
Pagi ini seperti pagi biasanya, Zahra selalu mual-mual setiap pagi atau mengalami morning sickness, yang biasa di alami oleh para ibu hamil di trisemester pertama.
Karena itu dari itu juga Reyhan kadang suka terbangun dari tidurnya dan suka merasa kasihan dengan Zahra yang selalu mual-mual sampai mukanya kadang pucat dan lemas.
Setelah merasa agak enakan, Zahra langsung dibawa lagi kekasur. Saat Zahra sudah berbaring, Reyhan pergi mengambilkan air hangat untuk Zahra.
Kini Reyhan sudah kembali lagi ke kamar dengan membawa secangkir air hangat.
Sesudah Reyhan memberikan munium itu ke Zahra, ia langsung pergi menuju kamar mandi untuk mandi, karena sebentar lagi akan shalat subuh.
Beberapa menit kemudian Reyhan sudah selesai dengan ritual mandinya. Reyhan langsung saja memakai kaos oblong dan celana pendek selutut.
Tidak lama kemudian suara azan berkumandang menandakan sudah waktunya untuk shalat subuh bagi umat muslim.
Sekarang Reyhan sedang membantu Zahra memakai mukenah, seperti biasanya kalau Zahra shalat, Reyhan akan membantu Zahra memakai mukenah.
Dan sebaliknya Zahra suka membantu Reyhan untuk mengeringkan rambutnya setelah mandi, dan itu juga sudah menjadi kebiasaan Zahra.
Mereka langsung saja melaksanakan shalat subuh terlebih dahulu. Setelah selesai shalat, Reyhan langsung mengajak Zahra ke tempat tidur lagi, agar Zahra banyak-bayak beristirahat.
Mulai saat ini Reyhan juga sudah melarang Zahra untuk mencuci pakaian dan masak seperti biasanya, karena Reyhan tidak ingin anak dalam kandungan Zahra kanapa-napa.
Saat ini jam sudah menunjukan pukul 06:45 WIB. Reyhan sekarang sudah berganti pakaian kantor, dan Reyhan langsung mengajak Zahra ke bawah untuk menemaninya sarapan, tapi Zahra tidak ikut sarapan, dia juga merasa mual kalau sarapan pagi.
Jadi Zahra kalau pagi hanya disuruh oleh Reyhan memakan buah-buahan yang sudah ia potong kecil-kecil dan juga sudah membuatkan Zahra susu rasa vanila untuk Zahra.
Setelah selesai sarapan Reyhan akan langsung pergi kekantor pagi ini karena akan ada meeting dengan klien di perusahan.
Zahra seperti biasanya selalu mengantarkan Reyhan yang akan pergi ke kantor, ke depan rumah. Sesampainya di depan rumah Reyhan mencium kening Zahra dan sebaliknya Zahra, dia mencium punggung tangan Reyhan.
Setelah itu Reyhan mengajak bicara anaknya yang masih ada didalam kandungan.
"Selamat pagi baby, Ayah sekarang pergi kerja dulu ya, biar nanti Ayah bisa beliin baby banyak mainan" ucap Reyhan, sambil mengelus-elus perut Zahra yang sedikit membuncit dan menciumnya.
Kemudian Reyhan langsung pergi. menuju kantor. Sedangkan Zahra ia kembali lagi masuk kedalam rumah dan langsung duduk di ruang tengah sambil menonton acara TV pagi hari.
Entah kenapa tiba-tiba saja Zahra ingin sekali makan buah sentul yang sangat menggiurkan. Kemudian Zahra langsung cepat-cepat mengambil handphone miliknya di kamar dan langsung menelfon sang suami.
tut tut tut tut
Suara sambungan handphone Zahra yang tengah menunggu jawaban dari Reyhan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Perusahaan Sebastian group
Saat ini Reyhan akan melaksanakan meeting dengan klien di perusahaan. Dan tiba-tiba saja handphone miliknya berdering.
Reyhan pun mengambil handphone yang berada di dalam saku celananya, saat dilihat siapa yang menelfonnya, Reyhan langsung tersenyum saat melihat nama sang penelfon yang ternya Zahra istri tercintanya.
__ADS_1
Reyhan langsung saja cepat-cepat mengangkatnya.
"Assalamualaikum hubby" salam dari Zahra saat Reyhan sudah mengangkatnya.
"Wa'alaikumsalam honey, ada apa kok kamu nelfon aku jam segini" balas salam dari Zahra dan langsung to the point.
"Kenapa kamu nggak suka aku telfon jam segini, ya udah deh kalau nggak suka, aku mati in aja sambungannya" Kata Zahra dengan nada ngambek.
"Ehhh, bukan begitu maksud aku, maksud aku itu nggak biasanya kamu nelfon aku jam segini, biasanya juga nelfon aku saat jam makan siang" Reyhan langsung gelgapan saat mendengar nada Zahra yang sedikit kesal.
"Hubby, aku kepengan makan buah sentul, kamu bisa nggak nyarinya sekarang, soalnya aku kepengen banget nih makan buah itu" pinta Zahra dengan nada manja.
"Tapi sekarang aku itu lagi mau meeting sama klien beberapa menit lagi, nanti aja setelah aku meeting baru aku beli in, kalau nggak biar aku suruh Kennan ( asisten pribadi Reyhan ) aja beli in gimana mau nggak" jelas Reyhan.
"Aku maunya sekarang juga, rapi aku nggak mau yang beli in itu kamu, aku ini lagi ngidam tau, emangnya kamu mau kalau anak kamu itu ngences nantinya hah!!!"
"Iya aku yang beli in, sekarang juga dari pada nanti anak aku ngences" sahut Reyhan pasrah, dari pada anaknya nanti ngences terus nggak ada yang mau deketin kan bahay, pikirnya.
Reyhan langsung memanggil Kennan untuk membatalkan meeting nya dengan perusahaan R&D group.
Setelah Kennan menghubungi tuan Sanjaya untuk membatalkan meetingnya, sesudah itu dia langsung memberitahukan Reyhan, bahawa tuan Sanjaya bisa memakluminya.
'Untung saja tuan Sanjaya bisa memaklumi kondisi gue sekarang, kalau enggak, ck nggak bisa dibayangin lagi gimana nasib gue selanjutnya' gumam Reyhan dalam hati sembari berjalan menuju basement.
Reyhan kemudian melajukan mobilnya ke toko buah untuk mencari buah pesanan Zahra, dia takut kalau nanti anaknya ngences.
"Permisi Mbak, ada buah sentul nggak" tanya Reyhn ke pelayan toko.
"Ohh, kalau buah itu nggak jual mas" jawab pelayan toko.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu" pamit Reyhan. Reyhan kembali melanjutkan perjalanannya mencari buah sentul.
sudah sekitar 6 toko buah yang ia masuki hanya untuk mencari buah sentul pesanan Zahra, tapi ia belum juga menemui buah itu.
Saat sedang dalam berjalanan menuju toko berikutnya, handphone Reyhan berbunyi.
Lalu Reyhan langsung merogo handphone miliknya di saku celananya, disaat ia melihat siapa yang melefonnya Reyhan langsung menegang.
"....."
"Wa'alaikumsalam honey"
"....."
"Iya ini aku juga lagi nyari, udah setiap toko aku cari tapi nggak ketemu-ketumu juga, jadi kamu yang sabar dulu ya"
"....."
"Iya"
__ADS_1
"....."
"Wa'alaikumsalam"
Reyhan merasa lega karena Zahra sudah mematikan sambungan telfon nya, agar dia tidak terlalu lama mendengarkan ocehan Zahra yang panjangnya bisa ngalahin lautan samudra (ciaelah lebay bener dah)
Reyhan dia tidak sengaja melihat seorang kakek-kakek yang menjual buah sentul di pinggir jalan, tanpa pikir panjang Reyhan langsung turun, dan nyamperin kakek itu untuk membeli semua buahnya.
Reyhan merasa kalau buah kakek itu tidak laku, dia merasa iba dengan sang kakek.
"Kek, ini berapa buah sentul nya" tanya Reyhan saat sudah berada dekat sang kakek.
"Sekilo nya Rp. 5.000,00 aja nak" jawab kakek.
"Ya udah kalau begitu saya beli semuanya, berapa?" kata Reyhan.
"Semuanya jadi Rp. 100.000,00 aja nak" sahut kakek tersebut.
Reyhan pun langsung mengeluarkan dompet yang berada disaku celana belakangnya. Reyhan kemudian membayarnya dengan uang seratus ribu sebanyak 3 lembar ke kakek itu.
"Nih kek duitnya" Reyhan langsung menyodorkan uangnya.
"Ini mah kebanyak nak, harga nya kan cuman Rp. 100.000,00 bukannya Rp. 300.000,00, nih duit sisanya" kata sang kakek.
"Nggak papa kek, saya ikhlas kok ngasih nya, ya udah kalau begitu saya permisi dulu, assalamualaikum" pamit Reyhan.
"Wa'alaikumsalam" sahutnya.
Reyhan langsung pulang saat sudah menemukan buah yang sangat ia cari buat istri tercintanya. sekitar 35 menit kemudian Reyhan sampai di halaman rumahnya dan langsung turun dari mobil.
Kemudian Reyhan masuk kedalam rumah, sambil membawa beberapa kantoh yang berisi buah sentul punya Zahra.
"Ra, kamu dimana nih aku udah beli in buahnya" teriak Reyhan di ruang tengah.
Zahra yang mendengar teriakan Reyhan langsung turun dari kamarnya.
"Hubby, kangen" manja Zahra pada Reyhan.
Reyhan kemudian mencium pucuk kepala Zahra saat Zahra sudah duduk di sampingnya.
"Nih buah pesenan kamu, susah tau nyarinya udah 6 toko yang aku masukin hanya untuk nyari buah ini tapi nggak ada juga" ucap Reyhan.
"Terus kamu beli ini dimana?" tanya Zahra.
"Di pinggir jalan, pas aku mu ke toko berikutnya aku lihat ada seorang kakek-kakek yang jualan buah ini, terus kayanya nggak laku, jadi aku borong aja buahnya" jelas Reyhan.
Zahra hanya berOria saja, dan sekarang ia sedang menikmati buah itu, sambil mendengarkan ocehan Reyhan, tapi Zahra tidak terlalu mendengarkan ocehan Reyhan, Zahra hanya fokus di buah yang ia makan saja.
****Bersambung.....
__ADS_1