Pasutri SMA

Pasutri SMA
Berbaikan


__ADS_3

Zahra meronta-ronta untuk minta di lepaskan.


"Rey lepasin gue" ucap Zahra, meminta di lepaskan, tapi apalah daya Zahra, karena tenaga Reyhan lebih kuat dari pada Zahra.


"Yank kamu itu kenapa sih?" tanya Reyhan sambil membalikkan badan Zahra.


Tapi Zahra tidak menjawab sama sekali.


"Ngomong dong yank, sama aku, kalau memang aku ada salah sama kamu, jangan diam aja" kata Reyhan, tapi masih sama seperti tadi tidak ada jawaban sama sekali.


"Terus kenapa kamu tadi pulang sama mantan kamu itu, atau kamu masih punya rasa ya sama Dimas itu" tanya Reyhan yang mulai kesal dengan Zahra yang dari tadi tidak menjawab perktaannya.


Zahra yang mendengar ucapan Reyhan pun terbawa emosi.


"Kamu tu yang nggak tau diri, udah tau punya istri tapi masih aja ciuman sama kakak kelas, yang sok cantik, songong, sombong, dan asal kamu tau aja kalau dia iti suka sama kamu" ucap Zahra sambil menhan air matanya agar tidak lolos dari pelupuk matanya.


Reyhan langsung mematung mendengar ucapan Zahra.


"Kenapa kamu diam, Hah!!!" tanya Zahra.


"Kaget kamu aku tau dari mana" ucap Zahra lagi.


"Aku tau kamu tadi ciuman sama dia di UKS sekolahkan" kata Zahra lagi, yang sudah tidak bisa menahan buliran bening yang sudah lolos dari pelupuk matanya.


Reyhan langsung meraih tubuh mungil Zahra dan langsung di banwanya kedalam dekapan dada bidangnya.


Tapi Zahra meronta-ronta meminta di lepaskan, bukanya melepaskan pelukannya Reyhan makin mempererat pelukannya.


"Sayang dengerin aku dulu aku bisa menjelaskan semuanya, itu bukan aku yang memulai, tapi dia" kata Reyhan.

__ADS_1


"Iya hik...hik dia yang mulai... hik...hik tapi kamu menikmatinya kan...hik...hik...hik" ucap Zahra sambil menangis.


"Enggak, aku nggak menikmatinya, kamu salah, please kamu harus percaya sama aku" ucap Reyhan sambil mencium keningnya.


"Kamu duduk dulu di kasun nanti aku jelasin semuanya, aku mau pakai baju dulu" kata Reyhan sambil membawa Zahra ke arah kasur, dan Reyhan langsung memakai bajunya.


Setelah memakai baju Reyhan kembali lagi ke tempat di mana Zahra berada. Reyhan memulai manjelaskannya.


* Flashback On *


Reyhan langsung berlari ke arah Fani yang hampir pingsan. Dengan sigap Reyhan mengangkat tubuh Fani ke gendongannya.


Kemudian Reyhan membawa Fani ke ruang UKS, saat Reyhan akan pergi untuk mengambil obat untuk Fani, tiba-tiba Fani menarik tangan Reyhan dan Reyhan pun berbalik.


Saat Reyhan berbalik, Fani langsung menarik tengkuk Reyhan dan ******* bibir Reyhan. Dengan sekuat tenaga Reyhan melepaskan lumatan dari Fani.


"Apaan sih lo Fan, main cium aja, asal lo tau gue itu udah punya pacar, jangan coba-coba lo deketin gue lagi" kata Reyhan dengan tegas.


"Tapikan Rey gue itu suka sama lo" kata Fani sambil memnggenggam tangan Reyhan.


"Gue nggak suka sama lo, bagi gue itu lo itu cuman cewek mu****, gue juga pernah liat lo jalan sama Om-Om di mall" kata Reyhan, seketika Fani yang mendengarkan ucapan Reyhan diam seketika.


Setelah mengucapkan itu Reyhan langsung pergi begitu saja, meninggalkan Fani sendirian di UKS.


* Flashback Off *


Setelah mendengarkan penjelasan Reyhan. Zahra langsung berhambur ke dalam pelukan Reyhan, sambil menangis dan meminta maaf, karena telah menuduh Reyhan yang tidak-tidak.


"Rey maafin aku ya, karena udah nuduh kamu selingkuh" ucap Zahra, sambil menyembunyikan wajahnya ke dada bidang suaminya.

__ADS_1


"Iya, udah aku maafin kok, sebelum kamu minta maaf" kata Reyhan sambil mencium ubun-ubun Zahra.


"Terus aku juga mau minta maaf udah diamnin kamu, dan aku pulangnya sama Dimas tadi" kat Zahra lagi.


" Iya nggak apa-apa kok tapi jangan kamu ulangain lagi ya" ucap Reyhan setelah Zahra melepaskan pelukannya, dan mencubit hidung Zahra.


Zahra yang di cubit hidungnya pun meringis ke sakitan.


"Auwww, sakit hubby" ucap Zahra dengan manjanya.


"Emangnya sakit?" tanya Reyhan, dan mencubitnya lagi.


"Iya lah hubby" ucap Zahra.


"Berarti kita udah baikan dong" ucap Reyhan sambil mencium jari-jari mungil Zahra.


"Iya lah, emangnya kamu mau kita berantem terus gitu?" tanya Zahra.


"Enggak lah, nggak enak tau, berantem sama kamu" kata Reyhan. Zahya hanya senyum selihat tingkah suaminya itu.


"Ya udah ayo kita makan dulu, udah itu kita shalat" ajak Zahra sambil berdiri, dan di ikuti Reyhan.


Mereka keluar kamar, sambil berngandengan tangan ( udah kaya truk aja bergandengan ).


Setelah sampai Zahra langsung mengambil nasi dan lauk untuk Reyhan, barulah ia.


Mereka makan di meja makan tidak seperti biasanya hanya diam, tapi sekarang makan sambil bencanda tawa bersama.


****Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2