
5 Hari Kenudian
Tidak terasa sekarang kandungan Zahra sudah memasuki 7 bulan. Dan tepat pada hari ini juga, Zahra akan mengadakan acara 7 bulanan, menggunakan adat sunda. Dan acar pengajian di malam harinya.
Dirumah Reyhan dan Zahra sudah ramai di datangi oleh para kerabat, teman-teman Zahra, kolega Reyhan, Bayu, Reynal, dan Reza, yang mereka undang untuk acara 7 bulanan Zahra.
Saat ini Zahra masih di dalam kamarnya, sedang mempersiapkan diri untuk acara siraman. Setelah beberapa menit kemudian Zahra keluar dari kamarnya dengan dibantu oleh Reyhan.
Zahra keluar menggunakan kain batik yang dililitkan di tubuh dan kain jaring yang di teletakkan di leher Zahra seperti kalung.
Zahra langsung dibawa Reyhan untuk ketempat siraman yang akan dilaksanakan.
Acara siraman pun langsung dimulai saat Zahra sudah duduk di kursi tempat ia di mandikan dengan bunga 7 rupa.
Pada saat disiram Zahra dipakaikan kain batik yang dilitkan sebanyak 7 helai, masing-masing satu orang untuk satu helai kain batik.
Setelah melakukan siraman, kemudian Zahra akan di masukkan belut untuk melewati perut Zahra, agar nanti bayi Zahra lahir dengan mudah.
Ketika belut sudah mencapai dasar, Reyhan kemudian harus membelah kelapa gading yang sudah digambari oleh tokoh wayang, yaitu Rama dan Shinta, secara bersamaan.
Dan prosesi terakhir yang dilakukan adalah mendadani Zahra dan kemudian berjualan rujak kanistren yang dibeli dengan talawengkar.
Setelah semua prosesi sudah selesai, maka sekarang tugas Reyhan yang harus membuang semua alat-alat yang digunakan untuk acara tingkeban di perempatan jalan.
Saat ini Zahra sedang berada didalam kamar dengan ditemani Reyhan setelah acara 7 bualan selesai, dan mereka tinggal menunggu untuk acara pengajian nanti malam.
__ADS_1
"Hubby, capek ya" kata Zahra.
"Sini biar aku pijitin kamu" tawar Reyhan yang sedang berada disamping Zahra.
"Beneran kamu mau minjitin aku, kan kamu juga pasti capek juga ngurusin semua acara ini" kata Zahra.
"Aku nggak capek kok, sini kamu tengkurep biar aku pijitin" sahut Reyhan. Zahra kemudian menuruti perkataan Reyhan.
Beberapa menit kemudian Reyhan memulai memijat Zahra, tidak lama kemudian Zahra sudah terlelap dengan masih menggunakan baju yang ia pakai di akhir acara.
Reyhan merasa tidak tega untuk membangunkan Zahra yanh sudah tertidur, tapi ia juga harum membangunkan Zahra untuk menggantikan pakaian yang ia pakai.
"Honey, ganti baju kamu dulu yuk, baru tidur lagi" Reyhan membangunkan Zahra dengan lembut.
"Ehmg, aku ngantuk hubby, nggak usah ganti baju aja ya, soalnya aku udah ngantuk banget, males untuk bangun" kata Zahra sambil memejamkan matanya.
"Iya, tapi kamu bantuin aku ya" kata Zahra sambil beranjak dari tidurnya dengan mata sedikit membuka.
"Iya sini, ayo bangun" Reyhan mengulurkan tangannya ke arah Zahra agar tidak menebrak tembok saat berjalan menuju ruang ganti.
Zahra masih saja memejamkan matanya saat berjalan menuju ruang ganti, Reyhan hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala saat melihat tingkah Zahra yang berjalan sambil memejamkan matanya.
Saat sudah sampai diruang ganti Reyhan membantui Zahra menggantikan pakaiannya, Zahra hanya duduk disofa yang ada diruangan itu sambil memejamkan matanya, sedangkan Reyhan dia membantu Zahra melepaskan pakaian yang ada di tubuh Zahra dan juga membantu Zahra memakaikan pakaiannya.
Sesudah membantu Zahra, Reyhan kembali menuntun Zahra untuk kembali ketempat tidur lagi, dan setelah itu Reyhan merebahkan Zahra di tempat tidur.
__ADS_1
Reyhan kembali lagi ke ruang ganti untuk menggantikan pakaian ia, yang belum diganti sedari tadi. 10 menit kemudian Reyhan sudah selesai menggantikan pakaian nya dengan pakaian santi.
Dan kemudian kembali lagi ke kasur untuk menemani Zahra tidur siang, dan nanti malam mereka akan melanjutkan acara pengajian dengan anak-anak yatim. Mereka juga mengundang teman-teman mereka juga, siapa lagi kalau bukan anak-anak curut.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam Hari
Malam ini mereka sedang siap-siap karena acara akan dimulai beberapa menit lagi. Zahra dan Reyhan kini sedang menuruni satu persatu anak, dengan tangga kiri Reyhan yang menggenggam tangan kiri Zahra dan tangan kanannya Reyhan untuk merangkul pinggang Zahra.
Saat sudah dibawah Zahra dan Reyhan langsung disuruh duduk oleh Leni dan Sandra. Mereka berdua langsung menuruti perkataan Leni dan Sandra.
Setelah itu acara pun langsung dimulai dengan membacakan ayat-ayat Qur'an, Surat Yusuf, Surat Lukam, dan Surat Maryam.
Dan sesudah membaca surat-surat tersebut, mereka berdua juga meminta doa agar Zahra diperlancarkan dalam persalinannya nanti.
Dan juga mereka meminta doa agar nanti Zahra dan anak-anak selamat dan sehat, tanpa kekurangan satupun.
Setelah iti acaranya selesai, sebelum anak-anak yatim yang mereka undang pulang.
Zahra dan Reyhan juga memberikan sedikit Rezekinya untuk anak-anak itu. dan bingkisan yang berisi tas dan buku sekolah untuk setiap orang anak.
Beberapa saat kemudian, rumah Zahra dan Reyhan sudah pada sepi, karena semuanya sudah pada pulang termasuk teman-teman mereka, seperti Attala, dan Dimas, karena mereka juga memikirkan kondisi istri-istri mereka yang juga tengah mengandung saat ini juga.
Dan Reyhan langsung membantu Zahra untuk kembali lagi ke kamar dan istirahat karena hari sudah menjelang tengah malam, dan tidak akan baik untuk kondisi Zahra kalau harus bergadang.
__ADS_1
****Bersambung....