nongkrong sama orang munafik" ucapnya berlalu keluar kelas tanpa ngirim gw, gw sentak kaget, apa maksudnya coba, terus sikapnya, kenapa?, sumpah gw bingung parah.
"apa maksud gio?" tanya gw sama Jaka, gw liat Jaka narik napas panjang terus nyenggol si Jafar yg dari tadi diam.
"em... land loh ada hubungan apa sama Elisa, cewe kelas 11 IPA 1?" ucap Ja'far sentak buat gw jadi bingung banget.
"emang ke kenapa?" ucap gw kiku.
"jadi jawab aja, apa susahnya" jawab Jaka kesel kali dia.
"em....." gw narik napas panjang, sambil mikir apa yg harus gw jawab.
"Lo pacaran?, atau apa?" ucap Ja'far, "kalo emang gak ada hubungan apa², kenapa Lo belakangan ini loh bonceng dia?" tumben banget dan Ja'far kek gini, tapi gw juga gak bisa lama² nyembunyiin tentang gw dan Elis Karna mereka juga sahabat gw kan?.
"gw emang ada hubungan sama dia, tapi apa hubungan nya sama gio?" jawab gw sekaligus nanya, emang gio ada masalah apa sama gw. "terus munafik apa maksudnya?" ucap gw bingung.
"loh gak nyadar yg dia sindir itu eloh, dia bilang loh itu munafik land.... mana otak pinter Luh dah" ucap Jaka sontak buat gw kaget.
__ADS_1
"gw munafik kenapa?" tanya gw lagi.