
Di pagi yang cerah, ada seorang gadis yang sangat menarik dimata seorang Dimas Wijaya pagi ini. Dimas pindah dari Amsterdam ke Indonesia kini sudah sekitar 1 bulan.
Setiap didalam kelas Dimas selalu saja mencuri pandangan kearah gadis yang yang sangat menarik dimatanya tersebut. Dimas pun merasa tertarik dengan gadis itu.
"Le, gue mau nanya cewek yang duduk di pojok itu siapa?" tanya Dimas pada Leo teman sebangku nya.
"Ohh, itu namanya Reny Wulandari, dia itu sahabat dekat Zahra" kata Leo.
' Oh, namanya Reny Wulandari, nama yang cantik sama kaya orangnya ' gumam Dimas sambil tersenyum melihat kearah Reny, yang fokus kedepan mendengarkan penjelasan guru yang bertugas mengajar.
Bel jam istirahat pun berbunyi, sebelum keluar Dimas nyamperin Reyhan dan Zahra yang akan pergi ke kantin.
"Ra, Rey gue disini mau minta maaf soal waktu itu, gue waktu itu bukannya mau menganggu hubungan lo berdua, jadi gue disini cuman mau kita berteman gimana apakah boleh gue berteman sama kalian berdua?" tanya Dimas.
"Ya tentu boleh" sahut Zahra sambil tersenyum.
"Ya udah lo mau ikut kita ke kantin bareng nggak" tanya Zahra.
"Boleh" sahut Dimas.
Mereka pun langsung pergi ke kantin. Saat sudah sampai dikantin mereka sudah ditunggu oleh Dava, Attala, Leo, Reny, dan Kyara.
"Ehh, Ra kok nih orang ikut lo berdua sih?" tanya Leo.
"Pokoknya mulai saat ini Dimas juga teman kita" kata Zahra.
Mereka semua yang disana langsung mulai memesan makanan, dan seperti biasanya dimana Dimas selalu mencuri pandangan saat bertemu Reny.
Setelah selesai makan mereka semua pun mengobrol sembari menunggu bel masuk untuk jam pelajaran baru berbunyi.
Tidak lama kemudian bel masuk pun berbunyi. Mereka berdelapan pun masuk ke dalam kelas mereka lagi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Waktunya Pulang
Tidak terasa sekarang sudah saatnya jam pulang sekolah, saat akan masuk kedalam mobil Dimas melihat Reny seperti sedang menunggu jemputan.
Saat akan menawarkan tumpangan ke Reny, baru saja berapa langkah Dimas menghentikan jalannya menuju dimana Reny berada.
Karena ada sebuah mobil berwarna biru berhenti tepat dimana Reny berdiri. Dan kaca mobil itu pun terbuka juga menampakan seorang peria yang sangat tampan sambil tersenyum kearah Reny.
__ADS_1
Dan tiba-tiba saja hati Dimas merasakan sakit untuk yang kedua kalinya setelah Dimas mendengarkan kata-kata putus dari mulut Zahra saat waktu mereka SMP.
Setelah melihat Reny masuk kedalam mobil tersebut dan mobilnya telah pergi, Dimas kembali lagi kearah mobil dan langsung pulang kerumah.
Saat sudah sampai dirumah, Dimas langsung masuk kedalam kamarnya, karena hari ini moodnya sedang tidak bagus, setelah dia melihat Reny dijemput oleh seorang pria, yang ia pikir adalah pacar Reny.
"Gue harus cari tau siapa cowok yang ngejemput Reny tadi" kata Dimas sambil berbaring dan menatap langit-langit kamar.
"Oh iya gue harus minta nomor handphone Reny sama si Leo" Dimas langsung mengambil handphone miliknya yang ia taruh diatas meja belajarnya.
Dimas langsung mencari nomor handphone milik Leo, setelah menemukannya Dimas langsung menekan nomor itu, dan kemudian terdengar suara nada sambungan dari telfon tersebut.
tut tut tut
"Halo Le, lo ada nggak nomor handphone Reny"
"......"
"Udah deh nggak usah banyak tanya, lebih baik lo sebutin sekarang nomornya, kalau nggak lo kirim ke Whatsapp gue, sekarang juga pokoknya penting, dan jangan lupa kirim nama akun Instagram si Reny"
"......"
Dimas langsung mematikan sambungan telfon nya, dan tidak lama kemudian ada sebuah pesan Whatsapp dari Leo.
Leo sudah mengirimkan nomor handphone dan juga nama akun Instagram milik Reny melalui Whatsapp miliknya.
Setelah mendapatkan nomor Reny dan nama akun Instagram milik Reny, Dimas langsung menyimpan nomor milik Reny, dan dia kemudian menggantikan seragam sekolahnya dengan pakaian santai.
Kini Dimas sudah selesai mengganti seragamnya, dan Dimas sekarang sedang stalking akun Reny.
Saat sedang asik-asikan melihat-lihat foto Reny di akun Instagram Reny, tiba-tiba saja mata Dimas tertuju pada salah satu foto yang dimana Reny dan salah seorang pria dengan pose dimana Reny di gendong oleh pria itu ala bridal style.
Dan tiba-tiba saja hati Dimas memanas karena melihat foto itu. Dan entah mengapa Dimas kesal dengan pria yang ada difoto itu.
Dimas juga merasa tidak asing dengan muka pria itu, disaat sedang mengingat-ingat tiba-tiba saja handphone milik Dimas bergetar, dan menampilkan nama sang penelfon yang ternyata mantan kekasih Dimas waktu ia di Amsterdam, yang selalu ingin meminta balikan dengannya.
Tapi telfon itu tidak ia angkat melainkan ia abaikan. Kini Dimas masih fokus dengan Instagram milik Reny, dia juga masih penasaran dengan sosok pria itu.
' Gue nggak boleh menyerah kaya begini, walaupun nanti Reny sudah memiliki kekasih gue harus berjuang untuk mendapatkan hati Reny, dan kalau kata pepatah sebelum janur kuning melengkung disitu siapa pun bisa menikung, jadi gue nggak boleh nyerah ' gumam Dimas dalam hati.
Dimas kemudian membuka aplikasi Whatsapp miliknya mencari nomor Reny yang dikirimkan oleh Leo.
__ADS_1
π² : Hai Reny, ini aku Dimas
~Dimas~
Dimas pun mengirimkan pesan tersebut ke nomor Whatsapp Reny. Dan tidak lama kemudian Reny membalas pesan Dimas.
π² : Oh Dimas, iya ada apa kamu chat aku
~Reny~
π² : Nggak aku cuma mau nanya aja sama
kamu soal pelajaran matematika yang
tadi dibahas oleh bu Endang, aku masih
ada yang kurang mengerti
~Dimas~
π² : Oh ya udah nanti sekitar jam 3 sore kamu
kerumah aku aja, nanti alamatnya aku
kirim
~Reny~
π² : Siap, nanti aku kesitu
~Dimas~
Tidak lama kemudian ada salah satu pesan Whatsapp masuk dari Reny, yang mengirimkan alamat rumahnya ke Dimas, karena Dimas sudah janjian dengan Reny akan datang untuk belajar bersama dirumah Reny, dan betapa bahagian Dimas hari ini.
Setelah itu tidak ada lagi balasan dari Reny. Yang tadi awalnya hati dan mood Dimas merasakan tidak baik-baik saja, tapi setelah selesai mendapat balasan chat dari Reny, hati dan mood Dimas sudah kembali seperti semula.
****Bersambung....
Hai aku kembali dengan cerita khusus untuk Dimas dan Reny disini.
Jangan lupa ya Vote cerita aku, biar aku lebih semangat lagi nulis cerita****
__ADS_1